Tega

Tega
Bab 181


__ADS_3

Arista sama sekali tidak keluar dari dalam mobilnya. Karena dia sudah punya rencana sendiri jika memang Arumi ketahuan lari dengan mobil Arista.


Setelah melihat Rendra menggendong Arumi ke dalam mobilnya Arista langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan kembali ke rumah tuan Shen.


"Berbahagialah Arumi, berbahagialah!" kata Arista dengan mata berkaca-kaca.


Sementara itu Rendra sudah memasang sabuk pengaman dan akan menuju ke kantor urusan agama di mana sang ayah sudah ada di sana dengan Samsudin dan pengacara mereka.


"Apa baju pengantin kita sudah kamu siapkan mas?" tanya Arumi.


"Ba... baju pengantin?" tanya Rendra pada Arumi.


Masalahnya karena rencana ini sangat mendadak, Rendra tak sempat memikirkan untuk menyiapkan baju pengantin untuk mereka.


"Aoa kita perlu mampir ke butik?" tanya Rendra yang tak mau mengecewakan Arumi.


Arumi malah terkekeh, sambil menghirup udara banyak-banyak dengan membuka kaca mobil Rendra Arumi terkekeh lalu berkata.


"Ha ha ha, aku bercanda mas. Bisa menikah hari ini saja sudah syukur. Dua jam lagi papi pasti akan kembali dan mencari ku dan entah apa yang terjadi setelah itu!" kata Arumi sendu.


Rendra langsung meraih tangan Arumi dan menggenggamnya dengan erat.


"Kita akan hadapi bersama! ucap Rendra membuat Arumi tersenyum.


Tak berapa lama kemudian, mereka pun tiba di KUA yang memang tidak terlalu besar. Mereka sengaja memilih tempat yang tidak pernah terpikirkan oleh Chandra Wijaya, justru di KUA yang masih satu wilayah dengan kediaman keluarga Wijaya.


Rendra mengajak Arumi turun dari dalam mobil. Tuan Arya Hutama tampak senang melihat Rendra, dia juga setuju karena dia yakin Arumi itu adalah pilihan terbaik untuk Rendra, meski dia nanti harus berhadapan dengan Candra Wijaya itu tidak membuat tuan Arya Hutama khawatir sama sekali.


Tuan Arya Hutama sudah mendengar semuanya dari Arista. Arista menghubungi tuan Arya Hutama tadi pagi-pagi sekali. Setelah dia menghubungi tuan Arya Hutama dan tuan Arya Hutama setuju, maka dia baru memberitahu Arumi rencananya itu.

__ADS_1


Tuan Arya Hutama memang mengenal Chandra Wijaya sebagai orang yang ambisius, tapi dia tidak menyangka kalau demi kekuasaan dan harta, Chandra Wijaya sampai melakukan semua itu, mengorbankan kebahagiaan Arumi.


Prosesi ijab kabul di laksanakan dengan cepat. Semuanya serba cepat, foto mereka berdua juga cepat, kemudian penyiapan semua dokumen juga dilakukan dengan cepat oleh Samsudin. Hingga kurang dari dua jam, kini Arumi dan Rendra telah sah menjadi suami istri. Dengan tuan Arya Hutama dan Samsudin sebagai saksi dari pihak wanita dan pria.


Ketika penghulu mengucapkan kata 'Sah' Arumi sempat nge-bug sebentar sebelum akhirnya ketika tuan Arya Hutama, Samsudin dan Andreas mengucapkan kata Sah. Arumi baru menoleh ke kanan dan ke kiri lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya seperti yang di lakukan oleh Rendra.


Hanya ada pelukan hangat dari Rendra pada Arumi. Tidak ada sungkeman atau hal lainnya. Karena mereka harus tiba di kediaman Hutama. Tempat yang paling aman untuk Arumi saat ini.


Di perjalanan menuju kediaman Hutama, tangan Rendra tak lepas dari tangan Arumi. Seolah mengatakan pada Arumi, apapun yang terjadi. Rendra akan terus berada di sisi Arumi.


***


Sementara itu, di kediaman Wijaya. Chandra Wijaya telah kembali bersama dengan Yuliana setelah kepala penjaga rumah memberinya kabar kalau Arumi kabur lagi dari rumah.


Yuliana hanya bisa memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing. Sepertinya dia sudah menebak siapa yang membantu Arumi.


Chandra Wijaya pun memanggil semua anaknya ke ruang tengah. Kebetulan, Arista juga sudah kembali dari rumah tuan Shen.


Suaranya menggelegar, sampai nanny-nya Raja dan Ratu harus membawa Raja dan Ratu ke taman belakang agar tak mendengar suara kakek mereka yang sedang marah itu.


Arista dan Renata juga para asisten rumah tangga, dan para penjaga hanya bisa menunduk.


"Renata!" panggil Chandra Wijaya sambil berteriak.


"Bagaimana bisa kamu tidak tahu Arumi kabur?" tanya Chandra Wijaya.


"Maaf pi, aku di dalam kamar. Sedang video call dengan Nathan. Aku terkejut saat Arista berteriak mengatakan kalau Arumi kabur!" kata Renata jujur.


Chandra Wijaya yang tak menaruh rasa curiga sedikitpun pada Renata yang memang selalu pro pada Chandra Wijaya lantas beralih pada Arista.

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu Arumi kabur?" tanya Chandra Wijaya yang sama sekali tak menemukan apapun dari rekaman CCtv.


"Aku mau berangkat ke rumah tuan Shen, aku pikir akan melihat Arumi. Karena itu aku minta pada penjaga membukakan pintu. Tapi saat aku masuk Arumi tidak ada, jendela kamarnya terbuka, dan tirai panjang sudah menjuntai sampai ke taman samping. Aku berteriak memanggil penjaga. Kami mencarinya ke sekitar rumah. Tapi tak menemukannya. Tuan Shen menghubungi ku, dan aku membawa Raja dan Ratu juga Isnaini ke rumah tuan Shen!" jelas Arista sambil menundukkan kepalanya.


Tidak seperti Renata yang berkata sambil menatap papinya, Arista menceritakan semua itu sambil menunduk. Meski Chandra Wijaya tak memperhatikan semua itu karena sangking emosinya. Yuliana memperhatikan hal itu.


"Dasar anak tidak tahu di untung!" kesal Chandra Wijaya sampai menendang sebuah vas besar di dekatnya hingga terpental jauh dan pecah.


Para asisten rumah tangga sampai berkeringat dingin. Bahkan para penjaga rumah juga sudah panas dingin, karena mereka pasti akan mendapatkan hukuman yang sangat parah setelah ini.


"Tuan besar... ini rekaman milik tetangga seberang rumah ini. Sejak pagi tidak ada mobil lain yang keluar selain mobil tuan besar dan nona Arista! tidak ada mobil di sekitar rumah, di samping, di belakang atau di depan sampai jam sebelas siang tadi!" jelas kepala penjaga yang sampai meminta rekaman CCtv tetangga karena takut akan di hukum oleh Chandra Wijaya karena lengan.


Chandra Wijaya yang sudah mengepalkan tangannya sejak tadi lantas menoleh ke arah Arista.


"Panggil Raja, Ratu dan Isnaini!" pekik Candra Wijaya yang ingin mendengar kesaksian mereka.


Jika tidak ada mobil lain, maka Arumi pasti hanya akan bisa kabur dengan mobil Arista. Kata Chandra Wijaya tak lepas dari Arista yang masih menunduk dan diam.


Inilah alasan kenapa Arista tidak turun dari mobil dan tidak menyentuh bagian mobilnya yang lain.


Begitu Raja, Ratu dan Isnaini datang. Renata terlihat begitu gugup. Dia langsung melihat dengan cemas ke arah Arista.


"Raja dan Ratu, dengan siapa kalian pergi ke rumah tuan Shen?" tanya Chandra Wijaya dengan tenang pada kedua cucunya.


"Dengan mommy dan nanny Is, Opa!" kata Raja polos.


Chandra Wijaya berdecak kesal, karena tidak mungkin Raja berbohong.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2