Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Paginya masih juga


__ADS_3

"Bang kerja nggak hari ini? Abang jangan sampai kayak dulu habis malam pertama nggak bisa bangun karena memforsir diri habis habisan kayak semalam Aku jadi kewalahan," ucap Hanna sambil memegang lengan dan menggoyangkan tubuh Benny suaminya.


"Hanna, Richard sama Ameera itu kalau malam libur sama siangnya bisa lima kali Aku mau mencobanya," ucap Benny sambil menarik kembali Hanna ke dalam pelukannya.


"Abang! Richard itu olahraganya juga kuat nggak kayak Abang nggak pernah olah raga, udah ah bangun jangan bikin penyakit aja!"


"Aku masih kuat Sayang Kamu kuat nggak?"


"Apa? tanya Aku kuat? cewek di mana mana juga pasti kuat hanya menerima transferan mendesah sudah," ucap Hanna di pelukan Benny.


Benny membimbing tangan Hana ke bawah perutnya dan Hanna mendapatkan sesuatu yang sangat spesial di bawah sana.


"Awww....ya ampun Bang doping apa kemarin kok sedikit sedikit gampang banget berubah Aku jadi takut!"


"Kok takut bukankah semua cewek suka yang begitu? pasti enak Sayang!" Benny terkekeh sendiri.


"Ah Abang bisa saja, bener pagi ini masih mau?" ucap Hanna membiarkan suaminya merambah dadanya.

__ADS_1


"Bukankan Kamu selama ini merindukan itu Sayang?"


"Ah Abang Aku jadi malu! tapi Abang bener-bener nggak punya perasaan!"


"Iya maaf, tapi mulai sekarang Aku tak mau melihat Kamu marah marah lagi jadi harus siap kapanpun Aku memberi kode!"


Benny benar-benar begutu dahsyat sampai pagi ini masih saja mau dan nggak bosan bermain di belahan dada Hanna yang merasakan gelanyar aneh saat suaminya asyik berada di situ menikmati buah kembar yang subur menggoda dengan kehangatan menagih, Benny sibuk memainkan dengan bibir dan lidahnya tanpa henti putik kecoklatan sambil tangannya meremas dan mengusap pangkal putik yang putih mulus begutu subur.


Hanna begitu geli tapi enak dan mengasyikkan saat bulu bulu di wajah Benny bersentuhan dengan dadanya.


"Ah kamu suami lagi senang di suruh cepet cepet selesai suami kerja terus marah marah, diem ah Aku lagi kangen pokoknya sekali lagi Aku sudah matikan ponsel biar Kita tenang berangkat siangan dikit nggak apa-apa asal Kita sudah puas."


Hanna hanya diam saat Benny memulai lagi entah yang ke berapa kalinya sejak mereka tidur, Hanna jadi kurang tidur begutu juga Benny.


"Masih ada yang bisa di keluarkan Bang?"


"Banyak Sayang tenang aja nggak lama Kita mandi sarapan dan segar kembali, ternyata Aku juga kangen banget Sayang ada sebulan nggak kita nggak beginian?"

__ADS_1


"Lebih!


"Ah masa?"


"Soalnya Aku menghitungnya."


"Pantesan, Hanna maafkan Aku kalau sudah di mulai tetap enak mau kapanpun juga mau pagi siang sore apalagi malam," ucap Benny sambil mempercepat tempo mengasah senjata kebanggaannya dan mengakhiri semuanya tepat jam 07.


Hanna bangkit dengan badan linu dan sedikit nyeri di pinggul dan pahanya ternyata suaminya masih ada dan begitu kuat, gagah sampai berkali kali mereka bisa menyelesaikan di tiap babaknya.


Mereka mandi bareng dan masih saling meledek, Hanna menggosokkan sabun tubuh suaminya yang kelelahan sambil sesekali memainkan sesuatu yang lagi tidak on di bawah perut Benny yang dengan senang di buatnya.


Berdua sekan melupakan masalah kemarin. Hanna pergi ke rumahnya ini dengan perasaan marah ternyata setelah di suntik langsung tokcer sembuh. Keharmonisan kenyamanan rumah tangga adalah bekerja dan berusaha tapi harusnya seimbang dengan hubungan suami istri yang berkualitas.


********


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2