
Hanna datang dengan kopi di nampan.
Richard tersenyum memandangi Hanna, setelah menyimpan kopi di meja depan suaminya Benny.
Hanna menjadi kikuk dan balik menatap Richard dengan beraninya.
"Ada yang aneh di diriku Bos? memandangnya seperti curiga banget?" semprot Hanna tanpa senyum sambil memandang Richard.
Benny tersenyum saja melihat istrinya seperti akan di goda Bos Richard.
"Gue heran lihat lo, kelihatan manyun saja pagi-pagi gini apa lo nggak di kasih servis suamimu?" tanya Richard sambil senyum.
"Itu di luar pekerjaan dan itu urusan dalam negeri rumah tanggaku nggak ada korelasinya dengan pekerjaanku saat ini." jawab Hanna pedas.
"Buset, galak banget Ben istri lo gimana kalau di ranjang?"
"Aku kalah terus Bos! haaa ...." timpal Benny sambil tertawa.
"Hayo mulai! pagi bukannya bahas agenda semua pada ngeres saja otaknya. Bos, malu tuh sama calon istrinya yang salehah."
"Tapi jangan salah Hanna, yang kelihatan salehah biasanya lebih greng kalau sudah merasa dirinya memiliki dan di miliki." jawab Benny sambil terkekeh.
"Serius Ben, lo tahu dari mana?"
__ADS_1
"Teori saja, kan selama ini biasanya dia membatasi, pada dasarnya semua orang punya hasrat yang sama, tak seperti kita-kita bisa sedikit icip-icip sebelum nikah, pokoknya buktikan nanti deh Bos."
"Stop! bahas apa sih kalian ini? kalau kedengaran sama orangnya pasti dia marah, Bos mau minum apa?" Hanna melotot pada dua laki-laki di hadapannya. Tapi Richard sama Benny tetap saja cekikikan berdua.
"Nggak bakal dengar Hanna dia lagi di pingit nggak boleh keluar biar kelihatan pangling nanti, lagi nggak sabar juga seperti Bos kita di sini pasti nggak mau minum apapun sudah aku tawari tadi maunya susu hangat."
"Ada-ada aja kalian ini!"
Hanna geleng-geleng kepala memandang Richard sama suaminya yang benar-benar dua teman ini sama punya otak nggak beres.
"Ya sudah silahkan kalau mau ghibah sampai ke yang sempit sempitnya, Bos Richard gimana tentang ruangannya apa sudah tidak ada yang dibenahi lagi?"
"Itu dia Hanna baru gue mau tanya kira-kira kekurangannya apa ya?"
"Menurutku semua sudah, cuma belum ada yang khas banget seorang perempuan, meja rias kalau mau, mungkin itu saja."
"Yang bikin seneng itu mainnya tahan lama Bos, yang lainnya nomor dua, seperti kita begitu kan sayang? ucap Benny sambil tertawa melirik Hanna di sambut tawa keras Richard.
"Siap, nanti aku kondisikan. Bos tinggal pilih nanti aku kirim poto barangnya, aku keluar dulu serasa nggak penting ada di sini!" Hanna keluar sambil cemberut.
Richard masih saja tertawa bersama Benny di ruangannya.
"Gue belum ketemu si Jody sepertinya dia tancap terus dia, biasanya ketemu dan janjian di tempat nge-gym tapi beberapa kali gue nge-gym nggak ketemu, jangan-jangan kayak lo Ben nggak kuat bangun, haaa ...."
__ADS_1
"Pak Jody sepertinya berlatih banget, dia sudah jago banget lihat saja mantannya banyak."
"Lo masih siang malam Ben?"
"Masih Bos kalau ada waktu, kadang lagi kerja juga suka pulang dulu kalau istirahat, habis tiap ketemu nggak kenyang-kenyang, Hanna nantangin terus." jawab Benny sambil melirik pintu keluar takut istrinya Hanna tiba-tiba muncul.
"Haaaaaaaa ... harusnya lo jangan mau kalah, ayo tar siang nge-gym sama gue. Rasanya gue nggak sabar banget Ben, sudah berat ke ujung, apalagi tiap malam gue elus-elus biar jagoan gue tenang dan sabar, kalau sebentar lagi piknik aman dan halal."
"Haaaaaaaa .... sepertinya makin di elus-elus makin berontak."
"Benar itu Ben, bukannya tenang malah makin pengen menyerang, gue renang saja nyemplung malam-malam aman deh!"
"Haaa ... Ameera doyan minum jamu nggak Bos? soalnya si Hanna itu suka minum jamu pokoknya entah jamu apa racikan dari ibu-ibu jamu gendong, wuih ... Bos kewalahan pokoknya, mau gaya apapun ayo aja!"
"Masa sih Ben? Gue nggak tahu dia doyan apa nggak nya, gue malu kalau harus tanya Ameera, gue kan belum mencoba tapi nanti kalau dia ternyata melehoy biar dia konsultasi sama istri lo!"
"Siap, Hanna bisa diatur dan pintar segalanya, kadang kalau aku kecapekan main ke berapa babaknya dia yang ambil alih peranan, gue enak aja menikmati dia yang goyang ngulek sampai kelar haaa ..."
"Haaaa ...."
"Dah Bos ah, ketawa mulu dari bangun tidur, apa agenda kita hari ini?"
"Pokoknya gue pengen nge-gym nanti siang, kalau nggak sore biar nyokap izinin gue perginya ama lo, karena gua lagi nggak bisa ketemu Ameera, lo harus usahain biar gue ketemu gimana caranya habis gue kangen banget, bisa nggak sebentar saja lihat dia dari jauh juga nggak apa-apa, kenapa sih harus ada acara nggak ketemu dulu seperti ini?
__ADS_1
"Gampang Bos, nanti kita pura-pura antar sesuatu ke rumahnya, tapi jangan mau deket cukup melihat dari jarak jauh aja ya!"
"Siap, gue mengerti."