Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Ciuman pertama Richard


__ADS_3

Seseorang pelayan masuk membuat troli makanan dan minuman karena pintu terbuka sang pelayan mengetuk pintu membuat Richard dan Ameera yang lagi berjalan-jalan di taman melirik bersama-sama.


Richard memberikan kode kepada pelayan untuk masuk dan menyimpan makanan serta minuman dan pelayan itu kembali lagi setelah membungkuk memberi hormat terhadap Richard dan juga pada Ameera.


"Sayang, minumannya datang mau minum di mana? di sini apa di gazebo itu?" tanya Richard memandang wajah Ameera yang masih mengagumi semua isi ruangan itu.


"Kamu yang menjamunya mau di mana? aku kan tamunya jadi kamu dong Rich yang tentukan aku manut dimanapun kamu ngajak aku duduk."


"Aku maunya di tempat tidur Ameera, tapi itu tak mungkin." Richard berbisik di telinga Ameera, membuat Ameera salah tingkah, dan wajahnya memerah walaupun tahu itu adalah bercanda.


"Ih, kamu kelewatan Richard!" Ameera cemberut. Ameera memukul tangan Richard dan Richard menangkapnya, menarik perlahan tangan Ameera lalu reflek memeluknya. Ameera diam tapi Richard yang merasa bersalah sendiri, takut merasa memanfaatkan kesempatan, Richard melepaskannya tubuh Ameera yang kelihatan salah tingkah.


Ameera merasa lemas sekujur badannya, walupun sama hatinya juga begitu mendamba, tapi semua terhalang aturan dan etika.


"Haaaa ... bercanda sayang, kita kan sudah sama-sama dewasa, jadi bercandanya seperti apa ya? sudah maaf ya aku memang kurang sopan."


"Richard, apa Hanna asisten pribadi kamu?" Ameera menjawab ke arah lain seperti mengalihkan kejadian barusan.


"Iya, kalau bukan dia yang urusin segala keperluan aku siapa lagi? dia sudah tahu seperti apa kebiasaan aku, menyimpan segala barang-barang ku, sampai yang sekecil-kecilnya, makanan yang biasa aku makan, yang suka dan nggak suka, selain itu Hanna juga punya tim bukan dia yang mengerjakan dia hanya leader nya saja, karena Hanna juga punya tugas mengatur karyawan juga dan punya meja sendiri di kantor.


"Aku belum begitu kenal sama Hanna Rich, sepertinya dia orang yang telaten banget."


"Memang telaten, cekatan dan pintar makanya aku cocok sama dia tapi sekarang dia mungkin lagi senang-senang sama Benny, lalu kita kapan menyusul sayang? rasanya aku begitu nggak sabar."


"Masa lihat orang menikah kita ikut-ikutan, apa orang bercerai juga kita akan ikut-ikutan?"

__ADS_1


"Nggak begitu juga sayang, tapi kita bisa saling sayang dan pacaran setelah menikah nanti, sekarang semua serba terbatas."


Richard memberikan satu gelas piala tinggi jus stroberi ke hadapan Ameera, Ameera menyambutnya dengan senyuman.


"Makasih Rich."


"Iya, sayang."


Berulangkali Ameera ingatkan Richard jangan memanggil dirinya sayang, karena kebiasaan akan terbawa saat mereka sedang bekerja dan semua tidak akan terkontrol dihadapan Pak Bagas dan Bapaknya.


Ameera khawatir semua itu akan membuat irama dan suasana kerja mereka menjadi terganggu tapi memang Richard sangat bandel tak bisa sekali dua kali diperingatkan. Ameera masih bisa menerima kalau mereka saat berdua tapi kalau nanti dihadapan Bapaknya apa yang akan terjadi? tak apa kalau saat mereka berdua tapi sepertinya Richard sangat profesional tetapi Ameera belum melihat secara langsung.


Mereka minum sambil berjalan-jalan di taman kecil pinggir kolam renang, Richard begitu perhatian mengambil gelas yang baru setengahnya Ameera minum dan menyimpannya di meja kursi pantai.


"Ameera, kalau kamu senang bangunan seperti ini nanti kita bangun di tempat wisata itu yang lebih besar dari ini."


"Aku ingin yang istimewa buat orang yang istimewa seperti kamu, aku melihat kamu begitu menyukai sesuatu yang sangat natural, nggak apa-apa tapi harus ada sentuhan modernnya jadi seimbang."


Aku hanya ingin kita prioritaskan bangunan utamanya sarana dan prasarananya Richard, tidak menghabiskan uang hanya untuk tempat istirahat mewah kita mungkin itu akan bijaksana setelah semua selesai membangun seperti apapun itu terserah kamu."


Masuki akal sayang, boleh aku ikuti semua saranmu setelah semua proyek pembangunan agrowisata itu selesai menghabiskan berapa banyakpun dana, aku akan membangun satu hunian istimewa buat kita nanti tempatin, aku sudah membayangkan desainnya melihat matahari terbit dan tenggelam harus dari lantai dua dan aku akan membangun dua lantai sekaligus."


"Terserah kamu Rich."


"Ameera, boleh aku memaksa sedikit darimu?"

__ADS_1


"Apa itu Rich?" Ameera mengerutkan dahinya sambil melirik Richard begitu dekat di sampingnya.


"Mungkin aku seperti anak SMA yang baru pacaran, tapi aku memaksa dengan izin, aku jujur padamu aku ingin mencium kamu!"


Tanpa sempat menjawab atau mengelak, wajah Richard telah begitu dekat di hadapan Ameera, perasaan Ameera tak menentu, apa dirinya harus teriak itu sesuatu yang tidak mungkin akan menimbulkan kehebohan terhadap lingkungan sekitarnya. itulah yang Ameera takutkan mereka akan kebablasan kalau terlalu sering berduaan di tempat yang tidak ada orang lain, Menerima Richard dengan mengikuti keinginannya itu sama saja merendahkan dirinya.


Ameera hanya diam mematung tanpa reaksi apapun, semua serba tanggung Richard melihatnya Ameera diam berarti ok, itu adalah suatu penerimaan, tiada jawaban artinya iya, penolakan artinya secara terang-terangan akan menolak.


Richard mendekatkan bibirnya mulai menyentuh bibir tipis Ameera dan mulai melum*tnya dengan sepenuh perasaannya.


Ameera tak mampu menolak, bibir tebal seksi kecoklatan itu merangkum dengan lembut di mulutnya, terasa hangat menjalari seluruh tubuh mereka, Ameera diam merasakan ******n dan gigitan kecil di bibirnya tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, Richard sadar sendiri lalu melepaskan ciuman itu langsung meminta maaf dan mengelus bibir Ameera dengan jempol tangannya.


"Sorry Ameera aku memaksa kamu, aku telah jadi pacar kamu sekarang seperti ikrar anak SMA kalau sudah bisa mencium pasangannya baru mereka merasa resmi pacaran."


Ameera masih saja memandang Richard dengan rasa tak percaya, dirinya telah terjun bebas, banyak yang di curi dalam dirinya hari ini.


******


Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya :


❤️Meniti Pelangi


❤️Pesona Aryanti


❤️Biarkan Aku Memilih

__ADS_1


❤️Masa Lalu Sang Presdir


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2