Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Dahsyat


__ADS_3

Mobil masuk ke salah satu komplek perumahan elit atas petunjuk Tante Diana. Zen merasa sedikit tercengang rumah yang sangat mewah tapi tak berani komentar apapun hanya mengagumi selera Tante Diana memang lumayan tinggi juga yang Zen tahu selama ini selain banyak duit dan banyak koneksi begitu gila s*x dengan koleksi pria-pria kesepian juga butuh materi yang punya kemampuan bertarung diatas rata-rata.


Zen tersenyum sambil embawa semua barang yang ada mobil dan mengekor masuk setelah Tante Diana masuk duluan dan membuka kunci. Harinya akan selalu menyenangkan seperti yang sudah-sudah tak usah bekerja hanya makan dan memenuhi nutrisi dan gizi tinggi buat stamina setiap malamnya sampai tante Diana puas dan bosan sendiri.


Sebanding dengan penampilan luar rumah itu dalamnya juga begitu istimewa di mata Zen yang kini baru keluar dari sel jelas tak memiliki apapun menurut pandangan Tante Diana alasan itu Tante Diana membebaskan Zen selain kemampuan Zen yang sudah di rasakan dulu begitu menagih saat kesendirian tanpa seorang pendamping.


Zen memang pura-pura kere di hadapan Tante Diana hanya untuk materi uang bisa pindah ke tangannya tapi sebaliknya Zen masih memiliki aset dan investasi yang rapi di simpannya. Zen bukan orang polos trik dan usaha yang akan di dirintisnya lagi setelah keluar dari penjara pasti harus punya modal makanya biar dirinya di kuasai Tante Diana dulu sampai Tante Diana bisa memberinya jalan usaha sehingga aset dirinya tetap utuh buat Anaknya yang kini ada bersama mantan istrinya juga masa depannya yang tidak pasti tentu harus. punya modal juga.


"Duduk Zen, hanya Kita berdua di sini dan rumah ini rumahku tenang saja aman dan nyaman di sini karena baru datang Kita istirahat saja dulu baru beberapa hari ke depan bicara bisnis, bisnisku juga bisnis Kamu nantinya!"


"Dengan senang hati Tante," jawab Zen sambil menghampiri Tante Diana yang baru saja menyimpan tas branded nya di sofa.

__ADS_1


Tante Diana tersenyum sambil mengusap dada bidang Zen yang di tumbuhi bulu bulu setelah membuka satu persatu kancing kemejanya dan jatuh begitu saja di lantai, Zen yang berpostur tinggi besar menjanjikan kekuatan luar biasa yang di damba penikmat dan pemburu permainan seperti Tante Diana.


Sekian lama Zen tak menemukan kehangatan hanya berteman nyamuk nakal dan dinginnya kamar dalam jeruji kini di sambut dengan sajian yang luar biasa jelas keduanya begitu menginginkan pelampiasan.


"Sudah siapkan karung pengaman karena akan ada banyak tembakan Tanteku?" bisik Zen dalam cengkraman kuat dan liar menguasai tubuh terawat itu sintal itu.


"Tenang Zen Aku siapkan beberapa pak kantung berduri Aku paling mengerti kalau soal itu karena Kamu harus berterima kasih padaku semalaman malam ini!"


Zen dengan panas mulai aksinya, suntikan sate kambing telah merasuknya dan jamu dengan telor bebek menjadi amunisi tempur malam ini.


"Waw! Zen Kamu masih terlihat luar biasa, tak sia-sia Aku membebaskan Kamu Sayang Aku begitu menginginkannya!" desah Tante Diana saat foreplay awal sudah semakin tinggi saja suhunya.

__ADS_1


Zen tak menjawab hanya beringas seperti melihat mangsa yang begitu lemah di hadapannya.


Sekali tarik dada subur terpampang di hadapannya siap di taklukan. Zen menyasar benda putih mulus kenyal yang siap di mainkan, Tante Diana menggelinjang hebat dalam posisi yang menantang sehingga Zen tak sanggup lebih lama lagi membiarkan buruannya menanti. Zen membopong tubuh itu di baringkan di sofa siap dengan permainannya.


Hening dalam rumah hanya ******* dan jeritan kecil semakin merasuki keduanya tengelam dalam kebebasan suasana nafsu yang tak terkendali.


Kejantanan Zen di perlihatkan dengan gagahnya dan cengkraman kuat Zen membuat Tante Diana pasrah dalam kenikmatan menerima foreplay akhir sebelum penetrasi.


Tante Diana memasang kantung pengaman berduri yang sedikit sesak karena size Junior Zen yang begitu maksimal ukurannya membuat Tante Diana bibirnya membentuk huruf O begitu kagum Melihat Junior Zen yang siap menerobos bebas ke arah daerah intinya Tante Diana tak sabar ingi segera menikmati hentakan dahsyatnya.


********

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2