
Pulang dari Mall hampir tengah hari tapi Richard belum mendapat kabar dari Haji Marzuki atau Ameera hanya Andrea katanya sama Aliyah pergi jalan-jalan entah ke mana.
Richard mulai uring-uringan dan memanggil Benny hilang cerianya yang pagi tadi begitu terlihat.
"Gimana ini sampai siang begini semua nggak ada kabar? sepertinya mereka mempermainkan Aku!" ucap Richard di hadapan Benny.
"Sabar Bos mungkin Pak Haji Marzuki lagi sibuk di kantornya banyak yang diurus atau barangkali lupa dengan janjinya." jawab Benny sambil mengambil semua jinjingan bawaan Richard sehabis belanja.
"Bisa bisa Aku di semprot sama orangtuaku lagi pokoknya telepon Bapak mertuaku sekarang juga takut Dia sudah lupa."
"Sabar Bos,"
"Pokoknya Aku nggak bisa sabar lagi!"
"Bos istirahat saja di hunian mu semua sudah Aku dandani... sambil lihat semua kayak untuk pasangan yang berbulan madu dama kayak di villa."
__ADS_1
"Lo suruh Aku istirahat di sana di tempat yang sudah di dandani yang bener aja Benny! Masa Aku sendiri berkhayal? pokoknya telepon sekarang mertuaku atau Ameera!"
"Kalau Bos mau kalau nggak mau ya terserah mau di mana-mana juga yang penting maksudku istirahatlah dulu."
"Aku nggak mau istirahat Aku mau kepastian Aku mau menjemput Anak Istriku kenapa setiap Aku telepon Ameera nggak pernah menjawab apa yang Dia inginkan? Duduk di sini Benny sampai Kamu dapat jawaban," ucap Richard kelihatan marah tapi di tanggapi Benny dengan biasa jadi marahnya seperti tertahan.
Benny duduk di sofa sambil menelepon tapi semua yang dihubunginya tidak ada satupun yang diangkat dan aktif Richard melihatnya dengan perasaan marah dan saat ini Benny merasa takut kalau Bos Richard marah beneran mungkin semua orang akan terkena imbasnya.
Sampai sore belum ada yang bisa di hubungi Richard bolak-balik ke samping Hotelnya yaitu Villa Melati keluarga Haji Marzuki tetapi Ibu Hj Salamah juga hanya menggeleng.
"Ya ampun Ibu tolong beritahu di mana Ameera sama Richie berada?"
"Nak Richard pergilah ke villa tenangkan dirimu itu hanya saran Ibu, mungkin kalau di villa banyak pemandangan yang bisa dilihat banyak orang yang bisa membahagiakanmu ada Aliyah di sana untuk mengobrol banyak orang-orang yang mencari kebahagiaan di sana coba temukan kebahagiaanmu di sana juga."
Richard mencoba mengartikan kata-kata dari Ibu aja selama tetapi dalam kali tidak sedikitpun bisa mencerna akhirnya pamit bingung pergi ke mana lagi hanya untuk sekedar menghargai beni yang telah berusaha tidak marah kali ini walaupun hujan tidak mau bicara sama siapapun hanya sebatas keperluannya saja bertanya dengan datar dan dingin pada menu yang selalu setia mengikuti kemana keinginan Richard.
Ke mana kita Bos ke villa saja?
__ADS_1
"Terserah mau ke mana jalan-jalan juga nggak apa-apa habiskan bahan bakar Aku tak perduli!"
Benny melajukan mobilnya ke villa yang menurutnya telah begitu luar biasa penuh dengan bunga-bunga dan hiasan lainnya yang membuat penghuninya merasa berada dalam mimpi saja.
Richard anteng memejamkan matanya meredam emosinya pada Ameera yang membohongi dirinya sampai sore ini belum mengabarinya juga pada H. Marzuki mertuanya yang sama menurut Richard membohonginya.
Richard membuka mata teringat Aliyah mungkin masih sama Andrea karena orang tuanya masih tinggal di Hotel barangkali Aliyah bisa memberikan kabar yang bisa menenangkannya.
"Halo Al, Kamu di mana sama Andrea?"
"Aku di kantor Agrowisata Kak kenapa? Kak Richard di mana?" Aliyah balik tanya.
"Aku juga mau ke villa Aku mau bertanya kenapa Ameera sampai sore ini belum mengabari ku? juga Bapakmu nggak bisa ditelepon katanya mau kabari Aku atau ngabarin Benny sama Aku biar bisa menjemput Ameera sama Richie?"
"Kak Richard ke villa saja Aku lagi sibuk dulu nanti Aku telpon lagi ya!"
Sempurna sudah kekecewaan Richard hari ini berganti dengan kemarahan yang semakin terpendam semua tak ada yang bisa dihubungi dan Aliyah pun kelihatan begitu sibuk akhirnya Richard menutup telepon dan menyimpan di sampingnya.
__ADS_1
*********
Sambil menunggu kelanjutan MASA LALU SANG PRESDIR, Baca juga ya, Pesona Aryanti, Biarkan Aku Memilih, Meniti Pelangi, Cinta Di Atas Perjanjian, Noda Kelam Masa Lalu, By Enis Sudrajat 🙏❤️