Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
MP Benny & Hanna


__ADS_3

"Hanna, ternyata Bos sudah tahu semuanya tentang kita." Benny yang masih duduk karena baru saja menelephon Bos Richard.


"Masa Bang? tahu dari mana ya?" Hanna ikut bangun juga duduk di samping Benny sambil mengambil selimut menutupi dadanya yang tak ber-pengaman lagi.


Benny menarik selimut itu perlahan tak membiarkan dada itu tertutup selimut, dan matanya menikmati keindahan dada yang begitu padat berisi, yang baru beberapa jam lalu dirinya menikmatinya dengan antusias.


Pulang di nikahkan oleh pemuka agama, mengantar kedua orangtuanya Benny langsung tancap gas ke rumah Hanna dan mengunci kamar mereka, di mobil tangan Benny sudah mulai piknik kemana-mana meraih semua yang terjangkau oleh tangannya.


Tapi Hanna menepisnya, karena takut celaka. Memberi pengertian pada Benny yang sudah nggak tahan sebegitu nya. Kalau sepuluh menit lagi mereka bisa melakukan dengan sepuas hati.


"Nggak tahu, tapi biarin lah, syukur juga Bos jadi tahu kita nggak usah memberitahukannya lagi, tapi kedengarannya seperti marah karena kita tidak bilang sebelumnya kalau kita mau nikah, apalagi menyinggung tentang kita yang nikah siri dulu." ujar Benny sambil memainkan sebelah tangannya di dada Hanna.


"Kok marah Bang kenapa?" Hanna membiarkan tangan liar Benny merambah daerah sensitifnya.


"Mungkin malu, aku sebagai anak buahnya tak mampu menikah secara resmi, padahal kita hanya sementara saja, sudah ada rezeki kita resmikan pernikahan kita ini ya sayang." Benny mulai mengulum sebelah pucuk kecoklatan yang begitu hangat, dan sebelah tangannya memainkannya tanpa henti, meremasnya, dan mengecupnya dengan lembut.


"Nggak usah di pikirkan Bang, besok juga biasa lagi." Hanna memejamkan matanya merasakan kehangatan dan lembutnya sentuhan Benny.


"Iya Hanna, maafin aku ya, aku sebagai suami hanya bisa menikahi kamu seperti ini dulu. Tapi tidak mengurangi rasa cintaku padamu dan mengurangi makna pernikahan kita, ini murni karena faktor keadaan kan kamu juga tahu keadaanku. Kita membangun rumah masa depan dulu sedangkan pernikahan ada solusi lain." Benny menjawab sambil melepaskan dulu isapannya.


"Iya Bang daripada kita menahan diri terus-terusan malah takut jadi penyakit, sekarang kita bebas melakukan apapun." Hanna semakin menekan dadanya di mulut dan muka Benny.


"Iya sayang, tapi aku rasanya masih berat belum plong semuanya, jagoan ku masih saja menantangnya."

__ADS_1


"Bang? ini baru jam sembilan Abang sudah naik dua kali kalau sampai pagi mau berapa kali?"


"Ssssst ... nggak apa kan sayang?aku cowok sehat Hanna, lama banget menginginkan saat-saat seperti ini, aku baru pertama melakukannya, belum pengalaman banget, makanya ajarin aku biar nggak cepet meletus di dalam kayak dua kali tadi!"


"Abang sih mainnya cepet-cepet banget, seperti di kejar-kejar apa gitu! sini aku ajarin yang slow aja dulu datar, baru menanjak, kalau sudah panas pacu terus gas dengan maksimal finish deh."


"Oke, Hanna mari kita mulai dari awal lagi, biar berat ke ujung jagoanku bisa segera plong!"


"Pemanasan dulu Bang, biar nggak kram, sangat penting itu, juga untuk memacu gairah lebih dan kita bisa mengeksplor semuanya dengan maksimal."


"Kamu benar-benar pengalaman sayang, aku suka banget. Tapi awas kalau nanti aku sudah biasa aku akan genjot terus, kamu harus siap ya?"


"Abang itu belum seberapa, aku main baru dua kali tadi, aku jauh belum *******, bikin aku klenjotan Bang."


Hanna mengusap wajah Benny, menatapnya seakan nggak percaya kalau mereka baru saja menikah dan sekarang telah resmi menjadi suami-istri.


Benny juga merasa nggak percaya, memandang wajah cantik asisten Bis Richard itu seperti tak percaya kini telah menjadi miliknya.


Mereka bertatapan saling tak percaya, dan saling senyum.


Benny menyelusupkan mukanya kembali di dada Hanna, Hanna menggelinjang dan menarik kepala Benny, tapi Benny begitu betah di dalam kehangatan empuk di area itu, mengecap sesuatu yang kenyal tanpa rasa, tapi hangat dan nikmat dirasakan.


"Oke Hanna, aku akan bikin puas kamu malam ini."

__ADS_1


"Aku nyamannya gaya begini Bang." Hanna mempraktekan gaya yang sangat di sukanya.


"Oke sayang, mau berapa lama aku gas dengan cara seperti ini?"


"Bang, aku nggak tahan naik deh aku mau menikmati klimaksnya Bang."


"Sangat siap Hanna, aku nggak biarkan kamu tidur malam ini, pokoknya tiap dua jam sekali aku akan menikmati kamu seperti sekarang ini!" Benny mulai menghunuskan pedangnya tepat di sasaran dan mulai mengasahnya.


"Memang Abang nggak akan capek?"


"Nggak! aku masih kuat Hanna, aku nggak kalah kuat sama Bos Richard, dulu aku pernah pancho sama dia kadang kami saling kalahkan." Benny bicara sambil memacu hasratnya di atas tubuh Hanna dengan nafas ngos-ngosan.


*****


Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️



Aku Mafia Bukan Bidadari


By : Indah Wu


Velia Selkova pergi ke negara lain untuk memulai kehidupan baru setelah dikhianati suaminya. Tak pernah disangka setelah tiba di negara tersebut dia mendapat musibah yang membuatnya menjadi seorang ketua mafia.

__ADS_1


Terjun ke dunia gelap selama beberapa tahun membuatnya menemukan fakta yang mengejutkan tentang masa lalunya. Velia memutuskan kembali ke negaranya untuk mengungkap kebenarannya.


Deon Alexander yang terkenal sangat perfectsionis dan gila kerja memiliki saingan di yang tidak bisa dikalahkannya dengan mudah karena memiliki klan mafia yang cukup kuat. Pertemuannya dengan Velia Selkova membuat Deon Alexander ingin membuat kesepakatan.


__ADS_2