
"Halo Al..."
"Eh Kak Ameera? Kak gimana kabarnya? ya ampun Kakak ini kenapa? di sini Kak Richard marah-marah terus malam tadi memaksa Bapak menelepon Kakak pokoknya ngeri deh!" jawab Aliyah nyerocos Ameera baru dua kata tapi Aliyah sudah banyak yang ditanyakannya.
"Ssst... Aku hanya kecewa dan benci saja sama Papanya Richie sepertinya manis di hadapanku saja biar tahu rasa bagaimana tidak bertemu Anaknya biar jadi pelajaran dan jadi bahan pemikiran kalau semua tindakannya sangat menyakiti hatiku!" ucap Ameera kedengaran masih marah.
"Kak Ameera, Kak Richard cerita semuanya kalau yang di kamar kalian itu memang wanita masa lalunya tapi bukan Kak Richard yang memasukkannya, perempuan itu masuk sendiri saat tidak ada orang sampai saat ini Kak Richard belum menemui perempuan itu dan sekarang masih ada tinggal di kamar hote!"
"Ah Aliyah! Kamu masih kecil untuk bisa mengerti semua permasalahan ini. Faktanya seseorang masuk ke tempat private Kita tidak mungkin tanpa izin dari Richard atau Richard sendiri yang membawanya Aku tidak mau rumah tangga Kami di kotori dengan segala macam yang tidak pernah Aku pikirkan sebelumnya okelah semua juga punya masa lalu dan Kita bisa menerimanya tapi jangan dibawa ke masa depan dan masa sekarang! enak banget Richard memasukkan seseorang ke huniannya Aku dianggap apa?" jelas semua kata-kata Ameera memperlihatkan kemarahannya.
"Itu hanya yang Aku tahu Kak tapi selebihnya memang Aku tidak tahu apa-apa walaupun ini memang pembelaan dari Kak Richard sendiri tetapi Kita juga harus mendengar penjelasan yang imbang coba Kakak telepon sama Pak Benny barangkali ada pendapat lain jangan hanya menyalahkan tanpa Kita mencari bukti kebenarannya." Sangat bagus dan bisa di mengerti pendapat Aliyah tapi dalam keadaan marah Ameera tapi tidak bisa menerimanya tidak bisa menjadi bahan pertimbangannya.
__ADS_1
"Baik, Kakak akui pendapatmu bagus tapi semua terjadi di depan mata kepalaku sendiri setelah melihat wanita itu tidur di tempat tidurku semua ruangan pribadiku berantakan masa hotel segede itu tak ada pengamanan? Itu baru dalam rumah dan Aku langsung menemui Richard untuk bertanya tapi apa yang Aku lihat di kantornya? Richard sedang pelukan dengan seseorang dengan seorang wanita penyanyi klab yang dulu kerja di tempatnya apa katanya pendapatmu soal itu Aliyah? Pokoknya Aku belum bisa memaafkan dan mendengar penjelasan siapapun sampai saat ini!"
"Baik Kak, itu terserah Kakak karena Kakak yang menjalani hanya satu pendapatku carilah kebenaran yang hanya melihat kebenaran dari rasa emosi Kita rasa benci Kita dan rasa kecewa Kita karena kebenaran tidak akan datang dari rasa itu karena kebenaran datang dari rasa yang bisa mendengarkan dan memaafkan," ucap Aliyah dengan tegas.
"Di mana sekarang Richard? apa suka ke rumah Kita?"
"Kak Richard selalu Kita di rumah kalau nggak tidur di Villa sini mungkin tidak pernah ke hotel tapi setiap hari ditemani Pak benny Kak Richard kelihatan kusut pokoknya berantakan banget bukan Kak Richard yang selama ini Aku kenal."
"Iya Kak, eh Kak Ameera semalam Kak Richard bicara ke Bapak kalau sore kemarin melihat Kak Ameera keluar dari salon menaiki mobil merah itu betul Kakak kemarin pulang dari salon?" tanya Aliyah.
"Masa? iya kemarin sore Aku dari salon memang Richard ada di mana?"
__ADS_1
"Katanya lagi makan melihat sepintas tapi dari lantai 3 jadi nggak keburu ke bawah keburu Kak Ameera hilang kabur tapi Kak Richard sama Pak Benny mengejarnya tapi nggak tahu Kak Ameera ke mana. Tapi Aku juga tahu Kak Ameera ada di mana hehehe..."
"Awas ya kalau bocor!"
"Iya Kak, tapi Aku kadang kasihan melihat Kak Richard kayak kangen banget"
"Sudah ah jadinya Richie bangun tuh!"
*********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️
__ADS_1