
Jody mulai menelusuri bagian tubuh lain istrinya dengan lembut, dengan ciuman sayang dan bisikan manis. Jody mengambil tangan Loka diarahkan pada senjatanya yang lagi on di bawah sana, awalnya Loka begitu bergidik dan menarik tangannya kembali, tapi berulang kali Jody mengarahkan kembali tangan itu pada satu titik di bawah perutnya, akhirnya loka mau juga memegangnya, bahkan dengan kedua tangannya segala.
Jody senang banget merasa jadi awal yang baik, setelah Loka berkenalan dengan senjatanya dan terasa begitu akrab.
"Usap-usap dong sayang, aku tahu kamu sudah menginginkannya tapi kalah oleh rasa takutmu."
"Mas!"
"Hemght sayang, enak banget terus usap-usap …."
"Mas!"
"Apa sayang? sini punya kamu juga aku usap-usap juga ya."
"Aku mau mencobanya!"
"Hah? apa? oke Loka sayang, kita menuju ke arah itu, lepaskan pegangan tanganmu di senjataku itu." Dengan perasaan girang Jody langsung bangun dari memeluk dan menghimpit Loka.
Loka menurut, melepaskan pegangannya pada senjata Jody yang mencapai maksimal ukurannya. Lalu memposisikan tubuh Loka biar senyaman mungkin berada di bawahnya.
Jody mulai membuka kedua pangkal paha istrinya dengan sangat perlahan sambil tak lepas mencium bibir loka dan bergantian ke dadanya juga lehernya membuat Loka menggelinjang dengan tak sadar membuka pahanya sendiri.
"Mas, hati-hati pelan ya!" Loka mengingatkan layaknya Jody lagi mengendarai kendaraan.
__ADS_1
"Iya sayang, pasti!"
Jody mulai melancarkan aksinya, berusaha mengokang senjatanya, dengan cengkraman Loka yang terasa kuku dan jarinya mencengkram pangkal lengannya dengan kuat
Satu kali Jody mencoba meleset, dua kali masih saja susah, dan meleset lagi dan lagi dan kesekian kalinya akhirnya gol juga. Jody merasa lega tapi Loka seakan histeris.
"Aaaaaaah, ugh ugh ugh, Mas! aaaaaaw ...." teriakan panjang Loka yang spontan begitu keras membuat Jody memeluknya dan membungkam mulut Loka dengan ciuman.
"Ssssssssst …! sudah gol sayang, peluk aku, nikmati, pejamkan matamu jangan melotot begitu, bikin aku takut saja!" bisik Jody di telinga Loka.
Loka merasakan sakit dan perih di bawah sana, seperti mengganjal begitu besar di selangkangannya. Rasanya pengen cepat menyelesaikan dan bagaimana penyelesaiannya Loka belum paham sama sekali.
Loka tetap begitu erat memegang kedua tangan Jody, dengan raut muka berubah ubah, sulit untuk di gambarkan, kadang melotot, kadang mengernyit, kadang seperti menahan satu rasa entah rasa apa.
"Kita mulai sekarang ya pegangan ke mana pun kamu mau! ke leherku, ke tubuhku, ke seprai kemana saja." ucap Jody mulutnya hampir kena di telinga Loka
"Sh sh sh sh sh sh ... Mas. Katanya tadi sudah, kok belum turun?" tanya Loka sambil tetap berpegangan pada pangkal lengan Jody yang mengungkungnya.
"Loka sayang, itu baru permulaan, aku baru menemukan jalannya. Nikmati saja lama-lama juga enak kok, yang tadi itu aku telah merubah status kamu, sekarang kita jalan jalan ya sayang santai saja, sekarang kita sudah menyatu dan baru akan mulai kegiatan pokoknya."
Loka diam berusaha paham, dan menikmati semuanya, sedikit merasa rileks tangan Jody sudah tak seperti di cengkram lagi, beralih tangannya mengusap dada dan leher Jody, membiarkan Jody dengan segala kegiatan yang diinginkannya di atas tubuhnya.
Loka merasakan begitu panas tubuh mereka saat menyatu, dan gerakan teratur suaminya mulai di rasa nyaman, Loka berusaha mengikuti iramanya membuat Jody ingin bersorak dan sesekali mencium dan menggigit kecil bibir Loka yang tak berhenti mendesah seirama mengiringi gerakan Jody.
__ADS_1
'enak juga ya hubungan suami istri itu!" Loka mulai ada senyum di bibirnya, Jody tahu istrinya sudah begitu menikmatinya.
Tak butuh waktu lama Jody untuk bisa menyelesaikan semuanya, karena semua terasa sudah memuncak. Jody tak berpikir Loka puas apa tidak. Untuk permulaan tak bisa di tahan lagi meletus di dalam dengan penuh kenikmatan.
Jody mengerang dan kelenjotan di atas tubuh Loka lalu memeluk Loka dengan erangan panjang.
"Sudah sayang, peluk aku!"
Loka memeluk Jody yang lagi mengatur nafasnya, Loka mengelap keringat di wajah dan badan kekar Jody, sambil tangannya tetap bermain di kuncup dada padat Loka.
"Kamu keringatan sayang?" tanya Jody sambil membelai bibir Loka dengan jarinya.
"Mas sudah mainnya?"
"Sudah sayang, sudah pecah di dalam. kita istirahat dulu nanti kita mulai lagi." Jody menyibak rambut yang menjuntai di muka Loka.
"Aku kok belum merasakan nikmatnya Mas. juga belum capek cuma perih sedikit" ucap Loka polos
"Karena tadi kamu baru merasakan awal saja, dan kamu masih begitu takut untuk pertama kali melakukan penyatuan, nanti kalau kamu sudah biasa pasti akan merasakan nikmatnya."
"Ayo mas kita mulai lagi!"
"Hah? yang bener sayang?
__ADS_1
"Aku mau merasakan nikmatnya."
"Dengan senang hati sayang, ayo berapa ronde pun siapa yang kalah duluan apa aku yang begitu pengalaman apa kamu yang baru dan begitu penasaran?"