Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
-4


__ADS_3

"Kamu kelihatan capek banget Ameera! aku tidak mau kamu memforsir diri jangan-jangan setelah kita menikah nanti kamu malah tepar kecapekan, sakit gara-gara mengurus pernikahanmu sendiri, kenapa sih nggak mau mengajak orang lain?" Richard memandang sewot pada Ameera yang seakan tak mengindahkan kata-kata Richard, sibuk mengurus dan menempatkan semua properti dan perabotan yang diinginkannya.


Ameera mengusap keringat di pelipisnya dengan tissue yang disodorkan Richard. Dengan tatapan sedikit marah Richard memandang Ameera, kelihatan begitu khawatir ternyata Ameera keras kepala juga dalam hal sesuatu yang menyangkut keinginannya.


Kalau belum selesai semuanya masih saja di kerjakan, Richard bukan seperti itu kemauannya. Tapi Ameera merasa ingin cepat selesai dan bisa menikmati semuanya dengan puas.


"Aku punya ukuran dengan kemampuanku Rich! tak mungkin aku sampai kepayahan capek, ini juga sebatas aku mampu, tapi aku pengen menyelesaikannya, semua yang berat aku pasti nggak mampu itu bagian kamu, ganti nge-gym apa salahnya manfaatin di sini buat geser meja rias ku sana! kalau nggak mau aku minta bantuan tukang dari proyek."


ucap Ameera menanggapi ucapan Richard, sambil asyik menata, mengelap dan memajang semua di tempat yang diinginkannya.


" Nge- gym nanti di alihkan ke tempat tidur! Ameera kita kan bisa menyuruh orang lain walau cuma lap lap, siapa saja yang kamu percaya untuk mengurus semua properti di sini nggak usah kamu yang beresin, kamu tinggal menunjukkan saja ini mau ditaruh di mana ini mau disimpan di mana ini baiknya di mana udah-udah istirahat sini!"


"Rich, aku malah capek ngomong dan beri perintah, aku hanya mengerjakan yang kecil-kecil saja, kamu saja malah memandangi aku bukannya bantuin!"


"Aku belikan semuanya bukan ingin kamu capek, tapi menikmati, biarkan orang dengan senang hati membantu kita, kamu seperti orang pelit saja semua dikerjakan sendiri."


Ameera memandang Richard dengan tidak suka omongannya. Tapi tak bicara.


"Bukan itu, maksudku sayang, Richard meralat ucapannya ajak si bibi atau siapa saja yang bisa mengelap-lap begitu, kamu tinggal menunjukkan saja sesuai keinginan. Aku tak mau biarkan kamu mengerjakan semuanya kamu itu sebentar lagi akan jadi milikku."


"Hai Bos Richard! apa semua orang yang mampu terus masih bekerja itu berarti pelit? bagiku tidak, karena itu kepuasan bisa menata hunian sendiri aku akan bangga menikmatinya, apa salahnya aku beresin semuanya? sana buka lowongan kerja aku butuh yang bisa membantuku banyak banget, biar aku tak mengerjakan sedikitpun pekerjaan, apa itu sehat? begitu seharusnya?"

__ADS_1


"Kok jadi marah sayang?"


"Aku tidak marah, hanya pengen kamu mengerti Rich, tidak semua bisa dilakukan dengan uang dan orang lain tetapi ada hal yang bisa kita lakukan dengan perasaan, di kerjakan dari hati kita dengan keikhlasan. Aku tidak meragukan kasih sayangmu, tidak meragukan rasa cintamu, tapi aku tegaskan ada hal pribadi yang seharusnya seorang Istri lakukan seperti mengurus suaminya dengan tangannya sendiri, mengurus keperluan suaminya dengan tangannya sendiri, sampai mengerti keinginan suaminya, tahu kesukaan isi perut suaminya,ingn buat kalau bisa dengan tangannya sendiri itu adalah salah satu kenikmatan seorang Istri bisa melayani suaminya."


"Oke Ameera maafkan aku sayang, aku bawel ya? Aku hanya khawatir kamu terlalu sibuk aku tidak meragukan semua kemampuanmu untuk menjadi seorang istri yang baik."


"Boleh aku bantu?"


"Nggak usah, semua hampir selesai."


"Eh, Ameera kamu kalau keringatan kelihatan **** deh, serius!" Richard menggoda Ameera.


"Bukannya kalau **** itu saat nggak pakai pakaian? sana tuh lihat orang yang kerja di proyek ada yang nggak pakai pakaian semua pada keringatan kalau memang kamu tertarik dengan yang ****-****!"


"Habis ngomongnya ngawur aja!


"Hayo pokoknya tak aku lepaskan!"


"Rich! aku teriak nih, coba aja main paksa aku, aku bilang sama Bapakku biar di coret kamu dari daftar calon menantu yang baik!"


"Haaaaa ... ayo aja kalau berani lapor paling aku di nikahkan lebih cepat, Alhamdulillah!"

__ADS_1


Richard tertawa lepas setelah sekian lama dirinya tidak bisa tertawa seenak ini.


"Rich! kamu nakal pokoknya, lepasin aku, kusut nih pakaianku takut dikira orang kita habis ngapain!


"Enggak, soalnya kamu juga nakal sayang, kita sama sama nakal, empat hari lagi kita ngapain ya di sini?"


"Besok kita sudah sepakat tak bertemu dan keluar rumah, kamu manfaatin istirahat yang benar!" Ameera diam dalam pelukan Richard.


"Kamu sok pintar kalau nasehatin orang, istirahat yang benar! sendirinya pasti sibuk di rumah segala dikerjakan."


"Pekerjaan cewek ya di kerjakan cewek lah, aku bisa menebak paling kamu ke tempat gym atau ketemu temanmu Jody tanya pengalamannya. Iya kan?"


"Sok tahu kamu!"


"Ibumu sama keluarga kapan datang?"


"Besok!"


"Dah, lepasin malu ada orang."


"Perasaan aku nggak ikhlas nggak ketemu kamu tiga hari, kenapa harus ada acara begini sih?"

__ADS_1


"Ngaco kamu!"


__ADS_2