
"Bos, Tante Diana pergi sepertinya Dia mengelabui Satpam penjaga pokoknya kamarnya sudah kosong dan berantakan," ucap Benny di ujung sambungan telepon di siang itu saat Richard mengeringkan rambutnya habis membersihkan diri dan membuat keruh air di bathtub kamar mandinya bersama istrinya.
"Minta duit tidak?"
"Tidak Bos."
"Ke mana Dia tolong awasi! dan pastikan kembali pulang dan menjauh dari sini juga satu hal jangan sampai Dia punya tujuan jelek padaku sama perusahaan karena Aku mungkin telah menyinggungnya."
"Sudah kehilangan jejak Bos!"
"Pokoknya cari sampai ketemu pastikan ucapanku tadi! lacak semua kolega yang dulu pernah Kamu punya Benny!" Richard bicara dengan serius.
Benny mengangguk.
__ADS_1
"Aku yakin Dia marah padaku dan pergi tak mungkin tanpa minta uang! satu itu. Permintaan yang tidak masuk akal minta tempat numpang di sini mau buka pelayanan bawa gerbong ke sini maaf saja semua itu pasti di tolak Ameera bisa bisa Ameera pergi lagi dan tak kembali! tunggu Aku di sana ke situ sekarang."
"Gimana Annet mau di tempatkan di The Rich Hotel itu?" tanya Richard lagi.
"Uring uringan kata manajer klab malamnya di sana Bos."
"Bikin Dia tidak betah sekalian kalau tidak mau menerima keputusanku!"
"Baik bos."
Walau Richard tidak mau meninggalkan Ameera dan Richie karena masih kangen tapi pekerjaan memanggilnya saat Benny siang tadi meneleponnya.
Richard tersenyum mengingat permainan terakhir dengan istrinya yang begitu nikmat di atas bathtub dengan air sedikit membuat licin bathtub terasa enak banget saat waktu mepet di kamar mandi kala Ameera mendes*h diatas bathtub saat Dirinya memberi kenikmatan ke sekian kalinya yang tak pernah di tolak istrinya.
__ADS_1
Richard bisa melihat dengan jelas tubuh polos istrinya yang membuat juniornya meronta tak terkendali, Richard baru sadar betis Ameera yang putih mulus juga berbulu halus saat terkena air, dan saat Richard menyusuri tubuh polos itu dari ujung kaki sampai ujung kepala dan berhenti di beberapa titik tertentu yang membuat Ameera menggelinjang hebat sebelum mereka memacu hasrat dengan tanpa bosan di manapun mereka berada.
Richard yang duduk di balik setir tersenyum sambil mengusap bawah perutnya yang lagi tenang tapi tetap terlihat gagah dengan tetap menggunung kecil walau tertutup celana licinnya.
Kalau dekat istri nya gesek sedikit langsung bangun Richard tahu Dirinya tak bisa jauh dari istrinya berpisah membuat Richard kewalahan untuk menenangkan hasratnya yang begitu besar.
Ujung-ujungnya marah-marah dan siapa saja bisa jadi sasarannya terutama orang terdekatnya.
Richard melajukan kendaraannya dengan lamunan bayangan istrinya Ameera yang mengantarnya sampai teras pintu keluar, Ameera memeluk sebelah lengannya dengan manja serta senyuman penuh arti mengantar Dirinya dan Richard memandang istrinya dengan perasaan berjuta cinta lalu melambaikan tangannya.
Ah, Ameera semua terasa sempurna kalau ada Kamu di sisiku semua terselesaikan, Aku merasa tak punya beban dan masalah apapun asal ada Kamu di sisiku.
Begitu ingin Richard membawa Ameera ke tempat huniannya yang sama seperti di villa di hias bunga bunga kesukaan Ameera di tiap sudutnya dan penataan ruangan yang di tata ulang menghadirkan suasana lain.
__ADS_1
*******
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️