Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Bisikan sahabat


__ADS_3

"Kalian akhirnya datang juga, calon pengantin yang sangat serasi, gue dari tadi yang di tunggu hanya lo Rich sama Ameera, teman sekolah sudah pada berpencar entah di mana, yang tinggal dan dekat hanya lo, paling relasi kerja saja yang hadir ke sini teman sudah pada nggak ada pada jauh dan gue juga nggak tahu alamatnya satu satu." sapa Jody menyambut Richard yang menggandeng mesra Ameera. Dari jauh Richard sudah tersenyum lebar.


"Iya Jody, selamat buat kalian berdua semoga kali ini adalah yang terakhir pengembaraan cinta lo."


"Pasti, ini yang terakhir, gue sudah punya yang begitu cantik jadi gue nggak perlu larak lirik lagi." Jody melirik Loka yang tersipu di sampingnya.


Ameera mengikuti Richard menyalami kedua pengantin.


"Hai Loka, selamat ya kamu cantik banget di samping orang ganteng yang satu ini, tapi kamu harus hati-hati sekarang begitu baik, tapi nanti malam dia akan berubah ke wujud aslinya, liar dan buas!" ucap Richard di hadapan Jody dan Loka.


Jody mencium pundak Loka dengan sayang dan menggenggam tangannya, seolah menenangkan. Loka hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi candaan teman suaminya.


"Rich, mari gue antar kalian mencicipi makanan sekalian gue juga sama Loka biar makan sekalian karena rasanya sudah begitu penat dan capek jadi pajangan di sini." ajak Jody.


"Harus dong, pengantin harus banyak asupan makanan biar strong begadang semalaman, istimewa banget kita sayang kita makan ditemani sama pengantinnya langsung." Richard melirik Ameera di sampingnya.


Richard berjalan duluan bersama Jody turun dari pelaminan dan Loka diangkat ekor gaun pengantinnya sama seorang pagar ayu didampingi Ameera berjalan menuju ke ruang makan eksklusif.

__ADS_1


"Lo gimana rasanya nikah kali ini?" tanya Richard setelah mengambil makanan duduk dan mempersilahkan pasangan mereka duduk juga di hadapan mereka.


"Terus terang saja gue tetap deg-degan saat ijab qobul bro! karena mungkin saat ini adalah pernikahan gue saat usia begitu dewasa gue menyadari walaupun beberapa kali gue sudah melakukan ijab qabul tetap kali ini yang dirasa gue begitu sakral." Jody bicara serius.


"Syukurlah bro semoga dalam pernikahan lo yang sekarang mendapatkan kebahagiaan seperti yang loh dan keluarga lo harapkan."


Jody menyuap makanan tanpa terganggu oleh situasi di sekelilingnya, makan seperti biasa begitu lahap mungkin karena capek atau belum makan sama sekali, beda lagi dengan Richard yang dirinya begitu merasa kenyang hanya dengan memandang wajah Ameera di hadapannya.


"Bagaimana rencana pernikahan kalian? seminggu lagi setelah gue kan? semoga kalian sampai pada waktunya bisa menjadi suami istri seperti gue sekarang."


"Alhamdulillah jadi dong, semoga semuanya lancar."


"Mungkin seperti yang lu rasakan, seperti itu juga mungkin perasaan gue."


Ramah tamah perbincangan dan obrolan santai mereka akhirnya selesai juga, Richard sama Ameera pamit. Richard memeluk Jody sekilas dan menepuk pundaknya sambil menumpahkan kebahagiaan pada sahabatnya dan Ameera juga memeluk Loka dengan tak hentinya mengucapkan selamat semoga pernikahannya menjadi pernikahan yang samawa dan mereka berjanji pasti tetap akan bertemu dan akan tetap bersahabat.


"Lo nge-gym dulu nggak?" bisik Richard di telinga Jody saat Jody mengantar Richard sama Ameera sampai ke pintu keluar gedung resepsi.

__ADS_1


"Pasti bro!" jawab Jody spontan.


"Lo harus ingat jangan grasak-grusuk dulu takut pasangan lo kaget melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya."


"Haaaa .... lo bisa aja Rich, kalau itu gue sudah jadi pakarnya."


Richard dan Jody tertawa berdua menimbulkan rasa heran di pikiran Amira apa yang dibicarakan dua laki-laki bersahabat itu pasti tidak ada yang lain selain obrolan jorok mereka.


Dengan masih tertawa Richard menjalankan mobilnya dan melambaikan tangannya pada Jody dan Loka yang mengantar mereka dengan perasaan sukacita dan roman bahagia.


"Rich! apa yang kalian bicarakan sih? pakai bisik-bisik segala?"


"Obrolan dan pembicaraan cowok sayang, sebaiknya cewek jangan dengar karena akan bikin panas dingin dan merinding."


"Aneh kalian itu ngobrol nggak jelas banget!"


"Jelasnya seminggu lagi sayang."

__ADS_1


Ameera mendelik tetapi Richard malah tertawa sendiri terkekeh begitu nikmatnya, membayangkan Jody di malam pertamanya.


__ADS_2