Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Lupa janji


__ADS_3

"Iya Sayang, tunggu Loka turun tapi mau kan ke tempat istimewa Kita?" bisik Richard di telinga Ameera membuat Ameera merinding karena hembusan nafas hangat Richard begitu terasa di pipinya.


"Loka bagus juga ya suaranya ternyata di balik kepolosannya ada keistimewaan lain ya Pap."


"Hemght ..."


"Waw, ternyata Loka mau bawain dua lagu Pap," Ameera tampak antusias.


"Tapi walau Mama bagus suaranya dan pintar bernyanyi Aku tidak mengizinkan Mama di lihat banyak orang dan di nikmati banyak orang walau suaranya cukup Aku yang mengagumi segalanya di diri Mama!" ucap Richard terlalu dalam dirinya jatuh cinta dengan Ameera menjadikan Richard sangat super protektif dan tak ingin melihat Ameera sedih, kecewa dan marah juga hal lainnya.


Begitu juga Richard tak mau melihat Ameera merasa tak nyaman dalam menjalani rumahtangga dengan Dirinya dan Richard berusaha ingin membahagiakan Ameera dan membuatnya selalu tersenyum terlebih kini telah hadir buah hati diantara mereka.


"Ah, emang siapa yang mau jadi penyanyi? cukup bernyanyi di rumah saja kalau hanya hiburan melepaskan segala beban. Kita punya banyak penyanyi kok tenang aja Pap Mama belum mau ganti profesi!"


"Hahaha ... profesimu sudah terlalu banyak dan paling nyaman jadi Istriku ya kan?" Richard merangkul Ameera sambil tertawa.


Ameera hanya tersenyum saja mendengar penuturan Richard suaminya.


Jody tersenyum melihat gaya luwes Istrinya di depan band pengiringnya dan memberikan sambutan tepuk tangan paling keras setelah Loka menyelesaikan lagu pertamanya dengan sambutan tepuk tangan meriah semua pengunjung.


"Jody begitu bangga pada Istrinya seperti Aku yang bangga juga sama Kamu Sayang," potong Richard sambil mengusap bahu Ameera dan berkali kali mendekatkan mukanya ke pipi Ameera.

__ADS_1


"Eh Pap, Aku telepon dulu Ibu ya takut Richie rewel," ucap Ameera sambil meraih ponsel dari dalam tasnya.


"Kalau nggak rewel izin nginep di sini ya Sayang sudah kelamaan Kita di sini tanggung ada temanku di Hotel bilang begitu ya!" jawab Richard begitu antusias seperti di beri jalan dan alasan.


Ameera hanya tersenyum saja mendengar keinginan suaminya.


"Ayo keluar sebentar di sini berisik ajak Richard sambil meraih pinggang Ameera dan berjalan keluar dan saat Jody meliriknya Richard memberi kode menelepon dengan jarinya, Jody mengangguk sambil mengacungkan jari jempolnya.


"Gimana Sayang, richie sudah tidur?"


"Iya Pap, Ibu bolehin Kita nginep di sini karena sudah malam, tapi Aku yang ragu takut Richie ganggu istirahat Ibu sama Bapak," ucap Ameera meragu.


"Kan cuma semalam Sayang." sergah Richard sambil tersenyum.


"Ibumu mengerti juga ya kalau Kita itu habis berpisah juga tadi sore habis nge-gym?"


"Papa aja yang memaksa."


"Tapi yang di paksa senang."


Cubitan Ameera mendarat di pinggang Richard.

__ADS_1


"Aw!" Richard menangkap tangan Ameera dan menggesekkan di mukanya bagian dagu kini jadi Ameera yang bilang aw. Richard terkekeh sendiri merengkuh bahu Istrinya dan sebelah tangannya membuka kunci pintu huniannya.


Pintu otomatis terbuka lampu taman dan gazebo terlihat terang tata ruangan telah berubah semuanya dari penempatan semua properti sampai tempat tertidur telah berubah saat lampu di terangkan.


Satu lagi hiasan buket bunga mendominasi tiap sudutnya.


"Wah, Papa ternyata romantis juga ya? Mama senang banget suasana baru ini," ucap Ameera sambil membuka kamar tidurnya yang sama lampu tidurnya sudah nyala dan penataan di dalamnya sudah berubah.


Ameera menyimpan tasnya di sofa mini dalam kamar itu dan membuka lemarinya terlihat deretan pakaiannya yang rapi sesuai klasifikasinya.


Richard tersenyum saat Ameera mengambil lingerie maroon yang begitu kontras di tubuh putihnya yang begitu mulus saat mengenakannya.


"Pap, pesan makanan bisa nggak sama buah apa aja Aku lapar kayaknya ini."


"Apa ada makanan spesifik dan istimewa buat makan malam Kita Sayang?"


"Terserah Papa saja!" sahut Ameera dari dalam kamar.


Richard yang duduk di sofa ruang tengah tersenyum sambil memilih makanan dari layar ponselnya.


********

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2