
"Aliyah? Andrea? kalian datang ke sini?" Ameera kaget saat melihat Aliyah juga adik iparnya Andrea datang ke tempat tinggalnya kini.
"Kak Ameera, maafkan Kakakku tadi Mama sama Papa begitu marah pada Kak Richard ada apa Kak?" Andrea memeluk Ameera setelah mencium tangan Ameera.
"Sssst ... masuklah duduk dulu mau minum apa?" ajak Ameera sambil menutup pintu.
"Aku sama Aliyah habis minum di mana Bayi Kakak?"
"Tapi Richie lagi tidur. Jangan diganggu dulu Aku baru saja ngobrol sama Bapakku panjang lebar tapi mungkin hanya awal pembicaraan, Bapak hanya bertanya maslah apa?"
Kak Richard tadi habis menelepon Kak Ameera trus teleponnya Kakak putus marah membanting ponselku Aku juga marah sama Kak Richard, habis semua tugas kuliahku tak bisa Aku pulihkan lagi. Aku ngambek dan pulang eh ke rumah datang Andrea katanya sama Mama juga Papanya."
__ADS_1
"Sudahlah semua masalahku dan Richard, tek baik berbagi sesuatu hal yang kurang baik dan sebagai Kakak Kami bukan memberi contoh yang baik tetapi Aku perlu mencari keterangan karena ini menyangkut privasi rumah tangga Kami yang merasa ternodai cukup Kami yang akan menyelesaikan semuanya."
Aliyah sama Andrea diam merasa kagum pada Ameera sebagai Kakak sanggup tidak memberikan bocoran tentang masalah rumah tangganya betapa pun mungkin Ameera sekarang dalam keadaan marah dan mengatakan tidak ingin memberi contoh yang kurang baik pada adik-adiknya."
"Hanya masalah rumahtangga biasa cukup Kakak yang akan meyelesaikannya hanya sayang Papa sama Mamamu tak bisa menemui Richie kecuali mereka diam-diam ke sini," ucap Ameera pada Andrea.
"Sebenarnya Kakak mau telpon Pak Benny mau mencari keterangan boleh kalian Kakak tunggal dulu?"
"Boleh Kak, Aku tungguin Richie sama Aliyah Kakak sana cari tempat sepi biar tenang bicaranya."
Ameera sudah lama pergi tanpa pesan meninggalkan suaminya dan harus meyelesaikan masalahnya tetapi rasa marah kecewa dan sakit hati menghalangi untuk segera pulang seperti anjuran Bapaknya Haji Marzuki.
__ADS_1
"Apapun masalahmu harus berusaha menyelesaikannya suka ataupun tidak Kamu telah terlalu lama meninggalkan suamimu seorang istri tidak diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa seizin suami ini sudah hampir dua minggu carilah solusi jangan hanya sembunyi dan menghindar tak ingi bertemu mungkin yang akan Suamimu jelaskan bisa Kamu pahami bisa Kamu maklumi dan Kamu maafkan!"
"Tak ada berkah dari pertikaian beda pendapat dan salah paham di antara suami istri terlalu lama."
"Suamimu uring-uringan dan cemas Kamu hanya tenang tenang saja di sini sudah Kamu tanya permasalahannya seperti apa?"
"Memisahkan Anak dari orang tuanya sangat tidak baik walaupun Anakmu masih kecil tetapi Anakmu itu adalah hak suamimu juga jadi Bapak sarankan sudahi semuanya silakan Kamu berpikir dulu dan bertanya mencari tahu bagaimana kebenaran masalah itu jangan mengikuti amarah beristighfarlah biar mendapat ketenangan."
Begutu banyak nasehat dan pepatah yang sangat dimengerti Ameera saat Haji Marzuki mengingatkan putrinya Ameera yang intinya Haji Marzuki tak ingin terus-terusan berbohong dan membohongi menantunya sendiri sedangkan dirinya seakan ikut sekongkol menyembunyikan Ameera dan cucunya.
Ameera juga mungkin hatinya sudah mulai lapang tidak terus-terusan mengikuti emosi dan egonya walaupun semua kejadian ada di depan matanya seperti keyakinan Ameera semua itu bukan bohong atau kata orang tetapi semua itu ada di depan matanya walaupun Ameera sendiri belum menerima pertanggungjawaban suaminya akan seperti apa.
__ADS_1
********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️