Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Privasi yang terusik


__ADS_3

"Bos kelihatan lagi santai?" sapa Benny sambil melihat Bos Richard yang hanya memandanginya.


"Lo dari mana aja? sampai habis baterai begitu? di hubungi nggak bisa! boro-boro santai gue dalam keadaan tidak baik! Ameera ngambek pokoknya gimana caranya lo harus bisa supaya Annet tidak bergabung lagi dengan The Rich Hotel. Kasih dia kompensasi terserah gimana caranya mau halus mau kasar, dan yakinkan Ameera kalau semua akan baik-baik saja dan pernikahan kami sesuai jadwal yang di sepakati harus berjalan lancar."


"Lupa men-charge semalam Bos keburu men-charge yang lain, yang sudah tidur duluan heeee ....maaf bercanda." Benny bermaksud mencairkan suasana.


"Lo kalau bercanda lihat-lihat kondisi kalau nggak gue tabok kanan kiri biar lo tau gue lagi nggak ingin bercanda!" Richard menanggapi candaan Benny.


"Haaaa ... sabar Bos, aku doakan Bos juga biar cepet bisa men-charge, dua minggu lagi kan?" Benny malah ngakak melihat Bosnya merenggut kesal.


"Oke, kita serius sekarang. Kenapa jadi Annet permasalahanya?"


"Karena dia berani mengancam gue dan gue tak suka itu, satu lagi Aneet tidak konsekuen pada perjanjian, jangan pernah main hati tetapi malah dia memperlihatkan secara sengaja perasaannya depan gue, apalagi itu di dengar langsung sama Ameera, gue sudah berbaik hati sama dia, masih berpikir selagi dia memberi manfaat terhadap klub malam dan hotel nggak apa-apa dia bekerja, tetapi kalau mengacaukan semuanya terserah padamu Benny gue pengen semuanya beres kembali." Richard bicara begitu dingin, sekejap semua rasa suka pada Janeeta hilang sudah.


Richard balik tak suka dengan semua kata-kata dan semua perlakuan palsu mereka, satu persatu teman kencannya, menghilang tak ada yang meninggalkan jejak selain kenangan, tapi Annet main hati seperti ada niat lain, ada juga yang masih memperlihatkan rasa suka terhadap Richard tapi ditanggapi dengan begitu dingin sama sang flamboyan mereka mundur dengan perlahan.


"Maunya Annet aku tahu, ambisi. Merasa dia masih bisa bersaing."


"Gue membeli semua kesenangan yang dia tawarkan, pada siapapun gue perlakukan sama memang begitu, sekarang gue merasa muak dengan semua itu! dan ingin melepaskannya, Dia mulai mengusik masuk ke privasi gue dan hak asasi gue atas pilihan yang gue ambil, gue nggak mau ada orang lain yang ikut campur!"

__ADS_1


"Sejauh itukah Annet? kenapa dia begitu berani?" Benny mendengarkan semua ucapan yang Richard katakan.


"Gue minta selesaikan semuanya."


"Aku tadi dari restoran di mall bertemu informan dari beberapa Hotel, sepertinya ada sedikit keganjilan di Hotel yang ada Annet di sana."


"Benny tolong jangan bahas itu dulu, fokus pada masalah gue sama Ameera saja."


"Sepertinya ini semua ada kaitannya Bos! cuma aku belum bisa memastikan sebenarnya apa yang terjadi aku baru selentingan mendengar kabar keganjilan itu dan aku ingin meyakinkan dengan memasang mata-mata orang tak dikenal di sana." jawab Benny mengundang keingintahuan Richard.


"Apa ada niat buruk pada gue sebagai pimpinan? apa ada sabotase pada pimpinan lain atau ada yang memanfaatkan hotel gue?"


"Sepertinya semua itu masuk Bos, tapi pendapat belum dikuatkan dengan penemuan bukti, makanya aku sering keluar aku sedang mencari biang dari semua masalah itu."


"Sangat siap Bos!"


Richard keluar ruangan Benny dan Hanna, berjalan ke tempat kamar mewahnya, memijit ponselnya dan pintu terbuka.


Richard masuk ke tempat huniannya yang sepi dan dengan penataan baru semua tata letak properti dan perabotan di ubahnya untuk menghadirkan suasana baru dan itu sudah berjalan kurang lebih seminggu, sejak dirinya dinyatakan resmi akan menikah dengan Ameera.

__ADS_1


Richard ingin mengubah segalanya termasuk suasana dalam kamarnya, ingin mengubur semua masa lalunya dan entah kenapa setiap masuk ke kamar ini perasaan berontak dan perasaan berdosa selalu saja menghantui dirinya, karena di tempat ini dirinya begitu banyak menghamburkan uang, mengumbar nafsu dan menciptakan kesenangan hanya untuk dirinya sendiri.


'Kemana Andrea adiknya?" Richard baru ingat kalau di sini masih ada Andrea yang menginap dan tinggal di tempatnya, mungkin lagi suntuk dia keluar cari angin dan cari makanan.


Tak urung juga Richard akhirnya menelepon Andrea juga memastikan keberadaannya di mana.


'Halo, An kamu di mana?"


'Kak Richard tebak sendiri aku dimana hayo?'


******


Baca juga Karya Enis Sudrajat lainnya


❤️Meniti Pelangi


❤️Pesona Aryanti


❤️Biarkan Aku Memilih

__ADS_1


❤️Masa Lalu Sang Presdir


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2