
Kamu yang buat hatiku bergetar
Senyuman mu mengartikan semua
Tanpa aku sadari
Merasuk di dalam dada
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta...
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara...
Suara Janeeta dan Pitaloka yang mengalun terus saja terngiang di telinga Richard, kenapa ada satu lagu begitu mewakili dirinya?
'Kamu yang buat hatiku bergetar
Senyuman mu mengartikan semua
Tanpa aku sadari
Merasuk di dalam dada'
Semua seakan dirinya yang ada di dalam bait lagu itu.
'Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
__ADS_1
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta...
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara...'
Kenapa satu lagu bisa menggetarkan hatinya? Richard yang ada di dalam kamarnya begitu gelisah dengan perasaannya sendiri.
Sangat gelisah yang di rasakan Richard saat ini, lain dari biasanya.
Bercampur rasa di hatinya yang lebih dominan adalah rasa bahagianya. Bahagia yang tidak bisa dilukiskan oleh Richard sendiri walaupun bukan suatu pencapaian yang luar biasa tetapi dirinya bisa berkumpul makan bareng di tengah keluarga Haji Marzuki, bisa makan bersama Ameera, dengan bebas bisa mencuri pandang bisa melihat senyuman Ameera mungkin itulah kebahagiaanya saat ini.
Richard mematikan suara penyanyi itu dari ponselnya, kenapa pula seorang Richard jadi mendengarkan lagu roman picisan seperti itu?
Richard sendiri tersenyum dengan kelakuannya yang aneh.
Sungguh, Richard sendiri juga tidak tahu kenapa semua jadi begini? hilang semua hasratnya pada semua cewek-cewek, Janeeta, Vanny, dan sederet wanita yang pernah mengisi malam-malam panas dan kehidupannya. Berganti dengan wajah Ameera dan senyum manisnya juga tertawa renyahnya serta suaranya yang begitu halus mungkin sehalus kulitnya, memenuhi semua otak pikiran dan pandangan Richard saat ini.
'Ameera, ada apa dengan diriku ini, tolong jelaskan semuanya, aku sungguh tak mengerti. Kamu selalu ada di ingatan dan hatiku, setiap saat aku seperti mabuk ingin bertemu atau sekedar mendengar suaramu.'
Sepulangnya Richard dari rumah Haji Marzuki makan sore yang terasa begitu seret di tenggorokannya, Richard tak bisa makan terlalu banyak, bukan karena menunya, tapi yang lebih menarik perhatiannya adalah menikmati pemandangan yang begitu indah di wajah malu Ameera.
Makan dengan keluarga Ameera dengan Pak Bagas yang menjadi pusat perhatian Richard tak lain adalah Ameera. Kenapa menjadi seperti ini? sungguh semua tanpa persiapan, dirinya juga menjadi grogi saat itu.
Ameera sepertinya sama juga, walaupun Bapaknya bisa mengalihkan perhatian dengan obrolan tentang proyek. Pak Bagas juga sama seperti Richard banyak salah fokus, adanya Richard dengan tatapan lain pada Ameera menjadikan Pak Bagas kurang begitu senang. Karena pada awalnya hanya dirinya dan Ameera yang akan menangani proyek itu dalam pengawasan Pak Haji Marzuki.
Richard tak menyangka kalau Pak Bagas itu adalah seorang yang masih muda bukan seorang yang tua sepantaran Pak Haji Marzuki, Richard juga seakan terbagi perhatian antara Ameera dan Pak Bagas yang selalu melirik Ameera.
Richard tidak terima, ada orang lain yang sama sepertinya punya hati pada Ameera, ada kompetitor yang ingin bersaing dengan dirinya, apapun akan dilakukannya, mari berkompetisi dengan sehat, walaupun setiap kompetisi ada trik liarnya karena itu adalah permainan.
Setiap permainan harus aku yang memenangkan, dan orang lain tak boleh punya celah untuk bisa menang, terlebih ini soal masa depan, Richard menargetkan Ameera dalam waktu dua tiga bulan harus jadi miliknya.
"Benny! kenapa sampai jam segini belum datang juga? ponsel di matiin apa-apaan? kalau ngerjain gue bilang aja! juga kalau masih marah kan gue sudah minta maaf?"
__ADS_1
'Kalau gue nggak lagi bahagia pasti lo sudah gue labrak! ' Richard ingin berbagi kebahagiaan hatinya. Sekedar ingin berbagi kebahagiaan juga tak ada orang dekat di sisi Richard.
Yang paling penting di butuhkan saat ini pemikiran Benny untuk maju terus tak perduli halangan apapun, Richard jatuh cinta, sesuatu yang tak bisa di kendalikan dan di tawar lagi.
Ameera harus jadi miliknya apapun permintaannya akan Richard berikan, apapun rintangannya harus bisa melewatinya sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Hati dan niatnya sudah bulat ingin merubah haluan hidupnya ke arah yang lebih baik lagi.
Richard ingin masa depannya dengan Ameera, banyak program di otaknya adalah inspirasi dari Ameera, ingin membangun mushola di samping ruang ganti kolam renang, gazebo dan taman ruang hijau akan diambil sebagiannya untuk lokasi Mushola.
Jam buka klab malam akan di perpendek menjadi sampai jam 23:00.
Satu lagi Investasi di perusahaan Pak Haji Marjuki akan langsung di tangani dirinya yang asalnya akan menyimpan orang kepercayaannya yaitu Benny, tetap mengingat agar lebih mendekatkan dirinya lebih banyak interaksi dan yang paling penting bisa bertemu dengan Ameera itulah yang saat ini ada di otak Richard.
"Apa gue harus marah lagi sama Benny? kenapa jam segini belum juga datang?" Richard mondar-mandir di kamarnya sambil bicara sendiri.
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️
Penantian Di Ujung Senja
Karya : Eni Pua
Mala Rahma, gadis desa nelayan yang menikah dengan seorang pria amnesia. Berharap rumahtangganya bahagia, tapi harapan itu sulit terwujud.
Sang sahabat yang pernah dijodohkan dengannya, yang sangat dia percaya ternyata menjadi penyebab perceraiannya. Walaupun Mala berharap semua itu bukan ulah sahabatnya, tapi kenyataan berkata lain.
Perjuangan hidup Mala membawanya bertemu Andra. Senior yang jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Saat cinta sudah tak bisa dimatikan, Andra baru tahu jika Mala sudah menikah dan memiliki seorang anak. Dan bahkan telah menjadi janda.
Bagaimana cinta Andra yang sudah terlanjur berakar?
Apakah cinta itu akan begitu saja dipadamkan ketika tengah bersemi?
Bagaimana jika sang mantan tetap terus memperjuangkan cintanya untuk kembali bersama?
__ADS_1
Ikuti kisah Mala selanjutnya.