Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Rayuan Richard


__ADS_3

"Ameera Sayang mau ke mana kan ini hari libur santai saja lihat Richie juga masih bobo kepalaku rasanya cenat-cenut tolong di pijit sedikit dong," suara Richard dari balik selimut di tempat tidur huniannya.


"Ah Papa, ada aja alasannya Hotel juga Agrowisata hari libur itu adalah hari paling rame di mana orang banyak yang datang dan piknik menikmati suasana alam dan semua wahana yang ada di sini," jawab Ameera yang masih duduk di ujung tempat tidur.


"Tapi kepalaku sakit usap-usap bentar saja Sayang," rayu Richard merasa tak rela semalam sama-sama ngantuk jadi ketiduran bersama setelah capek Ameera juga Richard merancang wahana baru dan fasilitas Hotel keluarga yang akan di bangun di Agrowisata itu sebagai pengembangan dari yang sudah ada.


"Papa kenapa memang masuk angin?" Ameera melirik Richard yang masih saja di gulung selimut.


"Bisa jadi."


Ameera mendekat memegang leher Richard dan keningnya, Ameera mengerutkan dahinya karena memang tak demam atau panas seperti yang masuk angin pada umumnya.


"Papa jangan bohong ah, nggak apa apa juga dingin nih nggak ada tanda tanda demam kok?" Ameera menempelkan telapak tangannya sekali lagi di kening dan leher suaminya.


"Bukan kepala itu tapi kepala di bawah sana Sayang yang demam!" ucap Richard tanpa beban.

__ADS_1


"Tuh kan mulai? Pa hanya malam tadi saja karena Kita kecapekan kenapa sih tidak main semalam saja begitu penasaran? istirahat saja dengan baik kan nggak ada salahnya? Tidur Kita jadi kenyang dan maksimal jadi bangun segar kalau cukup tidur." Ameera sedikit memberi ceramah pada Richard.


"Aku malah sebaliknya Sayang nggak bisa tenang kalau belum berendam bersamamu," ucap Richard sambil meraih tangan Ameera dan memasukkannya ke dalam selimut tempatnya di bawah perutnya yang sudah menggunung.


"Siang Papa Sayang nanti saja biasanya juga jam segini sudah bangun ayolah Kita sudah kesiangan subuhnya tuh!" Ameera melepaskan pegangan tangan Richard yang selalu minta di elus-elus dan ujung-ujungnya ke arah itu.


Ameera bangun sambil tersenyum menghampiri box Richie yang sudah bangun kini dan memainkan jarinya di mulut dan meracau bikin gemes.


Kaki dan tangannya diangkat meronta dengan aktifnya saat Ameera menyapanya Richie tersenyum sambil bicara ala Bayi seusianya terdengar ramai yang akhirnya nangis karena mau di gendong.


"Pap, tolong jagain ajak Richie main dulu ya Mama ke kamar mandi," ujar Ameera sambil meletakkan Richie di samping Richard dan menarik selimut yang menutupinya.


Richard membuka mata dan tersenyum melihat Richie ada di sampingnya lalu bangun dengan bertelanjang dada.


"Gitu dong pagi tuh bangun Pap!"

__ADS_1


"Sayang lihat ini juga bangun tuh!" Richard menunjuk bawah perutnya yang hanya mengenakan celana boxer nya terlihat gagah dan menggunung di balik kain penutupnya.


"Iya Mama tahu, tapi kan Kita sudah kesiangan dan Richie juga sudah bangun."


"Tadinya Aku nggak rela semalam hanya tidur sampai pagi nggak melakukan apapun memeluk Kamu juga nggak tapi karena Richie sudah bangun jadi Aku tagih siang di vila pokoknya Aku mau ke sana nanti!"


"Kita lihat aja ya soalnya kelihatan padat hari ini, Aku mau terima rombongan outbound dari Jakarta Pap, mau sosialisasi karyawan baru."


"Aku heran sudah menikah dan punya Anak malah Kamu yang terlihat lebih sibuk Sayang? Apa nggak salah semua ini?" sindir Richard sambil mengusap kepala Richie yang asyik main.


Ameera yang mau masuk kamar mandi tertegun sejenak lalu memandang Richard suaminya introspeksi diri apa memang benar dirinya terlalu sibuk? Atau semua akal-akalan Richard saja bicara begitu?


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2