
"Pap, kok belum berpakaian? sudah pesan makanannya belum? pakai piyamanya dong nanti ada yang antar makanan masa seperti itu?" timpal Ameera sambil berjalan keluar dari kamar menghampiri Richard yang hanya mengenakan celana boxer dan pakaian kaos dalam singlet saja.
"Aku pesan lewat jasa pesan antar masih agak lama kok datangnya Sayang," jelas Richard.
"Ya sudah Aku beresin meja makannya dulu sambil siapin piringnya," balas Ameera sambil balik badan menuju ke samping ruangan. Tapi Richard memanggilnya setelah Ameera menyimpan pakaian tidur suaminya sofa samping di mana Richard duduk.
"Mam masih lama makanannya datang pakaikan dong celana tidur itu," pinta Richard sambil tetap melihat lihat ponselnya.
"Ah, manja. Kayak Richie aja di bajuin segala," gerutu Ameera tapi tetap balik lagi sambil mengambil satu stel pakaian dari meja depan Richard duduk.
"Kan manjanya sama Mama saja. Mungpung Kita bisa berdua kalau ada Richie kan perhatian Mama tumpah sama Richie," balas Richard sambil tertawa.
"Ya sudah sini, sepertinya sudah mau start saja Papa ini?" goda Ameera sambil menyentuh bawah perut suaminya yang terlihat menggunung seperti sudah tak sabar minta di sayang dan di elus-elus.
"Itu efek Kita berdua dan sehabis nge-gym Sayang," kelakar begitu bangga saat Ameera mengelusnya walau dari luar.
"Papa pesan makanan apa?"
"Sate kambing muda sama buah yang banyak, kalau mau karbohidrat nya pesan juga kentang goreng kesukaanmu Sayang cukup segitu?"
"Papa masih kurang dopingnya masih saja pesan sate kambing?"
__ADS_1
"Buat malam kedua Kita Sayang," jawab Richard sambil tersenyum.
"Ada yang niat banget malam ini sepertinya ya?"
"Belum apa-apa sudah berontak kan tuh lihat!" bisik Richard sambil menunjuk bawah perutnya yang begitu keras.
Ameera mengelunya lagi sambil tertawa.
"Mama suka kan?" tanya Richard sambil memeluk Ameera yang mau memakaikan celana piyama tapi belum jadi-jadi.
"Nggak!"
"Ah Mama jangan suka bohong deh katanya suka yang lagi on begitu?"
"Ah Sayang ... Kamu bikin Aku nggak tahan aja." Richard langsung memamerkan junior jumbo kebanggaannya.
"Ah, Rich nanti dulu makanannya datang tuh," Ameera mengelusnya dengan lembut lalu menutup kembali junior suaminya dan memakaikan celananya.
"Iya Sayang sepertinya harus makan dulu dan siapkan tenaga ekstra buat pesta malam ini, Terimakasih Sayang telah datang kembali bawa kebahagian buatku," Richard badannya yang mulai menegang dan suhu tubuhnya sedikit naik dengan pandangan sayu menyusuri wajah Ameera dengan tangannya piknik bebas menyasar ke manayang Dirinya inginkan.
Ameera duduk di pangkuan Richard membiarkan suaminya bebas menikmati tubuhnya dan saat perlahan membuka dada ranum kesukaannya semua harus berhenti.
__ADS_1
tring ... tring ... tring
bel dalam rumahnya berbunyi tanda ada orang di balik pintu.
"Sayang biar Aku yang ambil makanannya."
Ameera mengangguk sambil bangkit juga menuju meja makan menyiapkan tatakan makanan karena merasa lapar juga.
Richard yang hanya bercelana piyama tanpa pakaian m ngambil makanan di pintu dan terdengar bicara basa-basi sama pengantar makanan lalu menutup pintu kembali.
"Sayang makan di sini saja nggak usah di meja makan enak makannya sambil pelukan."
"Ah Papa terlalu romantis, jadinya makannya gimana?" Ameera tak mengerti.
"Sini Mama duduk saja Papa suapi nanti kan Mama pernah bilang kalau suami istri itu harus satu piring dan satu gelas makan minum bersama bukan?" Ameera hanya tersenyum cuma mengambil piring sendok dan garpu juga air minum.
Richard yang kini bertelanjang dada siap makan dengan makanan yang di pesannya.
"Enak juga ya Pap makan malam-malam begini Aku lapar sih, tapi jangan sering sering makan seperti ini nggak baik bagi kesehatan," ucap Ameera Sabil menerima suapan suaminya dan tangan Ameera di paha Richard yang tersenyum melihat istrinya makan dengan lahap sampai semua makanan yang di pesannya habis.
"Boleh makan malam-malam tapi jangan tidur habis makan, bersihkan diri, istirahat, bercumbu dan start sampai pagi!" kekeh Richard sambil menyodorkan tissue pada Ameera.
__ADS_1
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️