
5 bulan kemudian ....
"Annet, Alhamdulillah kamu sekarang sudah lahiran, anakmu laki-laki yang sangat sehat, dan kamu juga kelihatan mulai pulih, sekarang kita pulang ke Yayasan, tinggal kabari Ibumu karena dari kemarin kamu melarang memberitahukannya biar di kabari setelah lahir saja." ucap Ibu Haji Saodah mengusap pundak Annet yang masih kelihatan bingung dengan keadaan dirinya.
"Apa yang harus saya lakukan Bunda?" jawab Annet sambil memandang bayi merah di dalam box.
"Apa kamu belum punya rencana apapun setelah melahirkan?" selidik Haji Saodah sambil menatap wajah Annet yang masih sedikit pucat.
"Aku ingin menikah dan hidup dalam keluarga membesarkan anak ini, dari aku hamil sudah berkomunikasi dengan Jefry teman dekatku bisa di bilang pacar, dan aku ceritakan semua masalahku, aku heran kenapa dia masih saja cinta dan mau menunggu sampai bayi ini lahir dia tetap ingin menikahi ku, walau dia tahu bayi ini hasil hubunganku dengan yang lain, bagaimana menurut Bunda?" jawab Annet pelan.
"Masya Allah Annet, kabari lagi dia mungkin itu satu keajaiban buat hidup kamu, menerima apa adanya. Dia begitu tulus, siapa tahu dia yang terbaik buat masa depanmu."
Annet diam, ada benarnya juga kata kata Haji Saodah.
"Apa dia tahu kamu tinggal di mana selama hamil?"
"Tahu Bunda, walau tak aku jelaskan detilnya di mana."
"Itu adalah titik terang Annet, secercah pengharapan jangan kamu sia-siakan, jangan kejar sesuatu yang tak terjangkau, pikirkan anakmu butuh figur seorang ayah, Bunda yakin Jefry orang baik buat kamu, apalagi waktu itu kamu pernah cerita telah menyimpan uang hasil kerjanya di dalam rekening kamu. Saat kamu merasa bersalah telah menghianati cintanya dan kamu dalam keadaan kamu ingin mengembalikan uang itu, Jefry tidak menerima karena Jefry akan datang suatu saat menemui kamu mungkin inilah saatnya."
__ADS_1
"Tapi rasa bersalah membuat aku ragu. Aku begitu malu dengan keadaanku kini, merasa nggak pantas buat Jefry."
"Ssssst ... pantas nggak pantas bukan kita yang punya pandangan, kalau Jefry sudah cinta itu pandangan dan perasaan juga keyakinan dia tidak ada yang bisa menolak dan membendungnya, dia akan tetap pada pendiriannya biarkan dia datang menjemput kamu ke sini Bunda berharap begitu.
"Baiklah Bunda, kita pulang dulu sekarang baru aku kabari Ibu kalau sudah di Yayasan dan nanti ngobrol dulu sama Ibu."
Ibu Haji Saodah tersenyum sambil mengusap punggung Annet.
Ibu Haji Saodah begitu kagum dengan ketegaran Annet dan kemauannya merubah diri, kehidupannya di Yayasan begitu tegar di jalani tak ada keluhan apapun malah semua anak-anak Yayasan begitu senang dekat dengan dirinya, Annet mengatakan kalau Bapak bayi yang dirinya kandung berada sangat jauh di sebrang pulau dan suatu saat pasti akan datang menjemputnya.
Annet kelihatan tenang dan senang, walau dalam segala keterbatasan semua fasilitas dan kebutuhan dirinya sebagai Ibu hamil, sebulan sekali Ibunya datang menengok membawa semua keperluannya walau selalu Annet bilang Annet nggak kurang suatu apapun.
Annet menyerahkan sejumlah uang, tapi Haji Saodah tak menerimanya dengan alasan melahirkan semua anggota Yayasan gratis, padahal Ibunya Annet telah lebih dulu menitipkan sejumlah uang pada Ibu Haji Saodah.
Terkadang Ibu Haji Saodah begitu sedih mendengar laporan anak-anak tentang cerita Annet pada mereka.
Haji Saodah tahu isi hati Annet, seorang Ibu hamil perlu seseorang yang memberi dukungan dan kasih sayang, juga sandaran tempat bermanja tapi Annet begitu bisa menyembunyikan semuanya.
*****
__ADS_1
"Akhirnya kita sampai di tempat kita Nak, Akan di beri nama siapa bayi ini Annet?" ucap Ibu Haji Saodah sambil menidurkan bayi mungil itu di kamar Annet.
"Aku sudah menyiapkan nama Bunda, biar dia di panggil Zedan saja Bunda sebagai pengakuan dan identitas pada bapak biologisnya."
"Bagus banget namanya, semoga berkah hidupmu Nak."
Annet menelephon Jefry entah kenapa Annet heran untuk ke sekian kalinya mendengar begitu antusias sambutan Jefry dan memberi selamat segala atas kelahirannya dan mengatakan akan segera pulang menuntaskan kontrak terakhir berlayarnya, dan segera menjemput Annet di Yayasan, Annet bingung harus seperti apa bersikap pada Jefry?
Kenapa ini orang seakan tak berubah dengan perubahan dirinya? kini Annet sudah punya Anak walau tak menikah, tapi pengakuan Zen pada bayinya membuat Annet begitu sedih.
Saat hamil tua Annet sempat menjenguk Zen di penjara.
Zen telah menjalani proses persidangan dan terbukti melanggar hukum, jual beli barang hasil curian dan penadah, bandar besar merugikan banyak orang, Zen di jatuhi hukuman atas perbuatannya selama 12 tahun penjara, karena kooperatif selama menjalani persidangan dan tidak menghilangkan barang bukti juga berkelakuan baik di kurangi jumlah hukuman dari vonis awal menjadi 10 tahun penjara.
Annet tak mungkin menunggu selama 10 tahun, dan itu di jadikan masa lalunya yang hitam walau tak bisa di hilangkan karena ada anak diantara mereka, cukup Zen tahu kalau anaknya laki-laki dan akan di beri nama Zedan kependekan dari nama mereka berdua Zen dan Annet, sekalian Annet meminta izin pada Zen untuk menata diri dan masa depannya bersama siapa saja orang yang mau menerima dirinya dan Zedan apa adanya.
******
__ADS_1