
"Cantik kan Mam?"
"Yang terpenting harus cantik hatinya, bukan hanya cantik fisiknya!"
"Iiiiiiiiiih ... Mama, cantik fisik itu juga paling penting, pasangan ganteng memang harus cantik."
"Kamu kenal di mana? Siapa orangtuanya?" Mamanya Richard mulai interogasi.
"Itu tak penting Mam yang pasti Ameera akan jadi istriku, bukankah itu harapan Mama sama Papa?" jawab Richard sekenanya.
"Tapi Mama perlu tahu kamu kenal dia bukan di klab malam Hotel kamu kan?"
"Iya, Mam. Ameera anak pemilik Vila Melati di samping hotel aku, tadinya aku mengutus Benny untuk bertanya kalau Hotel itu mau dijual apa tidak, semua berawal dari ketidaksengajaan sebelum aku bertemu dengan Ameera aku sempat benci pada orang yang namanya Ameera karena dia menolak mentah-mentah keinginanku untuk membeli vila di sebelah hotel ini milik keluarganya. Dia meledek aku kalau The Rich mau di jual katanya mau dia beli! aku marah dan mau melihatnya, eh ... setelah melihatnya aku malah jatuh cinta."
"Apa kamu begitu serius sama dia? kelihatannya dia bukan orang biasa? ingat jangan main-main, apalagi Ameera dari keluarga terpandang secara usaha dan sosial, itu akan jadi bumerang buat kamu sendiri."
"Ya Ampuuuuun Mam masa aku hanya main-main sama dia, aku itu sudah pengen menikah makanya besok kita melamar dia Mam."
"Melamar itu gampang. Mama ingin tahu keseriusan kamu bukan keseriusan Nak Ameera, Mama tidak rela kalau dia hanya menjadi permainanmu, dan cinta sesaat kamu, kecuali kamu serius dan perlihatkan keseriusan itu Mama tak ingin kamu mengecewakan orang sebaik Nak Ameera."
"Mam, Aku sudah menyadari semua kesalahanku, tolong percaya padaku. Ameera segalanya bagiku dia telah merubah hidupku, selain kecantikannya yang menarik hatiku, Dia begitu sabar baik dan pintar sanggup membawa aku berubah dari kehidupan yang tidak beraturan kemarin-kemarin, Ameera berubah aku menjadi seorang yang baik dan sanggup menahan segala nya."
"Mama percaya orang sebaik Ameera punya cinta yang tulus, justru Mama takut kamu mengecewakan Nak Ameera itu yang menjadi ganjalannya, karena Mama tahu semua kelakuanmu di masa lalu."
"Mama, Richard serius sama dia Mam, harus gimana meyakinkan Mama biar percaya sama aku?" Richard merajuk manja sambil memeluk Mamanya.
"Mama harus bertemu orangtuanya Nak Ameera, lalu melihat kehidupan kamu dan menilainya dulu, apa kamu benar sudah berubah? juga keseriusan Ameera mencintai kamu, bawa Ameera ke Bandung baru kamu boleh melamar dia."
"Mam! jangankan membawa Ameera ke Bandung di sini juga Ameera sama aku begitu di batasi, aku kangen aja sama dia curi-curi waktu pengen bertemu, tapi selalu saja ada alasan heee ...."
"Itu pintarnya kamu selalu akal-akalan begitu yang bikin mama cemas, banyak cara dilakukan, jangan sampai Nak Ameera terperdaya sama kamu."
"Mam, Richard sudah berubah, nggak ada lagi cewek-cewek di kehidupan Richard, selain Ameera, Richard ingin hidup normal capek dengan segala yang Richard lakukan sebelumnya."
__ADS_1
"Mama akan percaya kalau Mama sendiri yang membuktikannya, pernikahan itu bukan suatu hal untuk main-main, pernikahan itu adalah janji kita untuk setia pada berpasangan dan sama-sama dalam suka dan duka. Janji itu diucapkan pada Sang Pencipta dan di jalankan dengan keikhlasan hati dinikmati dan di syukuri apapun kekurangan dan kelebihan pasangan kita sebagi rezeki yang kita miliki."
"Iya Mam, Richard mengerti."
"Jangan hanya ajak Nak Ameera pergi sama kamu doang, ajak orangtuanya juga, biar Mama lihat kedua pihak sama-sama serius."
"Baik Mam, nanti Richard sampaikan, tapi Mama sama Papa tolong silaturahmi saja dulu ke rumah Ameera."
"Boleh, apa yang sudah kamu persiapkan untuk melamar Nak Ameera?"
"Aku nggak tahu Mam makanya aku tanya Mama."
"Makanya sembuh dulu biar nanti sama Mama pergi beli sesuatu."
"Besok aja ya Mam, Richard sembuh kok paling tinggal bekas luka gores saja."
"Jangan memaksakan diri, dengar kata Mama! pastikan kamu sembuh dulu baru kita silaturahmi kenal dulu baru rencana melamar, muka seperti habis tinju begini apa kamu rela melihat poto dokumentasi kamu nanti begini? sabar, sabar semua akan ada waktunya."
"Iya Mam, Richard nurut deh sama Mama, Mama sudah pasti tahu yang terbaik buat Richard.
Mama Amalia begitu bangga dengan pencapaian putranya dalam bisnis dan usaha yang digelutinya bisa sampai sesukses sekarang, tetapi kekurangan dari seorang Richard putranya begitu banyak cacat dan cela terutama dalam menjalani kehidupan kesehariannya.
Menjalani kehidupan bebas dengan bergonta-ganti pasangan dan wanita jelas itu membuat miris hati orang tua, ditengah berlimpahnya harta dan kemewahan yang dimiliki putranya Richard seolah terperosok ke arah jalan yang salah.
Richard menjadi liar dan sulit di kendalikan dan tak masuk nasehat siapapun, tumbuh menjadi otoriter dan pembangkang juga pemarah.
Kini semua itu seolah hilang entah ke mana, Richard menyatakan ingin segera menikah, pembawaannya begitu berbeda dari terakhir Mama Amalia bertemu dan marah-marah saat di ingatkan kalau Richard harus ingat umur, karena usia sekarang Richard teman-temannya sudah ada yang punya anak duduk di bangku SMP bahkan SMA.
Richard marah marah dan tak terima ingatkan sama Mamanya menjawab dengan kasar dan memberi alasan.
'Semua orang tidak harus sama! pada punya cerita dan nasib masing-masing. Kenapa Mama harus memaksa aku untuk cepat menikah? padahal aku begitu enjoy dan senang menjalani kehidupan seperti ini bagiku pernikahan adalah ikatan yang mengekang segalanya.'
'Richard sayang, kebahagiaan yang hakiki itu ada dalam keluarga, dan keluarga itu diciptakan dalam sebuah rumah tangga, tiada kenikmatan lain selain kita berbahagia dengan orang yang kita cintai dalam satu ikatan yang sah.'
__ADS_1
Richard pulang dengan membawa rasa marah juga tak terima diingatkan sama Mamanya.
Mama Amalia dan Papa Isaak membiarkannya, sambil tetap berkomunikasi dengan orang terdekatnya Benny.
Sedikit banyak Mama Amalia telah mendengar semua perubahan Richard dari Benny, dari mulai gonta ganti pasangan, mengontrak Janeeta dan sekarang berubah drastis karena Ameera.
Sudah dari kemarin kemarin Mama Amalia dan Papa Isaak pengen banget berkunjung ke Puncak menemui calon menantunya yang kata Benny kayak bidadari, dan kemarin kebetulan Richard mendapatkan musibah kecelakaan di serang orang tak dikenal, Mama Amalia serta Bapak Isaak menjadi cemas langsung saja datang tanpa menunggu waktu lama lagi.
Mama Amalia sama Papa Isaak banyak punya waktu untuk liburan, sambil Mama Amalia melihat kesehariannya Richard.
"Richard sayang, Mama seneng kamu kini sudah berubah, itulah harapan Mama sama Papa, makanya sehat saja dulu jangan pikirkan apapun."
"Iya Mam."
"Nanti kamu ajak Nak Ameera buat beli segala keperluan lamaran kamu."
"Makasih Mama sayang, Richard seneng banget Mama suka sama Ameera ...."
"Kamu berubah, senang dan bahagia Mama pasti ikut senang sayang, semoga semuanya lancar seperti apa yang kita harapkan."
******
Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah 🙏
Blurb :
Kisah Cinta dari pasangan muda yang berawal perjodohan, sepwrtinya berbuah manis.
namun, masalah justru datang dari orangtua Ika.
lebih tepatnya, sang mama yang mendadak menolak pernikahan mereka, hanya karena hasutan dari masalalu Ika.
__ADS_1
akankah mereka menyerah atau mempertahankan,?
[17/5 17.33] Author Ag Sweetie: Perjuangan Seorang wanita bernama Aracelia Daneen Gunawan untuk meluluhkan hati seorang karyawan di kantor ayahnya. Hingga Ia mengubah penampilan demi menutupi identitas sebenarnya, bahwa ia pernah ada dalam kejadian masa kelam pria itu. Ali Danish Mahendra, nama pria yang terpaksa menikahi gadis culun. Putri sang bos tempatnya bekerja. Lalu bagaimana perjuangan Ara untuk meluluhkan hati Danish??