
Hanna tahu, kalau Bos Richard mulai ada perhatian pada sesuatu pasti dia akan berusaha memperjuangkannya, entah apa yang menjadi harapan dan targetnya mau investasi atau pandangan lain, sepertinya Hanna menangkap ada perubahan pada diri Bos Richard.
Janeeta sekarang sudah tak menjadi incarannya lagi, sudah tidak hidup bersama, itulah perubahannya jelasnya, semoga itu bisa di pertahankan dalam waktu lama.
Pertanda baik yang diperlihatkan Bos Richard, Janeeta seakan tak di perduli kan lagi, mungkin kalau seandainya Bos Richard tahu Janeeta punya pacar juga pasti tak akan marah atau membiarkannya.
Benny datang dan masuk ke tempat ruangan tinggal Bos nya. Richard begitu antusias langsung bertanya.
"Ketemu Ameera Ben?" Richard penuh keingintahuan.
"Kenapa-napa nggak lo cari sampai ketemu? kalau nggak tanyain sama keluarganya."
Benny tertegun, baru datang dirinya sudah diserobot dengan pertanyaan dan perintah padahal Dirinya belum selesai melaporkan hasil dari kunjungannya ke vila sebelah.
"Sabar Bos, Hanna sudah menebus obat? gimana kata dokter? sudah di minum obatnya?"
"Benny, gue nggak sakit hanya kepedesan dan lambung gue nggak kuat, sudah dinetralisir dengan susu. Sudah mendingan, mulesnya sudah hampir hilang."
"Ya sudah, syukur tinggal minum obat, istirahat."
"Lo di suruh gue apa tadi heh?"
"Haaa ... lihat Bu Ameera!"
"Kok lo bukannya melaporkan malah ngomong kemana-mana, juga malah tanya kondisi gue yang kelihatan sudah segar gini?"
"Gue nggak ketemu Ameera, dia sudah pulang, gue ngobrol sama bokap nya Haji Marzuki"
"Kok lo nggak tanya kemana dia?"
"Ya, elah ... gue tanya lah tapi kan gue harus jelas keperluannya, masa alasannya karena di suruh Bos melihat kondisi Ameera habis makan spaghetti pedas ya nggak enak lah sama Pak Haji Marzuki, gue pura-pura aja cari kesempatan tanya sama Pak Haji Marzuki."
"Terus Ameera nya baik-baik saja kan?"
__ADS_1
"Emang kalau Ameera sakit kenapa?"
"Ya, gu-gue merasa bersalah saja." Richard agak tergagap.
"Salahnya di mana?"
"Kan tadi makannya sama gue, gue sakit takutnya dia sakit juga, makanya lo di suruh gue buat memastikan Ameera baik-baik saja, lo kayak bego banget, gitu aja jelimet berbelit banget sih? susah amat ngerti!"
"Aku ngerti Bos, cuman heran aja sepertinya ada virus Bu Ameera masuk di sini."
"Maksud lo apa?"
"Rasakan, dan akui kenapa bos jadi berubah sejak bertemu Bu Ameera, jadi cemas dengan keadaannya, langsung menyanggupi kerjasama, melepaskan Janeeta padahal dia masih di kontrak, memutuskan mau hidup sendiri, juga mau mengikuti langkah dan niat baiknya Bos Jody."
"Gue pingin aja berubah menjadi lebih baik lagi!"
"Apa Bu Ameera yang cantik, baik, lembut, sholehah begitu menawan hati Bos?"
"Lo jadi menyudutkan gue sih Ben?"
"Apa gue salah?"
"Oh, nggak! nggak banget, malah bagus itu. Lo nggak salah tapi kali ini dengar aku, lo bosan dengan hidup yang di jalani sekarang nggak ada puas dan ujungnya, semua orang akan bermuara pada keinginan hidup damai, tenang, bukankan selama ini lo selalu mengadu kalau hidup yang lo jalani sekarang merasa gelisah terus?"
"Ya, gue merasa bosan dengan segala fasilitas yang gue inginkan ada di hadapan, apa yang tidak gue miliki? tapi hidup ini terasa kosong dan hampa."
"Richard, kamu adalah sahabatku, ini pengalamanku. Jika hatimu merasa nyaman dengan seseorang, biarkan rasa itu berkembang memenuhi hatimu, sampai suatu hari kamu merasa ingin memiliki, tertarik secara fisik dan hatinya, datang rasa rindu dan kamu begitu ingin melindungi, tak ingin menyakiti, tapi ingin membahagiakan, pastikan kamu telah jatuh cinta."
Richard sesaat tertegun, satu kata yaitu 'jatuh cinta' yang sejak dulu masa-masa SMP, SMA sampai kuliah tak ada sedikitpun di dalam kamus hidupnya kata itu, entah kenapa sekarang dirinya divonis jatuh cinta sama sahabatnya sendiri Benny.
Apa benar seperti apa yang disebutkan Benny tadi ciri-ciri orang jatuh cinta seperti itu, memang yang dirasakan Richard dirinya saat ini hanya gelisah dan gelisah seperti telah terobati, dan kenapa setiap ucapan Ameera di setiap obrolan mereka begitu menyentuh hatinya?
Penampilan yang elegan, pakaian yang sopan, cantik seperti model dan artis begitu enak duduk berlama-lama ngobrol juga sesekali mencuri pandang wajah cantiknya.
__ADS_1
"Benny, gue akui itu semua benar adanya, tapi gue bingung apa yang harus gue lakukan."
"Berubah lah Richard, tinggalkan dunia kelam yang kamu jalani selama ini, sebagai sahabat aku mendukung sepenuhnya perubahan itu, ayo kita sama-sama perbaiki diri kita ke arah yang lebih baik lagi."
"Benny, apa perasaan yang gue rasakan selama ini akan disambut baik sama Ameera?"
"Aku nggak tahu Richard, seperti apa perasaannya Ameera, tapi aku bisa di andalkan untuk menjadi penyambung rasa itu, Aku mendapat satu feeling kalau Ameera juga merasa simpatik padamu Richard."
"Gue takut perasaan itu tak bersambut."
"Jangan dulu pesimis begitu aku sungguh tidak suka, dan itu bukan prinsip seorang Richard, biasanya kamu punya semangat terhadap apapun yang menjadi tujuanmu."
Tapin gue sadar diri Benny, gue punya banyak keterbatasan terutama dalam hal akhlak, juga dalam hal agama. Sedangkan semua orang juga tahu Ameera adalah anak tokoh agama yang sangat terkenal walaupun anak seorang pengusaha juga."
"Aku janji, akan memperjuangkan sampai Ameera mengerti dan bisa menerima kamu Richard, apapun rintangan dan halangannya kita niatkan dengan baik, kita perjuangkan bersama-sama."
"Apa trik kamu Benny?"
"Benahi hidup kamu sendiri dulu Richard, kalau kamu berniat baik tinggalkan semua kebiasaan buruk terutama membawa wanita-wanita ke kamarmu, dan hidup bebas berhubungan tanpa ikatan, mulailah berubah, belajar ilmu agama walau sedikit-sedikit, lanjutkan kerjasama kalian karena dengan melanjutkan kerjasama otomatis kalian akan sering bertemu semoga disitu akan timbul rasa simpatik Amira dan juga rasa dihati mu semakin terpupuk subur mungkin hanya dengan cara itu."
Richard memandang Benny seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu. Tadinya hati Richard begitu gamang dengan pikirannya sendiri, sekarang Richard punya seribu alasan kenapa dirinya ingin berubah, ingin belajar ilmu agama ingin meraih kebaikan dan semoga Ameera adalah jalan hidupnya.
*****
Sambil nunggu up Masa Lalu Sang Presdir boleh mampir dan baca karya yang satu ini, jangan lupa like vote dan beri hadiah ya happy reading🙏❤️
Judul: MAFIA STORY Kemabalinya Anak Tak Berguna
Author: Warnyi
Blurb:
__ADS_1
Fitnah telah membuatnya terusir dari rumah dan keluarganya, hingga suatu kejadian mempertemukannya dengan seorang pemimpin mafia terbesar dan menjadikannya sebagai penggantinya.
Agra kembali setelah meraih kesuksesan, dengan tujuan ingin membalas dendam. Diwarnai dengan kisah percintaan bersama gadis masa kecilnya. Akankah Agra bisa membalaskan dendamnya dan mengalahkan para musuhnya?