
"Ya Ben ngapain pagi-pagi sudah telpon? Aku masih pelukan nih di tempat tidur!" canda Richard padahal sudah mandi dan berpakaian rapi kini sudah duduk di meja makan mau sarapan sambil tangannya tetap di paha Ameera yang duduk di sebelahnya. Ini pagi pertama bawa Richie tidur di huniannya di Hotel.
Tadinya Ameera begitu malas mau ke tempat huniannya ini tapi setelah semua berubah untuk pertama kalinya datang ke sini akhirnya nginep juga setelah Richard merayunya dan kini malah boyong Richie juga.
"Sama Bos Aku juga baru bangun, tadinya mau nambah tapi siang dan istriku sudah ngomel aja katanya kalau masih mau pagi bangun nya jangan sudah siang malah mau nambah!" Benny terkekeh menirukan ucapan Hanna di sambut tawa Richard.
"Kalau Lo jujur begini nggak apa nambah aja lagi Gue maklumi kalau Lo datang kesiangan nanti karena Gue juga nambah pagi ini Ben!" balas Richard di selingi ngakak sambil sarapan.
"Hahaha ... makasih Bos. Bos jadi tidur di Hotel bawa Richie?" tanya Benny senang mendengarnya kalau Bu Ameera sudah mau diajak ke tempat huniannya lagi atau karena desainnya yang berubah dan juga penataan ruangan yang lebih dipercantik sehingga Bu Ameera menjadi betah.
"Jadi dong, Gue nggak akan marah kalau soal urusan itu karena Gue paling pengertian dan merasakan sendiri kalau lagi mau nggak bisa di bendung." Jelas Richard masih dengan tawanya.
"Ya sudah, ada kabar kurang baik Bos datangnya semalam Aku lagi nemplok di tubuh istriku sepertinya jadi ponsel nggak di buka saat itu karena tanggung lagi seru-serunya sudah itu lupa langsung tidur. Ada orang Kita yang melaporkan kalau Tante D ternyata sudah gabung sama Zen bekas manajer klab malam di The Rich Hotel yang di kota."
"Terus masalahnya apa buat Kita?" Richard biasa saja menanggapinya.
"Bos kayak tidak tahu saja kalau mereka itu semua pada licik dan bisanya hanya memanfaatkan, seperti yang sudah sudah."
__ADS_1
"Apa mereka punya arah tujuan itu padaku Ben?"
"Bisa jadi, kemungkinan itu begitu terbuka lebar Aku sendiri punya masalah sama Zen, sepertinya Dia dendam padaku saat Aku pecat instruksi dari Bos waktu itu Aku tantang saja duel kalau sudah keluar dari penjara. Sekarang di bebaskan sama Tante Diana sepertinya mereka buat kongsi, jadi Aku ingat tantanganku sendiri Si Zen sepertinya emosi waktu itu karena tidak terima semua usaha ilegalnya Aku bongkar."
"Apa Lo melihat persekongkolan mereka Ben?"
"Aku melihatnya begitu, walau itu baru pandanganku saja Bos."
"Baik Benny, stop Aku lagi sarapan sama Istriku nanti di kantor Kita bicaranya," potong Richard sambil menyudahi sarapannya.
Klik! sambungan telepon di putus dan Richard jadi termangu.
"Ada apa Pap?"
"Nggak ada apa-apa hanya masalah kecil semua pasti bisa di atasi," elak Richard sambil tersenyum.
"Oh ya, gimana sudah dapat asisten Pak Benny itu belum?"
__ADS_1
"Belum Sayang, tak mudah juga cari orang yang langsung cocok dan visa dipercaya perlu waktu tahu dan adaptasi kebersamaan paling Hanna saja diefektifkan selagi belum dapat orang yang cocok."
"Oh, ya sudah Aku mandiin Richie dulu Papa siapin Air hangatnya ya terus antar Richie ke rumah Ibu dan Aku ke Agrowisata," ucap Ameera sambil bangkit melihat Richie yang sudah bangun dan main sendiri di boxnya.
"Wow, tugas Papa pagi hari mulai banyak ya rupanya," sahut Richard membuntuti Ameera yang masuk ke kamarnya melihat Richie dan menyapanya lalu menciumnya dengan perasaan sayang.
"Iya lah kan hasilnya juga ada nih." Ameera mengendong Richie yang mulai aktif ngoceh memasuki usia mau tiga bulan.
"Papa siapin air mandi dulu Sayang," ucap Richard sekali lagi mencium Richie dan menidurkannya di tempat tidur mereka.
"Pap! jangan sembarangan nanti jadi kebiasaan Richie ditidurkan di situ Aku takut jatuh apalagi sudah mulai aktif sekarang sementara Aku juga sibuk siapin perlengkapan pakaiannya! di boxnya aja biar tenang." Ameera begitu bawel kalau urusan Anak.
"Baiklah! Pindah Sayang Papa salah." Richard memindahkan lagi Richie ke box tidurnya.
Kesibukan baru keluarga kecil itu begitu sukacita setiap paginya.
Ameera dan Richard begitu menikmati kesibukannya walau terkadang Richie bikin Richard cemburu.
__ADS_1
******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️