
Arumi dan tuan Arya Hutama keluar dari ruang kerja. Setelah mendengarkan penjelasan dari sang ayah mertua, akhirnya Arumi memutuskan untuk mendengarkan penjelasan dari suaminya.
Karena Arumi merasa kalau apa yang dikatakan oleh ayah mertuanya itu benar adanya, semakin dirinya menghindari Rendra dan tidak mendengarkan penjelasan dari suaminya. Maka masalah ini akan semakin berlarut-larut, kemudian akan ada jarak diantara Arumi dan juga Rendra. Hal seperti itu eh memang diinginkan oleh seorang wanita yang ingin merebut suami orang lain.
Begitu ada kesempatan, maka wanita yang sudah punya niat untuk menghancurkan rumah tangga orang lain tersebut tidak akan tinggal diam. Dia akan masuk dari celah yang paling sempit sekalipun.
Dan Arumi tidak ingin hal itu terjadi. Apalagi tadi ayah mertuanya sudah menjelaskan semuanya. Dan tuan Arya Hutama yang memang sudah mengenal anaknya itu selama puluhan tahun mengerti kalau, Rendra memang berkata jujur saat menjelaskan semua tentang situasi yang terjadi sebelumnya.
"Ayah akan menemani Kevin menginap di sini!" kata tuan Arya Hutama yang langsung di angguki oleh semua orang.
Memangnya siapa yang berani membantah perkataan orang yang usianya paling tua di antara mereka, dan memang orang yang paling mereka hormati.
"Rendra!" panggil tuan Arya Hutama.
Rendra lantas segera menghampiri ayahnya. Rendra sangat cepat menghampiri sang ayah sampai seperti seorang anak kecil yang dipanggil namanya satu bagian rapor.
"Iya ayah!" jawab Rendra yang sangat bersemangat.
Rendra tahu, kalau kayaknya akan memintanya mengantarkan Arumi pulang. Sebab, sang ayah sudah mengatakan kalau dia yang akan menemani Kevin untuk menginap di apartemen Tristan.
"Kamu ajak Arumi pulang!" kata tuan Arya Hutama.
Sarah dan Tristan yang mendengar perkataan tuan Arya Hutama terlihat menghela nafas lega. Karena mereka juga tidak mau sebenarnya, Kakak dan kakak ipar yang mengalami kesulitan dalam rumah tangga mereka, mereka ingin semua kesalahpahaman antara Arumi dan Rendra segera di bicarakan baik-baik. Sebab, Sarah dan Tristan juga bisa melihat, kalau Rendra benar-benar menyesal dengan kesilapan nya. Dan dia sudah berjanji tidak akan memberikan rasa simpatinya lagi walaupun hanya sedikit saja pada Gisella.
Arumi lantas menghampiri Sarah dan memeluknya temannya itu sambil berkata.
"Apa menurut mu aku harus maafkan dia?" tanya Arumi pada Sarah dengan berbisik dan hanya dirinya dan Sarah saja yang bisa mendengar apa yang dia katakan.
__ADS_1
Sarah pun mengusap punggung Arumi perlahan.
"Semua terserah padamu, tapi aku pikir tidak ada salahnya mendengarkan penjelasannya. Dengar dan perhatikan dengan baik, masalah memaafkan secara langsung atau dengan syarat, itu terserah padamu!" kata Sarah yang menjawab pertanyaan dari Arumi dengan berbisik pula.
Arumi mengangkat alisnya. Menurutnya apa yang dikatakan Sarah itu benar. Kenapa tidak memaafkannya dengan syarat. Selain agar Rendra tak mengulanginya lagi, dia juga bisa membalas rasa kesalnya akibat ulah suaminya itu.
Saat Sarah dan Arumi berpelukan namun sambil berbisik-bisik, perasaan Rendra menjadi sangat tidak enak. Dia merasa kalau adik iparnya itu sudah memberikan saran yang akan membuat dirinya kesulitan. Tapi bagaimana pun juga, Rendra tahu itu pantas untuknya yang memang lemah saat bersikap pada Gisella sebelumnya.
Setelah itu Arumi dan Rendra keluar dari apartemen Tristan. Selama dari depan pintu apartemen Tristan sampai ke pintu lift, Arumi sama sekali tidak bicara bahkan menoleh ke arah Rendra.
Arumi masih saja diam, padahal Rendra ingin sekali bicara pada istrinya itu. Rendra ingin sekali memeluknya karena mengetahui kalau Arumi sekarang tengah mengandung. Dia akan punya anak lagi, setelah lima tahun lebih. Tapi sepertinya Arumi tidak memberikan lampu hijau untuk Rendra sekedar memeluknya.
Begitu pintu lift terbuka, Rendra lantas masuk ke dalam lift bersama dengan Arumi. Kebetulan di dalam lift ada seorang penghuni apartemen lain yang berasal dari lantai dua atas lantai apartemen Tristan yang akan turun ke basemen juga membawa sebuah kotak kardus ukuran lumayan sedang.
Rendra dengan sigap berdiri di depan Arumi untuk melindungi Arumi agar tak terkena kardus itu kalau orang yang sedang memegangnya sedang bergerak atau ganti posisi karena pegal.
Rendra hanya bisa menunduk, dia sadar dia salah. Dan memang membuat masalah dengan seorang istri itu akibatnya sangatlah tidak baik.
Begitu pintu lift terbuka, Rendra membiarkan orang yang membawa kardus itu keluar terlebih dahulu. Setelah di rasa aman, baru dia keluar bersama Arumi.
"Mobil kita di sana!" kata Rendra menunjuk ke arah dimana tadi dia parkirkan mobilnya.
Arumi tanpa bicara juga langsung menuju ke arah yang di tunjuk oleh Rendra. Rendra bergegas menuju ke mobilnya agar bisa membukakan pintu mobil untuk istrinya.
Rendra bersyukur, Arumi mau duduk di kursi penumpang bagian depan. Setelah itu Rendra juga masuk ke dalam mobil dan mereka pun meninggalkan apartemen tersebut.
Sementara itu, Sarah sedang mengantarkan ayah mertuanya ke lantai dua apartemennya untuk menemani Kevin. Tadinya Sarah dan Tristan menawarkan untuk tuan Arya Hutama tidur di kamar mereka saja. Biar nanti Tristan menggendong Kevin ke bawah. Tapi tuan Arya Hutama mengatakan tidak perlu melakukan hal itu. Lagipula kalau bisa jangan pernah membiarkan orang lain untuk tidur di kamar utama pasangan suami dan istri. Itu adalah pesan tuan Arya Hutama pada Tristan dan Sarah meskipun itu anggota keluarga, atau orang yang di anggap keluarga sendiri.
__ADS_1
Widya juga sudah pindah ke kamarnya, jadi tuan Arya Hutama bisa langsung beristirahat bersama Kevin. Karena memang hari sudah malam.
Setelah mengantar ayahnya, Sarah dan Tristan juga pergi ke kamar mereka.
Tapi begitu menutup pintu, Tristan malah langsung menggendong istrinya itu. Membuat Sarah terkejut.
"Mas, kaget aku! turunkan aku. Aku sudah mulai berat loh!" kata Sarah pada Tristan.
"Kamu tidak berat sama sekali sayang, aku ingin memanjakan istriku ini. Seharian menemani Arumi kamu pasti lelah kan?" tanya Tristan yang merebahkan tubuh istrinya perlahan di atas tempat tidur mereka.
Tristan langsung mencari sesuatu di laci setelah Sarah berbaring di atas tempat tidur.
"Cari apa mas?" tanya Tristan pada Sarah.
"Sudah ku temukan!" kata Tristan mengeluarkan minyak gosok aromaterapi dari laci dan menunjukkannya pada Sarah.
"Untuk apa?" tanya Sarah.
Tapi Tristan tak langsung menjawab pertanyaan Sarah. Pria itu malah menyingkap sedikit celana panjang istrinya itu. Dan menggosokkan minyak itu di kaki Sarah.
"Mas tidak usah!" kata Sarah yang merasa kalau Tristan juga pasti lelah bekerja seharian.
"Tidak apa-apa sayang, aku tahu beban yang kamu tanggung sekarang dua kali lipat. Capek dua kali lipat, pegal juga dua kali lipat. Biarkan aku meringankan sedikit pegal di kakimu, ya?" pinta Tristan yang langsung memijat kaki Sarah, membuat Sarah langsung mengangguk dan tak bisa menolak lagi.
Sarah begitu terharu, matanya sampai berkaca-kaca. Dia tidak menyangka pria yang awal bertemu dengannya begitu arogan, kini menjadi sangat lembut dan perhatian. Sarah merasa sangat bersyukur punya suami yang baik, perhatian dan sangat mencintai nya seperti Tristan.
***
__ADS_1
Bersambung...