Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Senyum tulus


__ADS_3

"Annet, Alhamdulillah mungkin sudah rezekiku gajiku lumayan lebih dari cukup. Ini semua Aku serahkan silakan gunakan sebisa mungkin kalau bisa sisakan untuk tabungan Kita banyak hal yang tidak terduga di dalam hidup ini sebisa mungkin manage dengan baik kalau untuk sehari-hari dari berjualan kue juga Aku rasa cukup karena untuk uang rokok dan makanku di tempat kerja Aku juga punya lemburan," ucap Jefry malam itu saat Dirinya pulang kerja dan Annet sedang kelonin Zedan di tempat tidur.


"Jef, maafkan Aku yang dari kemarin-kemarin Aku tidak bisa bersabar dan menerima keadaan tetapi kalau sudah sampai pada waktunya semua bisa Kita lewati Aku menyadari ketulusanmu ternyata hanya kamu yang tulus mencintaiku walaupun Kamu tahu masa laluku seperti apa? dan Zedan juga bukan Anakmu tapi Kamu menerima semua itu."


"Annet, Aku mencintaimu tulus apa adanya. Aku juga sama banyak salah apalagi Kita sama-sama punya masa lalu yang bebas tapi semua tak memberi ketenangan dan kebahagiaan, yang Aku rasakan kebahagiaan tetap ada di dalam keluarga. Aku bahagia hidup bersamamu dan berharap Kita akan selamanya bersatu."


"Makasih Sayang Jef, Kamu telah begitu sabar menghadapi keegoisanku. Aku kini mantap keluar kerja walau dari kemarin-kemarin masih bimbang dan ragu mendengar semua pembicaraanmu gaji yang lumayan kerja betah sesuai yang diharapkan Aku juga sedikit bisa mencari duit di toko kue ini apalagi yang Kita harapkan?"


"Aku ingin punya Anak darimu Annet biar Zedan ada temannya." Bisik Jef begitu dekat di telinga Annet.


"Tentu saja Jef, apa mau memulai sekarang perencanaannya?" bisik Annet juga sambil merangkul leher Jef.


"Jangan pakai pengaman lagi ya? Aku ingin menikmati tubuhnya seutuhnya seperti dulu pertama Aku menyentuhmu." Jef tersenyum membayangkan dulu perbuatan terlarang bersama Annet yang kini jadi istrinya.


Dulu pacaran dengan gelora jiwa muda tak terbendung hasrat mereka akhirnya runtuh juga benteng pertahanan keduanya sebelum waktunya atas nama cinta Jef telah menyentuh Annet untuk pertama kalinya dan melakukannya berkali-kali karena menagih dan kala itu Jef harus pergi berlayar selama dua tahun akhirnya mereka berpisah menjalani hubungan jarak jauh.


Meninggalkan Annet yang kesepian dan tergoda dengan pergaulan bebas di klab malam tempatnya bekerja bernyanyi dari situ kenal Richard dan kini semua sudah menjadi masa lalu kadang tersenyum Annet mengingatnya kadang mengusap muka saat ingat segalanya.

__ADS_1


Annet memandang langit-langit kamar semua berjalan bagai roda kehidupan ini benar adanya semua di cukupkan dengan rasa syukur.


Ada seseorang yang siap menjadi Bapak bagi Zedan mencintainya tanpa melihat kekurangan juga masa lalunya kini mampu menjadi tulang punggung bagi keluarga kecilnya. Dirinya tak perlu lagi bekerja di klub malam itu adalah rasa syukur bagi Annet.


Kebahagiaan dan nasib seseorang memang lain-lain hanya satu harapan yang Annet inginkan ingin tenang di dalam rumah tangganya membesarkan titipan Anak yang dirinya sayangi.


"Sayang ada satu hal yang harus Kamu tahu," ucap Jef saat keluar kamar mandi.


"Apa itu Jef?"


"Aku bekerja di perusahaan mertua Bos mu yang punya The Rich Hotel ternyata, mungkin nasib Kita harus tetap berada di lingkungan Keluarga Haji Marzuki."


"Iya Anak Haji Marzuki Bu Ameera kan menikah sama Richard Bos The Rich Hotel."


"Ya ampun Jef sungguh tak menyangka sedikitpun tapi semoga semuanya baik-baik saja Bu Ameera menikah dengan Bos Richard telah mengubah segalanya itu yang Aku tak kira sebelumnya."


"Sayang semua jangan jadi pikiran Kita mulai dengan hidup Kita kedepannya. Boleh mulai malam ini Kita proses Adik buat Zedan?"

__ADS_1


"Boleh Sayang tapi ada syaratnya!"


"Syarat?" Jef mengerutkan dahinya.


"Ya, pindahin dulu Zedan ke tempat tidurnya!"


"Hahaha ... baik apapun Aku lakukan.


Sekilat Jef memangku Zedan dengan hati-hati memindahkan di gelaran tempat tidur di bawah lalu mematikan lampu menggantinya dengan lampu tidur.


Tak ada kebahagiaan suami istri selain saat merasa senang dan bisa saling melayani juga memberi kebahagiaan.


Dengan rasa sayang Jef mendekap Annet mungkin kini hati keduanya begitu lega siap tanpa ragu menghadapai masa depan dengan jalannya.


Saat Jef selesai melakukan tugasnya sebagai suami dengan jantannya senyum di wajah Annet terlihat tulus. Kini Dirinya punya suami yang begitu gagah bisa memuaskan di ranjang dan mencukupi menjamin hidupnya.


*******

__ADS_1


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️


__ADS_2