Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Saya sangat siap


__ADS_3

Ameera begitu sibuk saat keluarga Richard datang berkunjung ke rumahnya, ada senyum di bibirnya saat Richard menggodanya.


"Yang cantik jangan capek-capek, mending duduk manis di sini sebelah orang ganteng."


"Maunya di bilang ganteng tapi banyak bekas luka dan goresan. Katanya mau jadi pengantin paling ganteng, jadinya gimana kalau begini?" seloroh Ameera memandang bekas luka gores yang masih kelihatan di wajah dan tangannya


"Jadi lah, cuma bekas luka doang akan hilang dengan sendirinya"


Ameera mengajak Richard masuk, menyusul kedua orangtuanya yang telah di sambut keluarga Haji Marzuki di ruang tamu.


Richard bergabung dengan orangtua mereka di ruang tamu, yang tadinya hanya duduk di kursi teras depan sampai Ameera datang menjemputnya, ada Haji Marzuki beserta istrinya Haju Salamah, Papa Isaak, Mama Amalia, Andrea dan juga Aliyah.


Ameera yang duduk di sebrang Richard, selalu menunduk karena tahu Richard selalu memandangnya sambil tak lepas senyum di bibirnya.


"Senang rasanya keluarga kami kedatangan keluarganya Nak Richard, Nak Richard sudah sembuh? dan yang paling senang tentunya putri kami dan Nak Richard sendiri. Dari kami menghaturkan selamat datang dan salam silaturahim buat keluarga Nak Richard." ucap Pak Haji Marzuki membuka basa-basi dan ramah tamah menyambut tamunya.


"Tak terhingga kebahagiaan kami Pak Haji, Alhamdulilah sudah pulih walau masih harus istirahat, kalau berkunjung ke sini kelihatan anakku semangat sekali dan mendadak sehat, apalagi keluarga kami di sambut dengan begitu terhormatnya, Anak kami yang menjadi sebab terjadinya silaturahmi ini semoga jalinan hubungan selama ini dengan Putri Pak haji di sini mendatangkan manfaat bagi keduanya dan umumnya buat kita semua." jawab Papa Isaak begitu takzim pada Haji Marzuki.


" Iya, semoga seperti itu Pak, itu semua harapan kami juga sebagai orangtua anak-anak kita." sambung Haji Marzuki


"Iya Pak Haji, anak saya gede juga hanya badan dan raganya saja, tapi soal ilmu masih perlu bimbingan dan masih harus belajar banyak, apalagi ilmu agamanya, saya bersyukur mungkin itu adalah doa-doa kami selama ini, anak kami bisa kenal dengan Nak Ameera juga keluarga Pak haji di sini. bisa di terima di sini, jadi khususnya anak saya bisa banyak belajar di keluarga Pak Haji."


"Sama sama Pak, saya sama Ibunya malah sudah sepakat jadikan momen pertemuan kita kali ini sebagai tandan ikatan keduanya dan kita jangan menunggu waktu lebih lama lagi, untuk menghindari fitnah bagaimana kalau kita tanya kedua putra putri kita apa keduanya siap? bagaimana Pak?"

__ADS_1


"Saya sangat siap Mam, Pa, juga Pak Haji." jawab Richard begitu bersemangat.


"Bapak belum bertanya pada kalian dulu, tapi sepakat orangtua Nak Richard sama keluarga di sini." ucap Pak Haji Marzuki tersenyum pada Richard.


"Keluarga kami mengikuti saja apa baiknya Pak Haji, selama itu baik untuk keluarga kami keluarga Pak Haji dan kedua putra-putri kita. Sekali lagi kami mengikuti saja." jawab Papa Isaak.


"Bagaimana Nak Richard sama Nak Ameera? apa kalian setuju keluarga langsung mencari tanggal dan waktu yang tepat juga yang terbaik buat menghalalkan kalian?" tanya Haji Marzuki bergantian memandang Richard dan juga Ameera.


"Saya berdua sepakat, saya juga Ameera sangat setuju." jawab Richard begitu gembira dan tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


"Kapan kalian sepakat dan berunding nya?" tanya Mama Amalia menyela bertanya pada Richard.


"Dari kemarin-kemarin Mam!" Richard tersenyum lebar.


Ameera hanya bisa tersenyum dan mengangguk dengan perlahan. Semua jadi tersenyum.


"Baiklah kalau begitu kami serahkan semuanya pada Pak Haji di sini."


"Apa dua minggu cukup dari sekarang untuk mempersiapkan segalanya?"


"Seminggu juga cukup Papa!" sanggah Richard sedikit menawar.


"Hush! harus matang semuanya, semua harus sesuai dan punya waktu leluasa jangan sampai semau terburu-buru nanti ada banyak kekurangan."

__ADS_1


"Baik kalau begitu Pak Haji berarti malam ini kami melamar Nak Ameera buat Richard putra kami, dan kita sepakat dua minggu kedepan kita adakan ijab Qabul dan resepsinya, dan semua itu nanti kita bicarakan lebih lanjut lagi tekniknya."


"Bagaimana Bu, Nak Ameera?"


Pak haji Marzuki begitu bijaksana meminta pendapat dan persetujuan kepada istrinya dan kepada putrinya sendiri Ameera


Ameera mengangguk begitu juga Haji Salamah, tanda menyetujui semua kesepakatan dan lamaran yang telah diucapkan dari keluarga pihak Richard.


******


Sambil menunggu up Masa Lalu Sang Presdir baca juga yang satu di bawah ini ya, Jangan lupa like dan komentar membangun juga beri hadiah ya🙏



Dimas Darmawan, seorang dokter muda yang terpaksa menikahi mantan istri sahabatnya yang bernama Winda Alicia.


mantan suami Winda, Bayu merencanakan pernikahan Dimas dan Winda agar Bayu bisa rujuk kembali dengan Winda setelah jatuh talak 3.


Hanya 6 bulan pernikahan, dan mereka harus bercerai.


Apa yang membuat Bayu begitu gigih berusaha rujuk dengan Winda?


Dapatkah Dimas menjaga istri titipan talak 3 sahabatnya?

__ADS_1


Ataukah cinta akan tumbuh diantara mereka dan menjadi dilema bagi Dimas?


__ADS_2