
Richard duduk duluan, Ameera masih berdiri memanggil pelayan.
"Pesan empat porsi dimsum toping jamur, wortel dan keju campur aja, sama minumnya teh panas tawar, Rich minumnya apa?" Ameera bertanya pada Richard.
"Samain saja."
"Ya sudah berarti teh panasnya dua."
"Sayang kok pesannya sampai empat porsi apa akan habis?" tanya Richard sepeninggal pelayan restoran.
"Aku lapar Rich, apa kamu tidak lapar?"
"Oh, aku lupa. Kamu habis kerja berat semalam."
Ameera mendelik, sambil menahan senyumnya. Menunduk saat Richard memandangnya.
"Pesan aja sesuka kamu sayang, mau bawa pulang juga boleh." Richard begitu geli mendengar Ameera memesan sarapan begitu banyak, seperti habis kuli saja.
"Rich jangan ketawain aku! aku mau makan banyak, aku capek banget jadi perlu tambahan energi ekstra." ucap Ameera tak merasa malu di hadapan suaminya.
"Aku cuma lucu aja sayang, kamu suka makan banyak tetapi badan kamu tetap bagus seperti itu."
"Nanti kalau perutku isi gendut, dan turun mesin apa kamu masih akan mengagumi ku?"
"Ish! kenapa bicara begitu? yang bikin kamu gendut kan aku, terus kamu gendut ada isi buah cinta kita tak ada alasan buat aku tak mengagumimu, apapun keadaanmu sayang yang penting sehat, aku akan selalu jadi yang terbaik buat kamu, kita sudah melewati dua fase pacaran sama menikah, kapanpun Yang Di Atas mengizinkan kita untuk punya buah hati mungkin aku orang yang paling bahagia dan yang lebih harus bersyukur, memiliki kamu adalah anugrah dan kebahagiaan terindah dalam hidupku sayang."
Aku do'a kan semoga kamu cepat jadi seorang Papa Rich dan aku kan jadi seorang Mama, lengkap sudah kebahagiaan kita."
"Iya sayang, tapi bebaskan dulu pikiran kita, harapan jangan jadi beban. Nikmati awal-awal pernikahan ini, kita habiskan bersama-sama siapa tahu besok lusa Yang Maha Kuasa memberi kepercayaan kepada kita dengan hadirnya buah cinta, tentu waktu kebersamaan dan kemesraan kita akan tersita oleh hadirnya seorang buah hati buat kita." jawab Richard sambil mencium samping kepala Ameera dan mengusap-usap punggungnya.
__ADS_1
Ameera tersenyum mengangguk sambil tangannya tak lepas dari genggaman Richard.
Pesanan datang, Ameera langsung mengambil porsinya dan duluan mencicipi.
Richard memandang istrinya makan begitu lahap, sedang dirinya belum terbiasa pagi begini sudah makan, tapi demi senang hati istrinya Richard makan juga.
Ting
Suara notifikasi ponsel Richard berbunyi, selesai suapan terakhir Richard merogoh ponselnya dan membukanya.
'Bos maaf ganggu, masih tidur?
ada yang urgent, manajer Zen di tangkap polisi di apartemennya sedang bersama Janeeta, kemungkinan kasusnya seperti yang sedang aku selidiki sama informan itu.'
Richard membaca berkali-kali pesan singkat itu lalu menulis balasan pada Benny.
'Aku tahu Bos, kalau nggak urgent aku urus sendiri, silahkan lanjutkan sarapannya🙏
Richard menutup ponselnya Ameera masih makan porsi yang ketiga, Richard tersenyum melihat Ameera begitu kelaparan.
"Siapa itu Rich?"
"Benny, lagi ada masalah di salah satu Hotel kita, siang aku ke kantor dulu sebentar ya sayang, nggak apa-apa kan? kamu kalau mau kemana-mana tinggal bilang sama Hanna, jangan bawa mobil sendiri, bawa ponsel biar aku bisa ngecek, kalau bisa jangan jauh dulu lah...." ucap Richard mulai protektif sama istrinya.
"Iya sayang, mau kemana aku jauh-jauh? tempat ternyaman adalah di pelukanmu." canda Ameera, sambil tersenyum manja.
"Kamu bisa aja sayang, bikin aku gemas pengen makan kamu!"
"Udah Rich, aku kenyang kita pulang, karena kamu makan sedikit aku kasih tambahan sarapan di kamar kita." Ameera bicara sambil mendelik lucu.
__ADS_1
"Dengan senang hati sayang, nggak apa-apa kita abaikan dulu masalah kantor, biar Benny saja yang tangani."
Richard merengkuh bahu Ameera dan berjalan keluar menuju parkiran.
"Nggak bungkus buat Adik apa Bapak Ibumu sayang?"
"Mereka tidak terlalu suka, semua keluargaku beda-beda kesukaannya, gimana keluarga kamu Rich?"
"Aku kurang mengamati sampai pada kesukaannya masing masing, tapi intinya Papaku mengikuti Mamaku entah kalau Andrea."
"Kalau kamu sukanya apa?"
"Aku sukanya kamu, dan main sama kamu!"
"Iiiiiiiiiih ... Rich, bukan itu. Makanan, kalau itu aku juga suka!"
"Haaa ... akhirnya jujur juga." Richard tertawa dan mengaduh saat Ameera mencubit pinggangnya.
"Boleh tuh cubitannya, tapi ke bagian bawah tengah dikit, jangan di cubit bagian itu mah tapi di elus!" ucap Richard sambil tertawa.
"Antara kita sudah pada tahu Rich, kalau kita pasangan sama-sama suka main." jawab Ameera kalem.
"Ya, ya, ya, aku suka sayang, terutama keterbukaan kamu."
"Richard, kata orang kalau pengantin baru seperti kita kemarin kedatangan tamu bulanan, itu tandanya baik, akan cepat di beri keturunan, tapi entahlah benar ya syukur, enggak juga nggak apa-apa."
"Makanya kita pulang sekarang, kita bikin anak dan cetak buah hati kita."
Ameera tersenyum sambil melirik Richard, membayangkan kembali momen semalam membuat dirinya merinding, ingin menikmati dan merasakannya lagi.
__ADS_1