Tega

Tega
Bab 139


__ADS_3

Rendra mengajak Arumi ke sebuah kafe yang ada di mall.


'Yah, kok ke kafe sih? aku ngarepnya kan ke restoran. Pas banget kan sekalian makan malam' batin Arumi.


"Silahkan Arumi!" kata Rendra sopan, sambil menarik kursi untuk Arumi duduk.


Arumi yang di perlakukan begitu sopan dan di sapa dengan begitu ramah jadi tersenyum canggung.


'Aduh, ini firasat makin gak enak aja nih!' batin Arumi lagi.


Rendra selanjutnya duduk di depan Arumi. Sebelum bicara Rendra terlihat menghirup udara singkat.


"Jadi begini Arumi, maksud saya... em lebih baik kalau kita bicara dengan bahasa yang akrab saja ya...!"


Arumi mengernyitkan keningnya dan memperhatikan Rendra dengan seksama.


'Ini orang mau ngomong apa sih?' tanya Arumi dalam hatinya.


Rendra kemudian terdiam lagi, sepertinya dia kesulitan untuk mencari kata-kata yang pas untuk menyatakan tujuan dia menemui Arumi.


"Jadi begini...!"


"Iya!" Arumi menyela.


Rendra sudah susah payah menyusun kata-kata dalam pikirannya, setelah di sela Arumi. Rendra malah menatap wajah bengong Arumi, dan akhirnya semua kata-kata yang ada di pikiran Rendra lenyap tak bersisa.


Keduanya saling pandang, dengan mata yang sama-sama bulat dan lebar.


( Coba bayangkan saja saat Daddy namjoon memandang ke arah kookkie saat ekspresi si bontot terkaget-kaget ketika mendengar Daddy namjoon bilang Yoongi marry me).


Cukup lama mereka saling pandang dengan tatapan bingung antara keduanya. Dan dengan mata yang sama-sama bulat melebar karena memang mencoba mengerti apa tatapan satu sama lain.


Menyadari Rendra yang malah bengong menatapnya, Arumi pun segera memalingkan wajahnya ke arah lain.

__ADS_1


Rendra juga langsung memalingkan pandangannya ke arah lain sebelum dia kembali menatap ke arah Arumi.


"Jadi begini Arumi, aku ingin memintamu datang ke acara ulang tahun Hera bersamaku...!"


"Whatt!" pekik Arumi menyela ucapan Rendra.


Sontak saja Rendra langsung diam dan sedikit mundur ke belakang. Sedikit menyandarkan punggungnya kesadaran kursi yang diduduki.


"Datang ke pesta ulang tahun buaya betina itu, hah... yang benar saja. Di undang pun aku tak akan datang!" seru Arumi yang bicara berdasarkan rasa benci dan kesalnya pada Hera.


Mendengar jawaban Arumi itu tadi, Rendra jadi merasa kalau Arumi memang tidak akan membantunya dan datang bersamanya. Dan karena Rendra ini adalah pria tipikal orang yang tak suka memaksa atau membebani orang lain. Maka Rendra pun diam.


"Lagian ngapain juga mas Rendra harus datang sih?" tanya Arumi yang tidak mengerti kalau hubungannya sangat baik dengan Ari Ricardo. Ayah angkat Hera.


"Ya, karena tuan Ari Ricardo itu sangat baik pada perusahaan. Ayah dan tuan Ari Ricardo punya hubungan yang baik, apalagi tuan Ari Ricardo sendiri yang mengundangku. Jadi aku harus datang, hanya saja aku merasa di balik undangan langsung tuan Ari Ricardo itu ada hal yang ingin dia bicarakan. Dan dari sikap Hera, aku takut mereka akan...!"


"Maksud mas Rendra, papanya si buaya betina mau menjodohkan mas Rendra dengan buaya betina itu?" tanya Arumi.


Arumi terlihat terkejut sekaligus tidak senang.


'Ya ampun, kasihan banget Kevin. Kayaknya dia bakalan beneran punya mama tiri buaya. Kasihan banget sih!' batin Arumi.


"Ya ampun mas, emang mas gak bisa nolak. Mas kan bisa aja bilang mas itu sudah punya calon gitu, ajak siapa gitu ke ulangtahunnya buaya beti....!"


Arumi terdiam, sepertinya dia melewatkan sesuatu. Dia mengatakan pada Rendra, kalau bisa saja dia mengajak seorang wanita dan katakan wanita itu calonnya Rendra untuk menghindari perjodohan Rendra dengan Hera. Tapi Arumi ingat, Rendra bahkan baru saja mengajaknya.


'Eh, apa artinya... aku yang mau di kenalkan sebagai calon ibunya Kevin?' batin Arumi tak percaya.


Arumi lantas melihat ke arah Rendra.


"Mas Rendra tadi itu ajak aku, karena...!"


Arumi sengaja menjeda kalimatnya, dia tidak mau keGe'eRan. Jadi dia langsung menjeda kalimatnya dan menunggu Rendra menyambung perkataannya itu.

__ADS_1


Rendra langsung mengangguk membenarkan.


"Iya Arumi, aku minta maaf sebelumnya. Tapi kamu sendiri yang tadi memperkenalkan diri sebagai calon istriku di depan Hera, bukan? jadi aku rasa itu benar-benar cara yang terbaik menghindari perjodohan ku dengan Hera. Tapi kalau kamu sudah punya pacar atau...!"


"Tidak mas, aku tidak punya pacar. Aku memang melakukan itu untuk Kevin. Baiklah, aku akan datang bersama mas Rendra!" ucap Arumi membuat Rendra merasa sangat lega.


'Aku melakukan ini tidak hanya demi Sarah dan Kevin. Tapi juga untuk mengerjai wanita ular sekaligus buaya betina itu. Ya ampun, aku tidak bisa bayangkan wajahnya yang terkejut karena patah hati!' batin Arumi yang sudah membayangkan betapa Hera akan patah hati dan malu nanti di pesta ulang tahunnya sendiri.


"Aku senang mendengar kamu setuju. Kita bisa beli gaun atau..!"


"Tidak perlu mas, di rumahku banyak gaun!" kata Arumi.


Rendra sedikit mengangkat alisnya, masalahnya dia selalu menemukan Arumi dengan blouse dan celana panjang. Sekali dia melihat Arumi pakai gamis dan kebaya saat Sarah menikah. Selain itu, Rendra selalu melihat Arumi dengan blouse atau kaos dengan bawahan celana panjang.


"Tapi pesta itu ada dress code nya!" kata Rendra yang tak ingin Arumi salah kostum.


"Apa dress code nya?" tanya Arumi.


"Vintage!" kata Rendra.


"Ah, tenang saja mas Rendra. Gaun di rumah ku gayanya vintage semua!" kata Arumi sambil tersenyum yakin.


Rendra sempat terkejut, dia merasa Arumi benar-benar wanita yang penuh dengan kejutan. Cantik, bisa berkelahi maksudnya bisa bela diri, cukup pintar dan dia punya gaya.


Rendra lantas mengantar Arumi pulang, dan dia akan menjemput Arumi tepat pukul 7.30 malam nanti. Arumi langsung masuk ke dalam rumahnya, dia segera bersiap-siap. Arumi mengambil salah satu gaun vintage terbaiknya dan mengepaskan di tubuhnya di depan cermin.


"Nona Arumi Wijaya, kamu memang anak tuan Chandra Wijaya yang paling cantik dan luar biasa!" gumam Arumi sambil berputar ke kanan dan ke kiri di depan cermin.


Arumi adalah anak bungsu Chandra Wijaya, salah satu politikus ternama di negara ini. Pemilik salah satu tambang nikel dan batu bara di pulau terbesar di negara ini. Jangan tanya berapa banyak rumah mewah yang papi Arumi punya. Perusahaan nya bahkan lebih banyak cabangnya dari PT Arya Hutama grup. jangan tanya juga sebenarnya Arumi sekolah dimana sebelum dia kuliah di Jakarta. Namanya bahkan adalah salah satu lulusan terbaik di Oxford University Inggris. Yang lulus kuliah bisnis management hanya dalam waktu tiga tahun saja.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2