Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Kencan panas


__ADS_3

"Oh alah Zen Sayang, semakin matang saja Kamu kini Aku jadi tak rela berbagi dengan yang lain!" bisik Tante Diana sambil mengelus dada Zen yang masih mengatur nafasnya setelah sekian kalinya malam itu melepaskan tembakan jitunya di goa sarang kenikmatan Tante Diana.


Mereka sudah berada di tempat tidur yang super nyaman, dan tak sembarangan orang bisa Tante Diana ajak sebagai tamu pribadinya di kamar ini.


"Zen, tadinya Aku pikir hanya Si munafik Richard yang bisa memuaskan Aku, Aku bercita cita ingin menggigitnya lagi dan menyesapnya sampai Dia melotot dan kejang, tapi Aku datang ke sini Dia menolak ku Zen dengan alasan sudah tobat dan punya anak istri juga keluarga sial banget! kini Kamu yamg jadi juara di hatiku Zen Aku suka semuanya Kamu nggak usah cari yang lain Aku ingin hidup bersamamu Sayang!" Tante Diana menjejalkan putik kecoklatan ke mulut Zen dan tangannya tak lepas di bawah perut Zen yang licin sehabis tempur dan melepaskan cairan kenikmatan.


"Ah Tante! kenapa harus menyebut nama Si breng*ek Richard? Aku jadi emosi semua berawal dari mereka semua usahaku berantakan dan sampai Aku di penjara! apalagi mengingat Si Kacung Benny yang begitu sombongnya ingin Aku patahkan lehernya!" Zen mengeluarkan putik kecoklatan dari mulutnya.


"Ssssst ... Kita hancurkan secara perlahan kerajaan bisnisnya jangan bermain terbuka kalau sama orang licik, tapi harus dengan cara licik lagi!"


Zen tersenyum, lalu merangkum bibir Tante Diana dengan sekali pagutan.

__ADS_1


"Zen Kamu masih kuat Sayang?"


"Tante meragukan Aku?"


"Oh, tidak Zen tapi istirahat dulu juga boleh rasanya Aku juga kewalahan berapa tahun Kamu tak bersarang karena Aku merasa Kamu seperti kekeringan belasan tahun!"


"Terakhir Aku berhubungan dengan penyanyi di klab malamku dan Aku begitu menyayanginya saat Aku di penjara Dia sedang mengandung benihku, Aku begitu mengingatnya kalau Anakku sudah lahir tentu sudah bisa jalan dan bicara sekarang Dia juga teman istimewa Si Breng*ek Richard tapi semua kandas sampai Richard menikah dengan pilihannya."


"Kalau harus jujur lebih memilih Annet kalau saja mantan istriku dulu memberi pilihan, tapi semua harus berakhir mungkin Annet sudah menikah dan kini entah di mana."


"Aku jadi cemburu Zen Sayang. Mungkin Dia juga mengagumi keperkasaanmu dan juga junior mu yang luar biasa ini?" Tante Diana mengusap bawah perut Zen yang penuh dengan bulu sampai ke pusar dan memainkan dan selalu saja berontak begitu keras.

__ADS_1


"Aku selalu memberi kepausan pada setiap wanita istimewa di sampingku seperti Tante Diana," Zen mengusap kepala Tante Diana dan membimbingnya kepala itu ke bawah perutnya.


"Waw ... Zen Aku suka sekali yang begini ukurannya, Aku melihatnya dari dekat benda yang membuat Aku kejang ternyata begitu **** dan perkasa banget dengan urat-urat yang besar menjanjikan kekuatan Kamu rajin merawatnya ya?" suara Tante Diana dari bawah sana.


"Tentu selama tidak di pakai Aku rawat dengan baik karena terbukti Tante begitu mengaguminya hahahaha..." Zen tertawa dan semakin membuat juniornya hidup kembali saat memenuhi mulut Tante Diana dan mengeluarkannya karena merasa keselek saat Zen sedikit menekannya.


Zen bangun seperti tak ada capeknya saat Tante Diana memasang kembali kantong berduri ke sekian kalinya.


"Zen, Aku puas banget Sayang malam ini ternyata pilihanku tak salah sudah berulangkali Aku melakukan pelepasan tapi Kamu masih saja kuat senjatamu yang kecoklatan ini begitu nikmat dan pas di mulut dan di lorongku!" Tante Diana dengan senangnya duduk di pangkuan Zen yang siap dengan episode selanjutnya.


********

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2