Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Akhirnya menikah


__ADS_3

Turun dari mobil rombongan pengantin di sambut kalungan bunga pada Richard dari calon mertua Ibunya Ameera serta keluarga yang lainnya.


Richard yang di gandeng Papa sama Mamanya diiringi Andrea yang membawa kotak perhiasan di belakanganya dan di susul keluarga lainnya. Mereka di sambut dengan kebahagiaan.


Mereka menepati tempat duduk masing-masing yang telah disediakan dan Richard langsung di bawa juru rias untuk di ganti pakaiannya serasi dengan yang dipakai Ameera saat ijab qabul nanti, lalu Richard diantar kembali setelah di dandani dihadapkan kembali pada meja ijab qobul bersama petugas dari kantor urusan agama saksi-saksi dan juga calon mertuanya sendiri yaitu Pak Haji Mazuki selaku orangtua yang akan menikahkan sebagai wali putrinya.


Seremoni serah terima kedua belah pihak sedang berlangsung, Richard tak melihat sedikitpun bayangan Ameera, 'kapan Ameera keluarnya?'


Memerlukan waktu yang bukan sebentar, tata krama menjalankan adat budaya leluhur yang di junjung tinggi, mulai serah terima dari pihak laki laki, seremonial tujuan, pembacaan aya suci, sampai pada acara pokoknya.


Akhirnya calon pengantin putrinya keluar juga, memang bak bidadari Ameera di gandeng Aliyah juga Ibunya Haji Salamah, berjalan perlahan menuju meja ijab qabul, membuat mata semua orang begitu terkesima, Ameera yang begitu cantik dengan kebaya modern putih dengan ujung bagian belakangnya lebih panjang menjuntai menutupi pinggulnya.


Richard begitu deg-degan saat Ameera duduk di sampingnya, Richard tersenyum melirik bidadari nya, begitu juga Ameera menatap sang pangeran yang begitu pangling di sampingnya dengan pakaian senada dengan dirinya. Lalu di pakaikan kerudung putih bersama dirinya.


Haji Marzuki mengangguk di hadapan Richard, menatap manik bola mata kebiruan Richard dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman sesuai yang di arahkan petugas KUA.


"Ananda Richard Isaak bin Isaak, saya nikahkan ananda dengan putri kandung saya, bernama Ameera Hidayati Marzuki binti Haji Marzuki dengan maskawin, satu buah vila, satu kendaran, berikut perhiasan, juga deposito dalam bentuk tabungan, di tambah seperangkat peralatan sholat di bayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Ameera Hidayati Marzuki Binti Haji Marzuki dengan maskawin tersebut di atas di bayar tunai!" Lantang, tegas dan jelas Richard mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas saja.


"Bagaimana para saksi?"


"Alhamdulillah."

__ADS_1


"Sah!"


"Sah!"


"Sah!"


Plong rasanya Richard kali ini, beban yang di rasa begitu berat akhirnya tuntas sudah kini tinggal menunggu penandatanganan administrasi.


Senyum terus mengembang menghiasi bibir Richard dan Ameera, kebahagiaan akhirnya jadi milik mereka.


Richard akan membaca janji nikah atau Sighat taklik di hadapan semua orang, orangtua, wali nikah dan semua saksi, Sighat taklik adalah suatu janji secara tertulis yang ditandatangani dan dibacakan oleh suami setelah selesai prosesi akad nikah di depan penghulu, isteri, orang tua / wali, saksi-saksi dan para hadirin yang menghadiri akad perkawinan tersebut. Sighat Ta'lik ini diucapkan jika proses akad nikah telah selesai dan sah secara ketentuan hukum dan Agama Islam.


"Bismillahirrahmanirrahim"


Selanjutnya saya membaca sighat talik atas isteri saya itu sebagai berikut :


Sewaktu-waktu saya :



Meninggalkan istri saya tersebut dua tahun berturut-turut.


Atau saya tiada memberikan nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya.

__ADS_1


Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya itu,


Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya itu enam bulan lamanya,



Kemudian istri saya tidak ridho dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama, dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh pengadilan tersebut, dan istri saya itu membayar uang sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadl (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya.


Kepada pengadilan tersebut tadi kuasakan untuk menerima uang iwadl (pengganti) itu dan kemudian menyerahkan kepada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji Cq. Direktorat Urusan Agama Islam untuk keperluan Ibadah Sosial."


"Ananda Richard, janji siapa yang barusan anda bacakan?" tanya petugas KUA.


"Janji saya Pak."


"Pada siapa anda berjanji?"


"Pada istri saya, Ameera Hidayati Marzuki."


"Alhamdulillah, sekarang Ananda Richard dan Ananda Ameera kalian sudah sah menjadi suami istri, boleh melakukan apapun, tapi nanti kalau sudah kalian berduaan, silahkan Ananda Ameera boleh bersalaman pertama kalinya cium tangan suamimu sebagai tanda cinta dan baktimu."


Richard mengulurkan tangannya dan di cium sama Ameera dengan sepenuh perasaannya, hari Richard begitu luruh membalasnya dengan mengusap pangkal lengan Ameera dengan perasaan sayang luar biasa.


"Ananda Richard boleh menciumnya di bagian luar, sebagai tanda pertama kali kalian sah jadi suami istri, boleh izin dulu sama istrimu."

__ADS_1


Richard tersenyum pada Ameera, Ameera mengangguk kecil, Richard mencium ujung kepala Ameera dengan mata berkaca di sambut tepukan hadirin. Ameera tersipu malu pipinya merona merah samar dengan make up tipis di mukanya.


__ADS_2