
"Kak Richard mau minum teh hangat?"
"Boleh Al, makasih ya," Richard menjawab tanpa melihat Aliyah yang menghampirinya.
"Kak Richard maaf tadi Kak Ameera meneleponku tapi tidak beritahu ada di mana," ucap Aliyah sambil menyimpan gelas isi teh hangat yang masih mengepul.
"Hah? Ameera menelepon? apa katanya Al? apa Dia baik-baik saja juga Richie sehat?" Richard seperti melompat saja dari tempat duduknya dan langsung berdiri di hadapan Aliyah.
"I-iya, Kak Ameera baik-baik saja...."
"Al apa Ameera menanyakan Aku? Kamu pasti bohong padahal Kamu tahu di mana Ameera berada ayolah Al tolong Aku..." Richard seperti merengek pada Aliyah.
"Kak Ameera sepertinya benci banget dan kesel banget sama Kak Richard kenapa sih?" tanya Aliyah sama Richard yang terus saja menguntitnya.
"Makanya, itu yang ingin Aku jelaskan semuanya pada Ameera dan meluruskan semuanya biar Ameera mengerti selama ini sudah salah besar juga biar Aku jelaskan kalau semua itu adalah pandangan dan penilaian yang salah tetapi Ameera sampai saat ini tidak mau mendengar semua itu malah menutup diri Dia marah-marah sendiri Dia minggat, Dia menghindar terus bagaimana Aku bisa menjelaskan kalau seperti ini?" ujar Richard bicara begitu bersemangat.
"Aku juga bicara seperti itu tadi Kak Richard sama Kak Ameera, tetapi Kak Ameera belum mau mengerti malah bilang Kamu anak kecil tak tahu permasalahan." Aliyah menirukan ucapan Ameera .
"Al, coba telpon lagi sekarang Aku kangen banget dengar suaranya nanti Aku yang bicara biarin marah-marah juga," ucap Richard dengan permintaannya.
__ADS_1
"Aku takut di marahin Kak Ameera nantinya," jawab Aliyah sambil menatap Richard Kakak iparnya.
"Kamu kan Adiknya pokoknya Aku traktir Kamu deh semua yang Kamu inginkan juga kalau Kamu minta izin keluar kapanpun biar Aku yang menggantikan Kamu di sini Aku janji!" Richard dengan maksa mencoba membuat Aliyah mau.
"Ah, Aku nggak bisa Kak Richard nanti Kak Ameera marah, Pasti Aku juga dimarahin Bapak Aku tidak amanah memegang janji kalau begitu."
"Tapi ini demi kebaikan Aku hanya ingin ngomong minta maaf meluruskan semua kesalahan ini kalau semua itu tidak seperti yang Ameera pikirkan selama ini, kejadian itu tidak seperti yang Ameera bayangkan. Masa Kamu dan keluarga Kamu lebih memilih melihat rumah tangga Kami berantakan daripada berdamai?" ucap Richard membuat Aliyah berpikir kenapa tidak?
"Tapi gimana meyakinkannya?"
"Aku yang bicara!"
"Eh, Kak Richard kemarin dari Mall? emang Kak Ameera katanya kemarin ke salon yang depan Mall itu juga. Katanya waktu Aku tanyakan iya kalau Kak Richard ada di atas di lantai 3 cuman nggak sempat menyusul ke bawah keburu Kak Ameera pergi, dan satu lagi Kak Ameera juga sepertinya kangen juga sama Kak Richard!" ucap Aliyah lagi
"Tuh kan Aku yakin itu Ameera, Ayolah Al telepon kalau ponsel Kamu yang nyambung pasti Ameera mau angkat, Aku yakin Dan pasti Ameera juga kangen sama Aku!" ucap Richard tidak sabar.
"Baiklah tapi Kak Richard itu jangan bilang kalau Aku yang bilang duluan Kalau Kak Ameera nelpon Aku tadi," jawab Aliyah. berpesan.
"Iya, iya apapun itu pokoknya Aku ikuti keinginan Kamu Al mau apa? tinggal sebutkan."
__ADS_1
"Ih Kak Richard, jangan begitu Aku bukan orang yang suka memanfaatkan orang lain
Pokoknya terserah Kamu yang penting hubungkan Aku pakai telepon Kamu sekarang!"
"Nih! telpon sendiri!"
Richard langsung menyambar ponsel Aliyah adalah bertanya siapa di situ namanya karena Amira memakai nomor baru dan umurnya juga banyak bukan satu.
"Ya itu tinggal klik Kak!"
Dengan mondar mandir Richard menanti jawaban dari nada sambung ponsel yang lagi aktif.
"Halo Al ada apa?"
Lama Richard menikmati suara empuk Ameera jauh di ujung sana."
"Sayang, ini Aku!"
*******
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️