Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Cerita hamil


__ADS_3

Richard tak mau ambil risiko apapun, sedikit saja istrinya merasa nggak enak dengan kehamilannya, atau ada yang dirasa tak nyaman langsung saja Richard membawanya ke dokter.


Selain kehamilan yang sudah besar dan mengharuskan Ameera periksa satu minggu sekali semua begitu diperhatikan Richard demi kesehatan orang yang sangat di cintainya, juga buah cinta mereka yang sebentar lagi akan hadir di tengah tengah mereka.


Tak terhingga bahagianya Richard, menjadi orang yang paling sibuk, menjadi orang yang paling banyak ngelarang dan berubah menjadi orang paling bawel. Tapi semua demi kebaikan istrinya.


Ameera menjadi orang yang paling bahagia menjalani rumah tangga impiannya bersama orang yang di cintainya sepenuh hati, menjalani manis madunya cinta dalam kesempurnaan seorang perempuan menanti buah hati dengan kehamilannya.


Kehamilan yang sangat di nanti keluarganya, mertuanya juga suaminya sendiri Richard menjadikan Ameera seperti putri mahkota kesayangan semuanya, terlebih Richard sendiri serasa memiliki apa yang tak bisa di bandingkan dengan apapun memiliki Ameera kini yang tengah mengandung buah cinta mereka.


Hanya ada kebahagiaan dalam hidupnya, cinta diantara keduanya telah menjadikan satu ikatan yang sangat berharga bagi keduanya.


*****


Richard mengantri di dokter kandungan yang buka praktek sekitar jam sepuluh pagi, Ameera duduk diantara Ibu hamil yang berjejer sama mengantri menanti giliran di periksa dan mengkonsultasikan segala keluhan dan bertanya perkiraan melahirkan.


Saat paling bahagia saat USG. Richard serta Ameera bisa melihat gerakan bayi mereka dalam perutnya secara tiga dimensi, rasanya keajaiban bagi hidup mereka satu kehidupan di dalam perutnya akan merubah status mereka dan memberi predikat dan panggilan baru bagi mereka.


Tiba giliran Ameera masuk ruang praktek dokter SpOG Richard yang sibuk duluan,


memperhatikan jalan Ameera dan siap di samping istrinya menjadi suami siaga benar-benar di lakukan Richard, kalau bisa nggak mau istrinya punya keluhan sedikit juga.


"Alhamdulillah, Bu Ameera bayinya sehat, beratnya standar sesuai usia kehamilan, jelas kan kelihatan bayinya pasti akan secantik Ibunya." Dokter SpOG tersenyum memandang Ameera yang di bantu Richard bangun lalu membereskan pakaiannya.


"Terimakasih dok, cuma kalau bangun tidur saja pinggang rasanya sakit," tutur Ameera sambil turun dari tempat periksa dan duduk di balik meja dokter untuk konsultasi.


"Ada lagi keluhannya?"


"Paling itu saja dok, yang lain biasa saja."


"Itu biasa bagi Ibu hamil, apalagi mendekati masa lahiran cari posisi nyaman saja, karena berat badan Ibu drastis naik dan beban dalam perut juga membuat Ibu perlu penyesuaian, jadi jangan heran kalau ada keluhan di salah satu bagian tubuhnya. Itu biasa dialami Ibu hamil."


"Iya dok, sebenarnya di nikmati saja, kalau sudah aktivitas biasa lagi, selain beban yang semakin berat." jawab Ameera sambil senyum, Richard mengangguk sambil mengusap punggung Ameera.


"Bu Ameera kelihatan hamilnya begitu sehat, prediksi melahirkan secara normal terbuka lebar, saya kasih vitamin saja, nggak usah cemas perkiraan melahirkan masih satu bulan lagi di bawa santai dan bahagia, jangan lupa Pak Richard Istri yang bahagia akan memperlancar saat melahirkan."


"Baik dokter, setiap detik saya berusaha bahagiakan istriku, siang dan malam, terimakasih dokter."


"Sama-sama."


Mereka pamitan dan keluar ruangan praktek setelah bersalaman dengan dokter.


"Vanny?"

__ADS_1


"Richard?"


Richard tertegun saat melewati ruang tunggu sambil membimbing Ameera di sebelahnya. Vanny dalam keadaan hamil besar juga memandang Richard lalu menatap Ameera dengan tak percaya.


Berdua kelihatan kikuk, tapi Richard begitu bisa mencairkan suasana.


"Hai, Vanny apa kabar?"


"Kabar baik Richard, apalagi selain kabar bahagia perutku jadi membesar seperti ini. Kenalkan Jhon suamiku."


"Oh ya, kenalkan juga Istri tercintaku." ucap Richard mengangguk pada Ameera.


Ameera tersenyum sambil menyodorkan tangannya. mereka bersalaman


"Ameera."


"Jhon."


"Richard."


"Vanny, pernah kerjasama sama Richard dalam proyek Hotel." ucap Vanny tanpa di pinta memberi kejelasan bagi Ameera.


Ameera mengangguk, sambil tersenyum.


"Baiklah Vanny, bukan situasi yang enak buat ngobrol di sini, semoga sehat selalu, kami pamit duluan ya," ucap Richard mengakhiri pertemuan tak terduga mereka.


Sejuta pertanyaan mengambang di benak Vanny, Kapan Richard menikah? cantik juga istrinya, berarti lama gue terakhir ketemu dia. Semua kisah gue sama Richard biarlah jadi masa lalu yang tak satu orangpun tahu.


Begitu juga Richard, kapan si Vanny menikah? nggak ada khabar sama sekali, seleranya memang bule, akhirnya ketemu juga yang cocok sama dia dasar tukang ulek! langsung hamil.


Bayangan Vanny semakin samar di otak Richard berganti dengan Ameera yang melingkarkan tangan di pinggangnya.


"Rich aku lapar kita cari kue yang enak di mana ya?" Ameera beralih memeluk sebelah lengan Richard menuju parkir kendaraan mereka.


"Kita cari saja di jalan pulang sayang."


Richard menjalankan mobilnya dengan perlahan dan sangat hati-hati, takut Ameera merasa tak nyaman, sebisa mungkin ingin memberi segala yang terbaik buat Ameera.


Mobil berhenti di toko bakery yang kelihatannya baru beberapa bulan buka, Ameera langsung mencari kue yang di sukai nya dan menunjuk beberapa sambil bertanya tentang rasa dan masa kadaluarsanya.


Richard hanya memandang sekeliling toko dan memperhatikan Ameera yang antusias memilih.


Sampai di kasir Ameera memilih tiga kue, yang di bawa pelayan juga Ameera memegang satu, kukus dan bakar, brownies cheese dan cake gulung juga tart black forest.

__ADS_1


"Annet?"


"Richard?"


"Mam, Zedan ngamuk mungkin haus mau bobo kelonin sambil di susui, biar aku yang layani pembeli dulu." suara berat laki-laki datang memangku Zedan, dan di tempatkan di pangkuan Annet.


"Iya Pa, sebentar," jawab Annet salah tingkah di hadapan Richard sambil memangku Zedan putranya yang ngereyeng di pangkuan Annet meminta di susui.


"Annet kamu di sini?"


"Iya aku membesarkan usaha Ibuku," jawab Annet masih grogi sambil menenangkan Zedan yang menangis.


Tak lama Annet masuk dan kasir di gantikan Jefry. Setelah selesai Richard sama Ameera kembali ke mobil.


"Siap itu tadi Rich?" tanya Ameera.


"Mantanku."


"Mantanmu?"


"Eh, salah. Maksudku mantan penyanyi di klab malam ku sayang."


"Oh, dikira mantan terindah mu."


"Hush ngaco, hanya ada satu mantan pacarku, yang sekarang jadi istriku." sergah Richard sambil mengusap pundak Ameera.


"Aku mau ke vila sekarang Rich dan melihat perkembangan Agrowisata. Senang rasanya melihat hasil karya kita di nikmati ribuan orang dan memberi manfaat buat kehidupan, Aku ingin nikmati makan kuenya di sana. Mau aku bagi satu kuenya buat Hanna nanti."


"Baiklah sayang, tapi makan siangnya tetap selingan yang satu itu ya!"


"Kapan aku bisa menolak kamu sayang?" jawab Ameera manja.


"Yes!" ucap Richard begitu senang.


T A M A T


******


Terimakasih untuk semua dukungannya, Mohon maaf atas segala kekurangan. Alhamdulillah Author telah menyelesaikan satu novel lagi, semoga ada nilai dan pesan moral yang bisa di ambil dan di petik dari kisah di atas.


Semua orang pasti punya masa lalu, buram, hitam, gelap pekat, tapi dengan niat baik bisa berubah dan hijrah ke jalan yang lebih baik.


21+ nya hanya pemanis bukan pemanas, masih dalam batas toleran🙏

__ADS_1


Selamat mengikuti novel selanjutnya.



__ADS_2