Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Positif


__ADS_3

Dokter datang diiringi Benny di belakangnya, Benny berhenti di dekat pintu bersama Hanna yang dari tadi ada di ruangan itu.


Ameera langsung di periksa dan di tanya segala keluhannya bahkan sampai sedetail-detailnya, Richard membantu menjawab sebagian pertanyaan dokter.


Tensi darah, detak jantung, suhu sedikit tinggi tapi masih dalam ambang batas wajar dan periksa lambung semua normal. Tapi kenapa Ameera ada keluhan yang begitu hebat?


Dokter kelihatan tidak tegang, biasa saja. Malah senyum selalu sambil memberikan nasehat jangan terlalu capek, harus banyak istirahat, tidur yang cukup dan jangan memforsir diri dalam hal apapun.


"Bu Ameera buka matanya, jangan di pejamkan terus memang memejamkan mata mengurangi rasa sakit, tapi membuka mata juga akan mengurangi rasa sakit itu sendiri, coba rasa-rasa kira-kira kuat ke kamar mandi?" ucap dokter setelah selesai memeriksa.


"Aku coba dok, tapi di bantu ya sayang," ucap Ameera memandang Richard sambil memegang tangannya.


"Iya sayang, mau di bopong juga boleh nggak apa-apa kalau kamu masih pusing," jawab Richard menyodorkan tangannya pada Ameera.


"Aku jalan aja, rasanya limbung banget," ucap Ameera sambil mulai turun dari tempat tidur tangannya di pegang Richard dan mulai berdiri.

__ADS_1


"Bu Ameera buang air seni di cup sini, isi sampai batas garis lalu celupkan testpack ini selama satu menit nanti bawa hasilnya ke sini."


Deg! Ameera berpandangan sama Richard, tanpa kata.


Ameera langsung melebarkan matanya menatap Richard dan Richard menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan mendukung banget biar Ameera segera menyelesaikan apa yang di sarankan dokter.


Begitu semangatnya Ameera sampai langsung merasa sembuh, tergesa ke kamar mandi dan berusaha melepaskan tangan suaminya yang membimbingnya. Richard di suruh menunggu di luar tak diperbolehkan masuk walau Richard memaksa pengen ikut masuk ke kamar mandi.


Tiga menit Ameera keluar dengan testpack di tangan lalu kembali ke tempat tidur duduk di tepinya, lalu memberikan alat itu pada dokter, Ameera sudah tahu garis merah berapa di alat itu, hatinya seperti ingin bersorak.


"Pak Richard Bu Ameera tenang saja ya, jangan khawatir dengan sakitnya Bu Ameera, ini adalah masa awal perubahan hormon pada Bu Ameera. Pak Richard sama Bu Ameera akan segera menjadi Bapak sama Ibu, Bu Ameera hamil memasuki minggu ke enam, lumayan sudah satu bulan setengah, hasil test menunjukkan Bu Ameera positif hamil. Tapi kalau mau jelas juga pastinya boleh periksa ke dokter kandungan biar ada pemeriksaan lanjutan dan USG awal, tapi hasil test ini juga akurat," tutur dokter panjang lebar memberikan penjelasan.


"Muntah saja besok di kedua tanganku sayang, biar nggak usah turun dari tempat tidur, Benny, Hanna tolong bantu jaga Istriku yang lagi hamil ini, Ya Allah istriku hamil! terimakasih Ya Allah! aku nggak mau dia mengerjakan apapun." Richard menarik tangan Benny dan Hanna ke hadapan Ameera yang melongo melihat tingkah suaminya.


"Pada awal-awal Minggu kehamilan akan terjadi hal seperti ini, terutama di trimester pertama, tapi tergantung masing-masing daya tahan tubuh si Ibunya ada yang biasa saja, ada yang mual pusing berlebihan malah ada yang sampai di rawat segala, semoga Bu Ameera kuat dengan perubahan hormon di tubuhnya, semua itu akan berangsur membaik seiring pertumbuhan kehamilan dan janin dalam kandungannya."

__ADS_1


"Dokter apa pantangan selama istri sakit sama ngidam begini?" ucap Richard dengan mata berbinar dan tak lepas menggenggam jemari Ameera.


"Atur segala kegiatan menurut kemampuan biar tenang, banyak istirahat, kurangi aktivitas berat, sama jangan stres, saya akan beri Bu Ameera vitamin dan penambah darah dan satu lagi jangan sering di tengok dulu karena usia kandungan masih rawan dalam masa pembentukan."


"Apa saya harus puasa dok?" tanya Richard begitu tak rela kehilangan waktu mainnya.


"Nggak juga, cuma jangan terlalu ekstrim, selagi nyaman lakukan saja asal sama-sama nyaman."


"Yes dok! aku akan menjaga istriku semaksimal mungkin, semoga sehat janin sama Mamanya." Richard memeluk kembali Ameera dan menghujaninya dengan ciuman penuh sayang.


Benny sama Hanna hanya diam Richard menyaksikan Ameera dan Richard merayakan kegembiraannya, Richard menyadari semuanya dan melepaskan pelukan pada Ameera selagi dokter memberikan vitamin sesuai yang di resep kan.


"Sorry banget Ben juga Hanna, gue tahu kalian juga begitu mengharapkan kabar seperti ini, harusnya gue nggak pamer kebahagiaan depan lo berdua." Richard menghampiri Benny Hanna keluar karena Benny minta minum kopi.


"Nggak apa-apa Bos, rezeki orang memang tak sama tapi Bos begitu beruntung tokcer banget celup-celup langsung jadi, mungkin aku harus lebih giat lagi memprosesnya dan biar Hanna bertanya resepnya nanti sama Bu Ameera."

__ADS_1


"Lo sendiri nggak tanya gue?" bisik Richard sambil berlalu menghampiri Ameera yang lagi konsultasi dan di beri petunjuk dari dokter.


Benny hanya tersenyum, kapan kebahagiaan itu datang padaku? seperti bahagianya Richard dan Bu Ameera saat ini.


__ADS_2