Tega

Tega
Bab 33


__ADS_3

Sarah sudah tiba di kantor pagi-pagi sekali dan bersiap untuk mengerjakan pekerjaannya yang kemarin dia tinggalkan. Sesampainya dia di ruangan, juga belum ada rekan kerjanya yang datang. Namun begitu Sarah sampai di meja kerjanya, Sarah begitu terkejut melihat meja kerjanya yang berantakan seperti habis terkena angin beliung dadakan dan lokal, artinya benar-benar hanya meja kerjanya saja yang berantakan seperti habis di acak-acak kucing.


Saat Sarah melihat ke meja rekan kerjanya yang lain. Meja kerja teman-temannya masih rapi seperti saat mereka meninggalkannya kemarin. Sarah pun mendengus kesal sambil merapikan meja kerjanya lagi.


Dan Sarah tambah terkejut, ketika dia melihat semua dokumen yang dia simpan di laci meja sudah tidak ada.


Sarah sontak saja langsung memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Ya Tuhan, cobaan apalagi ini?" tanya Sarah mengeluh.


Sarah kembali mendengus kesal. Setelah dia merapikan semuanya, dia kembali mengecek komputer miliknya. Untung saja komputernya masih berfungsi dengan baik. Sarah juga melihat file yang dia simpan kemarin semuanya masih ada pada tempatnya. Sarah pun duduk bersandar di sandaran kursinya sambil melihat ke sekelilingnya.


"Ini kerjaan siapa ya? masak cuma mau bikin kerjaan ku selesai lama. Kalau dia memang mau membuat masalah, pasti komputernya juga tak akan lolos dari kejahilannya. Ini agak aneh, orang kurang kerjaan mana yang melakukan semua ini? Astaga!" gerutu Sarah sambil mengerjakan semua pekerjaannya kembali.


Ketika Sarah masih sibuk bekerja, Arumi pun masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah sedih yang di buat-buat.


"Ck... sedih banget sih jadi aku. Aku nyamperin sahabat baikku ke panti, maksudnya mau ajak dia bareng. Nah, begitu sampai panti kata bunda Tiara, orangnya udah pergi setengah jam yang lalu!" ujar Arumi menyindir Sarah.


Arumi langsung duduk di tempatnya dan meletakkan tasnya sambil membuka dokumen di atas meja namun sesekali melirik ke arah Sarah yang malah terkekeh melihat ekspresi absurd sang sahabat.


"Ha ha ha, kamu memang selalu bisa jadi mood booster nya aku, Arumi!" ucap Sarah yang langsung menarik kursinya ke dekat Arumi dan memeluk sahabatnya yang sebenarnya sedang merajuk itu.


Bagaimana tidak, Arumi sudah bilang pada Sarah kalau dia yang akan antar jemput Sarah berangkat dan pulang kerja. Malah Sarah pergi kerja duluan, kan Arumi jadi merajuk, tapi kok malah di peluk. Kan Arumi jadinya gak bisa marah dan merajuk lagi pada Sarah.


"Kamu tuh kenapa sih? aku tuh udah bangun lebih pagi lima belas menit buat lebih cepat siap-siap terus jemput kamu, kenapa malah berangkat duluan sih?" tanya Arumi dengan wajah pura-pura kesal.


Tapi Sarah malah mencubit pipi Arumi dan kembali mendorong kursinya menjauh kembali ke meja kerjamya.


"Maaf ya sahabat baikku, masalahnya kemarin aku meninggalkan banyak sekali pekerjaan, dan si bos tukang marah-marah itu ingin semuanya selesai hari ini, jadi aku berangkat duluan deh setelah semua pekerjaan di panti beres!" jelas Sarah sambil kembali menatap layar monitor komputer nya dan kembali fokus pada pekerjaannya.

__ADS_1


Arumi pun manggut-manggut seperti burung pelatuk. Tapi kemudian dia terdiam sejenak, sebelum kembali berkata.


"Eh, Sarah. Tapi aku penasaran deh! ada dendam apa coba itu bos baru sama kamu. Kok bisa-bisanya dia tuh kayaknya targetin kamu terus gitu?" tanya Arumi yang sudah ingin mengatakan hal ini dari kemarin namun belum sempat.


Sarah langsung menoleh kembali ke arah Arumi.


"Kamu inget gak waktu aku datang telat itu karena benerin mobil taksi online di jalan yang di tabrak sama cowok resek ngeselin, bin ajaib itu. Yang aku sampai kehabisan kesabaran karena dia bilang aku sama pak supir yang polos tak berdosa itu pengemis?" tanya Sarah yang di balas anggukan oleh Arumi.


"Nah, itu cowok ajaib tuh ya si bos kita yang baru itu!" lanjut Sarah.


"Whatttttt! jadi orang yang kamu kasih cap lima jari itu si bos, tuan Tristan?" tanya Arumi tak percaya.


Sarah pun mengangguk pasti. Arumi sampai menepuk dahinya sendiri.


"Yang benar saja kamu Sarah, cari masalahnya gak pakai nanggung!" seru Arumi yang menghela nafasnya panjang.


Beberapa jam kemudian, saat semua orang akan istirahat makan siang. Seorang karyawan pria dari bagian sekertaris datang ke ruangan divisi keuangan membawa setumpuk dokumen. Semua mata tentu saja tertuju pada pria tersebut.


"Ini pak bos yang nyuruh, berani kamu minta balikin?" tanya Doni pada Feri yang langsung menutup mulutnya rapat begitu mendengar semua pekerjaan itu adalah perintah langsung dari Tristan.


Arumi yang sudah menduga akan berakhir di atas meja kerja siapa semua pekerjaan itu pun bicara pada Doni.


"Pak Doni, tolong letakkan separuhnya di atas mejaku. Pekerjaan Sarah masih sangat banyak!" seru Arumi.


Sarah yang tidak menyadari kedatangan Doni karena sibuk mengerjakan pekerjaannya pun menoleh ketika Arumi berseru begitu keras.


Doni sampai terkejut,


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau semua pekerjaan ini untuk Sarah, Arumi?" tanya Doni penasaran.

__ADS_1


Arumi langsung berdiri dan mendekati meja Sarah, karena Doni sudah berdiri di dekat meja Sarah.


"Hanya menduga saja! sini berikan padaku separuhnya!" seru Arumi.


"Tidak bisa Arumi, ini semua perintah langsung tuan Tristan. Aku tidak berani, katanya kalau sampai ada yang ketahuan membantu Sarah, maka tanpa sp3 lagi maka karyawan itu akan langsung di keluarkan dari sini!" tegas Doni.


Semua karyawan, rekan kerja Sarah yang lain lantas memilih untuk kembali meneruskan pekerjaan mereka saja.


Doni meletakkan semua dokumen itu di atas meja kerja Sarah.


"Sarah, kata tuan Tristan semua ini harus selesai di kerjakan sebelum jam dua siang ya!" kata Doni yang langsung pergi dari tempat itu.


Arumi tidak perduli, dia langsung mengambil separuh pekerjaan untuk Sarah. Tapi Sarah langsung berdiri dan menghalangi Arumi melakukan hal itu.


"Jangan Arumi, kamu percayakan padaku? aku pasti menyelesaikannya sebelum jam dua siang!" ujar Sarah sambil tersenyum.


"Aku percaya, tapi kamu akan terlambat untuk makan siang, kamu punya asam lambung Sarah! aku akan membantumu!" Arumi tetap bersikeras.


"Bagaimana kalau kamu bantu doa saja. Aku tidak mau kalau tuan Tristan sampai memecat mu karena membantuku!" kata Sarah menjelaskan.


"Tapi Sarah...!"


"Tidak apa-apa, kalau kamu mau bantu aku, nanti saat kamu kembali dari makan siang. Kamu bisa bawakan aku burger dengan dobel beef dan keju!" kata Sarah.


Arumi tersenyum dan mengangguk. Sampai dia kembali terkejut karena ada seorang anak yang berlari menghampiri Sarah dan memanggilnya.


"Mama!"


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2