Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Jody yang jadi letoy


__ADS_3

"Kamu serius dengan masalah mu itu Jod?" tanya Richard lagi merasa tak percaya saja Jody yang kelihatan sempurna kenyataannya punya keluhan.


Keluhannya memang jadi topik pembicaraan mereka yang paling sensitif.


Walau banyak tidak percaya Richard berusaha mendengarkan keluhan sahabatnya itu. Kalau obrolan sekwilda atau sekitar wilayah dada dan paha selalu jadi bahan obrolan yang mereka bahas serius apalagi kalau ada Benny Si alim tapi ganas juga, itu menurut Richard sama Jody memberi julukan kada Benny dengan seenaknya.


"Betul itu Bos, maksudnya Aku mau tanya apa Bos pernah mengalami saat penurunan daya stamina juga hasrat seperti Aku ini?" tanya Jody sambil mandang wajah tampan Richard. Konsultasi di mulai dari bisik bisik ngomong ceplas-ceplos dan bicara gamblang nggak ada yang di tutupi sampai tertawa ngakak dalam canda.


"Aku belum pernah malah Jod, Ameera yang pernah bertanya katanya takut ada kelainan karena Aku nuntut begitu banyak waktu untuk bercinta seakan tak ada puasnya, tapi Aku menyakinkan kalau itu normal normal saja dan Aku enjoy melakukannya karena memang hobi ku main!" jawab Richard jujur apa adanya.


"Hahaha....baru Aku dengar ada hobi main Bos ada juga hobi itu piara burung, koleksi barang antik apa gitu atau mancing kalau hobi main itu kesenangan semua orang Bos!" Jody terkekeh sendiri bayangin Richard sahabatnya Si gila main.


"Tapi Aku lain, Bisa lebih dari orang lain Jody. Aku bisa main malam dua kali siang dua kali! malah kata Ameera melebihi dosis minum obat hahaha ...." Richard terkekeh sendiri diikuti Jody yang sama-sama ngakak.


"Busyet apa itu masih berlaku sampai sekarang? Biasanya kalau pengantin baru yang seperti itu maksudnya sampai istri Bos sedang hamil juga masih seperti itu iramanya? merosot terus tuh kolor!" Jody tertawa sambil mengerutkan kening karena pengalaman dirinya istri hamil pasti ada keluhan dan mood bercinta memang menurun.


"Iya, Ameera juga senang senang saja malah Dia belum bisa tidur kalau belum melakukan kegiatan itu! sampai besoknya mau lahiran Kami masih enjoy sama-sama ngos-ngosan. Aku sama Ameera nginep di villa malamnya dari siang Kami di villa di kamar aja Aku masih sempat nengok putraku yang masih di dalam perut nikmat saja rasanya." Richard bicara biasa saja. Sambil membayangkan pesta nanti setelah Ameera memberikan lampu hijau yang kata Jody seperti bulan madu ke dua.


Walau tak jujur Richard tetap menghitung hari demi hari dan nanti saat kebahagiaan itu datang di rumahnya bisa bebas dan bersuka cita bersama-sama Ameera juga Bayi Richie tentunya.


"Hahaha ... luar biasa Bos! patut di tiru on terus ketemu sama Istri yang tak banyak protes jadi enjoy saja apalagi sama doyan main cocok banget sudah!" sahut Jody dengan tertawa.


"Loka kelihatan tambah cantik Lo pajang terus nggak di pakai-pakai?" tanya Richard sambil melihat raut muka Jody yang kelihatan awet muda dan tetap tampan.


"Ya di rawat lah Bos masa di pakai terus? kayak guci antik aja di pajang ya di rawat di lap terus biar mengkilap istri kan pakaian Kita. Akhir-akhir ini malah Aku yang tak pernah nge-gym makanya kalah telak sama Loka. Katanya Loka mau tanya resep biar punya Anak sama Bu Ameera." Jody menyampaikan keinginan istrinya.


"Resep gimana? biasanya kalau resep kalau bukan obat pasti resep masakan setahuku Kamu saja yang kurang strong itu Jod," jawab Richard tertawa.


"Pokoknya Loka mau hamil dan punya anak begitu semangat banget soalnya kemarin habis minta izin pulang ke rumah orang tuanya berkunjung dan pulangnya mampir ke temannya yang dulu kerja bareng di tempatmu Rich itu Annet mantan teman luar dalam Bos Loka melihat Anaknya jadi ngereyeng aja mau hamil Aku bingung main tiap malam tapi Loka nggak hamil hamil." Jody sedikit mengeluh.

__ADS_1


"Tanya aja sama Ameera bagaimana jawabannya nanti sekalian aja kalau mau bertemu paska lahiran nanti sama Aku sekalian pulang," jawab Richard. Tanpa membahas lagi soal Annet yang di ceritakan Jody.


"Aku hanya ingin menuntaskan keinginan Loka saja biar bisa mengerti."


"Kok Kamu nggak tanya Aku resepnya seperti apa Jody? sepertinya kalau kecapekan dan Istrimu terlalu menuntut jadi membuat hati dan pikiran kalian tidak nyaman lagi melakukan hubungan suami istri yang seharusnya dijalani dengan enjoy," ucap Richard memberikan sedikit trik biar main selalu prima dan stamina on terus.


"Mungkin juga ya?"


"Capek kerja kurang olahraga jelas menjalankan stamina dan gairah hubungan suami istri," jelas Richard.


"Emang Ameera tinggal di mana sekarang?"


"Di rumah orangtuanya sejak pulang dari Rumahsakit."


"Oh ya? di kira Aku ada di belakang di tempat Bos tinggal eh tahunya di rumah orangtuanya?"


"Sekarang saja Kita ke sana Bos jalan kaki kan? Loka masih ngobrol sama istrinya Benny kelihatannya." Jody menengok ke luar tapi Loka tidak ada di sana.


"Mau naik mobil juga boleh jalan kaki juga lumayan sedikit menggerakkan badan ayo aja!" sahut Richard sambil memasukkan ponsel ke dalam saku celana dan mematikan laptopnya.


"Masih suka iseng berselancar mencari gaya baru Bos?" celetuk Jody sambil berjalan keluar di samping Richard.


"Hampir nggak pernah karena nggak ada waktu buat apa? sekarang semua bisa langsung praktek dan cari gaya sendiri lebih enak! Kamu tahu istriku tabu lihat hal gituan."


"Iya ya lupa kalau istri Bos santri dan alim."


"Tapi jangan salah pelayanan nya maksimal loh Jod tadinya Aku kira Akan malu malu tapi kalau sudah di kamar wih semua membuat Aku tak bisa berpaling."


"Namanya pada suami ya semua orang juga begitu Bos apalagi saling cinta sama istriku juga kayak banyak cemburu takut burungnya cari sarang lain kayaknya hahaha ...." Jody terkekeh lagi sambil melambaikan tangan pada Loka yang lagi ngobrol sama Hanna di taman Hotel.

__ADS_1


"Hanna ikut yuk lihat jagoanku yang tiap hari kelihatan begitu pangling."


"Belum beres Bos masih ada yang di tunggu dan ada yang mau kirim kebutuhan dan perlengkapan nanti saja sama Bang Benny."


"Ya sudah sampaikan sama Benny jangan begadang tiap malam ya! tengok istrinya gitu!" ucap Richard bermaksud bercanda sama Hanna.


"Yee ... kalau Bang Benny semangat terus! Bos sendiri yang lagi di karantina emang enak?" balas Hanna sambil nyengir.


"Sialan Aku di karantina? paling dua minggu lagu Hanna!"


"Huh mimpi! sabun tuh mau datang di kirim pemasok!"


"Hahahaha dasar!" Semua jadi tertawa.


Richard sama Loka juga Jody akhirnya naik mobil karena Richard nggak mau jalan kaki.


"Nginep di hotelku ya malam ini biar suasana baru jangan di kamar rumah saja lama-lama bosan nanti," ucap Richard sambil memandang Loka duduk di sebelah Jody yang memegang stir memegang kemudi.


"Gimana Mas Jody saja." jawab Loka singkat jawab penawaran Richard.


"Boleh kalau Kamu mau Sayang," ucap Jody Sabil memegang paha Loka.


"Nanti saja pegang pegangannya kalau sudah check-in kamar ngapain biar Aku tergoda ya?" sungut Richard.


"Hahaha...." jody tertawa dan Loka hanya tersenyum mukanya langsung merona.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2