Masa Lalu Sang Presdir

Masa Lalu Sang Presdir
Insiden Benny


__ADS_3

"Halo Pap, katanya ketemu di vila Mama sudah di sini mau makan siang di mana di luar atau di sini saja?" suara empuk Ameera di ujung telepon.


"Mam, maaf ada hal tak terduga yang harus Papa selesaikan dulu masalah Benny sedikit ada insiden barusan jadi Papa nggak ke vila dulu Mama makan saja duluan kalau selesai nanti di kabari lagi," jawab Richard terdengar begitu cemas dan buru-buru.


"Pap? Ada apa dengan Pak Benny?" Ameera malah balik tanya.


"Masalah kecil biasa masalah laki-laki, berantem sama


Zen mantan manajer klab malam di Hotelku yang terjerat kasus dan sekarang sudah keluar dari penjara," ucap Richard berusaha menyembunyikan permasalahan.


"Astaghfirullah Pap, gimana keadaan Pak Benny sekarang? masalahnya apa? Kenapa mereka sampai berantem?"


"Benny lagi dalam penanganan mereka berduel seperti jagoan masih untung ada yang melihat mereka entah kalau tidak ada yang melihat dan melaporkan mungkin akan jatuh korban diantara mereka, masalahnya tak jelas mungkin ada kaitannya saat Zen di gerebek dulu sampai aparat menangkapnya, sebenarnya itu ulahnya sendiri tapi kini Zen datang lagi malah minta pesangon segala padaku, Benny menentangnya alasan karena urusan dengan Zen sudah dianggap selesai Dirinya yang bikin ulah," jelas Richard berusaha menenangkan Ameera.


"Jadi Papa sekarang di rumah sakit? Mama ke situ sekarang di rumah sakit mana?"

__ADS_1


"Sayang sebentar lagi Aku pulang tunggu saja di situ sudah ada Hanna di sini nggak apa-apa pokoknya tunggu kabar saja Benny keadaannya baik-baik saja soalnya Papa mau langsung ke kantor polisi memberikan keterangan jangan sampai kasus ini melebar jauh urusannya bikin ribet saja, kalau bisa ditutup saja sampai di sini dengan damai."


"Baiklah Pap, kalau begitu Mama tunggu kabar selanjutnya saja. Papa hati-hati Mama jadi cemas." Ameera merasa kaget dengan kabar yang baru saja di terimanya.


"Iya, Papa juga cemas sama Mama kalau nggak pulang saja biar nanti Papa jemput sama Richie jangan ke mana-mana dulu di rumah saja," ucap Richard membuat Ameera merasa takut juga.


Ameera merasa takut juga takut Richard suaminya merasa terancam pikirannya mundur ke waktu mereka belum menikah saat Richard dikeroyok orang suruhan mantan suaminya Fathir yang mengajaknya rujuk tapi Ameera menolak.


"Pap kabari Mama kalau semua urusan selesai pokoknya Mama jadi merasa tidak tenang bukan hanya memikirkan Papa saja, tapi Pak Benny juga," jawab Ameera.


"Selesaikan dulu semuanya Pap biar tenang," tutur Ameera dengan lembut.


"Tentu Sayang, ya sudah Papa ke kantor polisi dulu tenangnya Ada Andrea di kantor jadi tidak kosong banget tadi sudah di kondisikan juga manager Alvin biar menemani Andrea."


"Pap, hati hatilah ajak siapa buat menemani jangan sendiri bawa mobil tadinya biar Mama yang menemani." Ameera menawarkan diri.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Sayang hanya laporan biasa karena ada insiden. Karena kejadian dengan karyawanku saja masalahnya,"


"Ya sudah Mama juga mau pulang aja padahal sudah ganti pengharum ruangan di kamar sini," ucap Ameera berusaha menggoda suaminya.


"Ah, Sayang jadi pengen pulang nih tapi semua belum selesai gimana jadinya tapi malam nanti hanya Kita berdua ya Sayang,"


"Iya Pap, Mama tunggu dan akan tidurkan Richie lebih awal."


"Ah Mama bisa aja, membuat Papa pengen cepat pulang."


Ameera tertawa dan terdengar begitu menggoda bagi Richard. Telepon di tutup dan Ameera mengunci kembali Vila nya. Ke kantor Agrowisata kembali dan berencana mau pulang saja sesuai instruksi Richard suaminya.


*******


Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2