Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Di villa sendiri memang tidak enak


__ADS_3

Ameera heran melihat perubahan yang di perlihatkan Richard apa merasa kasihan pada dirinya yang merasa khawatir dengan Adik satu-satunya Aliyah yang di beri tugas di Agrowisata?


Richard langsung berubah sangat antusias mau ke Agrowisata, tapi Ameera merasa senang saja tidak hanya di kamar lendotan dan malas malasan ujung ujungnya mengungkung dirinya dan juga menghitung hari.


Richard keluar kamar mandi hanya mengenakan underwear saja sambil menggosok gosokan handuk pada rambutnya memperlihatkan body yang sempurna tapi Ameera bersikap biasa saja seolah tak terlihat padahal hatinya berdebar juga.


Walau telah lumayan lama mereka menikah dan menjalani biduk rumahtangga dengan manis madu cinta dan saling mencurahkan satu sama lain tetapi kalau melihat suaminya bertelanjang dada dengan perut sixpack dan badan yang berotot Ameera tetap berdebar juga entah kenapa yang terbayang adalah khayalan indah bersama suaminya dan kuatnya permainan Richard.


Richard berdandan di hadapan Ameera dan merapikan kemejanya dan tak lupa satu kesukaan Richard dengan minyak wangi berkelas yang membuat Ameera tahu banget aroma tubuh suaminya.


"Pap, bajunya udah ini saja? kalau mau ganti ke hotel saja ya soalnya di sini hanya ada beberapa sebenarnya banyak tapi yang sudah bersih dan disetrika Bibi hanya beberapa saja," ucap Ameera sambil merapikan kerah kemeja suaminya.


"Nggak apa-apa asal matching sama celananya, Aku suka yang matching misalnya ganteng harus sama yang cantik kayak Mama!" ucap Richard sambil mengecup bibir merekah Ameera.


"Ih, suka gombal deh masih pagi Pap." Richard tertawa sambil mengecup Bayi Richie yang anteng dengan kaki dan tangan bergerak gerak enerjik.


"Mam, Papa mau ke Agrowisata hari ini dan mau mulai memperhatikan semuanya dari mulai pembukuan dan fasilitas juga semua sarana yang kurang atau perlu di tambah. Pulangnya kalau agak sore Papa langsung nge-gym tahu kan buat apa?" ucap Richard sambil tersenyum seperti mengancam Ameera.


Ameera memanyunkan bibirnya dan Richard malah ngakak merasa di tantang.


"Papa mau sarapan di sini apa nanti di hotel saja kalau mau di sini Mama temani ya?" Ameera menawarkan tapi selalu saja Richard menolaknya dengan alasan nanti belum mau, dan tak mau merepotkan Ibu mertuanya tapi kalau di paksa suka mau kalau makan siang itu juga.


"Nanti saja Sayang biasanya sarapan yang lain kan kalau pagi jadinya menagih terus kalau sarapan yang lain kayaknya nanti saja gampang," ucap Richard selalu saja omongannya ke arah yang membuat Ameera otaknya jadi traveling tak fokus.


Ameera juga mengakui begitu ingin segera bisa memberi kesenangan yang sangat di sukai suaminya yang selalu di pinta dengan rutin sebagi jatah hak suaminya dan kewajiban Ameera sebagai istri.

__ADS_1


"Dah ah jangan malah ke mana-mana bicaranya, jangan lupa bersihkan di villa ya sampaikan sama Benny soalnya Aku juga kangen pengen banget menginap di villa lagi juga bunga di halamannya di bersihkan juga biar tumbuhnya subur dan lebih bagus." Ameera ujung-ujungnya menitipkan pesan semacam perintah yang harus dilaksanakan.


"Baik Sayang, berapa hari lagi kira-kira Kita bisa menginap di villa hehehe... dari sini langsung menginap di villa ya?" Richard begutu Antusias mendengar Ameera sudah memerintahkan membersihkan villanya.


"Hitung aja sendiri bukankah tiap hari Papa ngitung?"


"Ah, Sayang nawar dikit percepat ya!"


Ameera menggandeng suaminya yang sudah rapi membuka pintu dan keluar kamar mengantar suaminya ke depan teras dan halaman.


Biasanya Richard pamit sama mertuanya tapi Pak Haji Marzuki sama Bi Hj Salamah tak kelihatan jadi Richard titip pamit sama Ameera istrinya.


Richard Mengenakan kaca mata hitam saat menaiki mobilnya. Ameera tersenyum melihat ketampanan suaminya yang paripurna dan Ameera melongokkan mukanya ke jendela kaca yang terbuka Richard mengecup keningnya.


Ameera memandang mobil suaminya sampai menghilang dan masuk kembali ke dalam rumah.


Richard tak pergi ke hotel langsung ke Agrowisata merasa hatinya terbuka dan mendapat tempat untuk mengungsi sementara dari pertemuan dengan Tante Diana yang entah kenapa Richard begitu enggan menemuinya walau Richard belum tahu permasalahan yang sebenarnya ada apa dengan Tante Diana kenapa datang lagi kemari sedang Richard belum merasa siap bertemu kembali setelah sekian tahun berpisah dan menjalani hidup masing masing.


Bagi Richard Tante Dian adalah masa lalu yang tak mungkin bisa terhapuskan dari kehidupannya walaupun Richard berharap tidak ada lagi Tante Diana dalam kehidupannya di masa depan.


Enak juga sebenarnya berkantor di villa dalam pikiran Richard jadi Ameera tidak menaruh curiga apapun nanti saja tetap bisa pergi tiap hari mengontrol hotelnya walaupun lewat telepon menunggu laporan dari Benny dan juga sekalian Agrowisata bisa mendapat perhatian dan Richard juga begitu nyaman di villa walaupun tanpa Ameera mungkin perasaannya akan lain.


"Eh, ada Kak Richard sama Kak Ameera nggak?" sapa Aliyah sambil berdiri dari kursi tamu ruang yang di peruntukkan kantor Agrowisata itu.


"Ya nggak lah lalu Richie sama siapa?" sahut Richard sambil membuka kacamatanya.

__ADS_1


Aliyah tertawa senang dengan kedatangan Richard ada teman ngobrol.


"Al, Aku akan ngontrol saja di ruangan maksudnya dari pembukuan dan juga di lapangan karena Ameera memerintahkan untuk membantumu sedikit memperhatikan Agrowisata ini selama Ameera belum bisa beraktivitas kembali," ucap Richard pada Aliyah.


"Asyik jadi Aku bisa izin ya Kak!"


"Loh loh loh Aku belum juga mulai kerja masa Kamu langsung izin Al mau ke mana? jangan-jangan pacaran bisa berabe kalau Aku izinkan nanti," ucap Richard pada Aliyah dengan maksud menggodanya.


"Ah Kak Richard, masa Aku tiap hari kerja terus kan Aku juga punya kewajiban kuliah yang jadi keteteran, hilang K-Pop hilang drakor dan kumpul kumpul sama teman," jawab Aliyah merasa berat di kasih tanggungjawab karena belum terbiasa.


"Hahahaha .... kasihan Kamu Al, ya dah kalau ada Kakakmu Richard di sini semua bisa di atur," ucap Richard merasa lucu mendengar keluhan Adik iparnya ini.


Aliyah menyampaikan semuanya dan Richard mulai dengan melihatlihat usi komputer dan memeriksa semua pembukuan yang kelihatannya rapi, pasti kerjaan Ameera ini dan Aliyah yang meneruskan.


"Pak Bagas ke mana Al?"


"Nggak tahu Kak sudah dari kemarin nggak masuk kerja," jawab Aliyah tanpa melihat muka Richard.


Setelah melihat pembukuan dan komputer Richard berkeliling ke semua stand dan wahana juga taman tamannya dan tak lupa ke kebun tangkil kuga pala yang begitu menjadi andalan kalau lagi musim, sedang tangkil atau melinjo tak ada musimnya semua dari pohon melinjo ke ambil semuanya sari mulai daun dan bunga juga biasanya semua bermanfaat.


Akhirnya Richard mulai merasa lelah dan istirahat di villa yang terasa sepi tanpa Ameera hanya mengelus tempat tidur yang wangi dan licin terasa melihat senyum Ameera istrinya terlentang di situ.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2