Tega

Tega
Bab 281


__ADS_3

Kehadiran cucu kedua keluarga Hutama di sambut dengan sangat meriah. Putra pertama Sarah dan Tristan itu di beri nama oleh Damar Adhikara, karena merupakan cucu pertama keluarga Adhikara juga. Nama anak Sarah dan Tristan itu adalah Syahzain.


Nama belakangnya mengikuti keluarga Hutama. Karena memang Sarah juga mengikuti nama suaminya. Tapi itu tidak masalah, karena Zain. Nama panggilan Syahzain tetap cucu kesayangan dan pewaris usahanya kelak.


Syukuran atas kelahiran Zain juga membawa berkah bagi banyak orang. Karena tuan Arya Hutama dan Damar Adhikara benar-benar sangat bahagia sampai mengundang ribuan anak yatim yang di bagi menjadi tiga hari untuk bisa merasakan kebahagiaan dua keluarga besar tersebut.


Sambil menggendong Zain, Sarah yang melihat anak-anak yatim itu kembali mengingat masa lalunya. Dia dulu juga pernah berdiri seperti mereka menunggu antrian mendapatkan nasi kotak dan sedekah dari pemilik hajat yang menyelenggarakan acara tersebut.


Saat ada donatur yang datang ke panti, Sarah selalu berusaha bersikap sangat baik dan sopan. Dia sejak kecil belajar memasak dari para bibi pekerja panti, belajar mencuci sendiri sejak usia lima tahun. Dan mulai belajar berjualan di sekolah untuk bisa membantu sedikit perekonomian di panti asuhan Bunda Tiara kala itu.


Kerja keras baginya seperti teman, yang selalu menghiasi setiap harinya tanpa ada hari libur. Dia belajar dengan tekun, agar bisa mendapatkan beasiswa untuk masuk kuliah perguruan tinggi. Karena dia sadar, saat itu di panti asuhan Bunda Tiara bukan hanya dirinya yang perlu pendidikan tapi juga adik-adik pantinya yang lain.


Sarah sadar betul, kalau bantuan dari para donatur tidak mungkin akan bisa membuat dia bisa kuliah. Dia belajar siang dan malam untuk bisa ikut tes jalur masuk beasiswa. Dan dia berhasil. Sarah sama sekali tidak membiarkan kesempatan yang sudah datang kepadanya itu berlalu begitu saja.


Dia selalu menggunakan kesempatan dengan baik, bekerja keras dan terus berusaha membantu panti asuhan tempatnya di besarkan.


Sarah memandang ke arah suaminya, Tristan yang sedang membagikan amplop berisi uang untuk anak-anak panti yang sudah makan.


Rasa syukur Sarah juga tidak ada hentinya karena sudah mendapatkan suami yang sangat baik seperti Tristan, keluarga yang baik seperti keluarga Hutama. Dan kembali di pertemukan dengan kedua orang tua kandungnya. Nikmat mana lagi yang bisa dia dustakan.


Meskipun Sarah juga pernah hancur dan sakit hati karena pengkhianatan Alan, pria yang sangat dia cintai selama empat tahun lebih. Tapi jika bukan karena hal itu, Sarah tidak akan akan pernah pergi ke pantai waktu itu.


Dan Sarah tidak akan pernah menyelamatkan Kevin yang hampir tenggelam karena susternya terlalu sibuk bermain ponsel.


Dan tuan Arya Hutama, tidak mungkin mencarinya ke panti asuhan untuk dinikahkan dengan Tristan yang kala itu masih sangat tergila-gila pada Shanum.


Sarah tersenyum melihat Zain yang menggeliat merubah kepalanya. Sarah gemas sekali pada bayi kecilnya itu. Dia mencium pipi Zain beberapa kali.


"Sayang, jangan cium dia terus. Aku juga ingi. di cium!" kata Tristan membuat Sarah terkekeh.


Sarah benar-benar sudah menemukan kebahagiaannya saat ini.


***


Beberapa bulan kemudian, Arumi tampak sedang melihat ke kanan dan ke kiri dari kaca mobilnya. Hal yang sama juga sedang di lakukan oleh Rendra.


"Sayang, kenapa tidak di gedung saja. Akan lebih mudah mencari orang yang sedang mengadakan resepsi pernikahan di gedung!" kata Rendra.


"Ah, mas tidak seru. Aku mau nyanyi di panggung hajatan yang ada di perkampungan!" kata Arumi.


Sejak bangun tidur tadi pagi, Arumi sudah sibuk mengajak Rendra mencari orang yang hajatan di perkampungan. Begitu dia bangun tidur tadi pagi, Arumi langsung bilang pada Rendra kalau sepertinya dia ngidam. Dan ngidamnya itu. Arumi ingin bernyanyi di panggung hajatan yang ada di perkampungan.


Begitu melihat ada janur dan papan nama orang nikahan. Arumi lantas minta Rendra menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Mas itu ada!" kata Arumi excited.


Rendra pun menepikan mobilnya. Mereka pun turun dari dalam mobil.


"Mas, ayo!" ajak Arumi.


"Sayang, tapi kita tidak kenal dengan orang yang menikah. Apa tidak masalah?" tanya Rendra.


"Mas, tenang saja. Dulu Sarah pernah cerita, dia pernah satu kali ikut temannya ke undangan seperti ini saat SMA. Saat itu teman Sarah bilang mau traktir dia makan. Dia amplop 50 ribu yang makan orang empat ha ha ha !" Arumi terkekeh mengingat cerita Sarah itu.


"Baiklah, aku beli amplop dulu!" kata Rendra yang masih ragu-ragu sebenarnya.


Masalahnya, dia belum pernah menjadi tamu tidak di undang sebelumnya.


"Tidak usah, aku bawa uang cash kok!" kata Arumi.


Arumi bersemangat sekali masuk ke tempat acara tersebut. Dia tersenyum pada para penyambut tamu, Arumi bahkan mengisi buku tamu. Begitu penyambut tamu mengarahkannya ke meja prasmanan. Arumi malah langsung menuju ke pelaminan sambil menarik tangan Rendra yang rasanya mau menghilang saja dari saja karena semua mata sepertinya tertuju pada Arumi dan Rendra.


"Hai, selamat menempuh hidup baru ya!" kata Arumi.


Pasangan pengantin dah kedua orang tua dari pihak masing-masing sepertinya bingung.


"Maaf, mbak siapa ya?" tanya pengantin pria.


"Hai cantik, selamat atas pernikahan mu. Sekarang bantu aku katakan pada pemandu lagi itu, kau mau menyanyi. Aku sedang ngidam, lihat perutku!" kata Arumi menunjukkan perutnya yang besar. Karena kehamilannya sudah sembilan bulan lebih.


Kedua pengantin pun melihat ke arah perut Arumi. Tapi mereka senang, karena mendapatkan hadiah dari Arumi. Pengantin pria langsung naik ke panggung hiburan acara itu. Dan mengatakan pada pemandu lagu untuk membuatkan Arumi duluan yang menyanyi.


Arumi dan Rendra lantas di sambut dengan senang hati oleh pemandu lagu dan di persilahkan untuk naik ke panggung hiburan. Sepasang pengantin juga menemani Arumi.


"Lagu apa nyonya?" tanya pemandu lagu.


Tapi saat melihat list lagunya, tak ada satu pun yang Arumi bisa. Hanya ada satu lagu dari Titi Kamal.


"Yang ini saja!" kata Arumi.


Musik mulai di mainkan dan Arumi mulai menyanyi dan bergoyang dengan gaya yang aneh.


"Pergi tamasya ke Binaria, pulang-pulang ku berbadan dua...!"


Rendra menutup wajahnya karena ada beberapa kameraman yang mengambil gambar. Hal itu sudah biasa di acara hajatan.


Tapi baru setengah lagi, Arumi merasa perutnya sangat mulas. Semua panik, Rendra lantas menggendong Arumi menuju mobil dan membawa Arumi ke rumah sakit.

__ADS_1


Rendra sudah menghubungi pihak rumah sakit, dan menghubungi keluarganya. Begitu sampai di rumah sakit, Arumi di bawa ke ruang bersalin.


Setengah jam kemudian semuanya sampai di rumah sakit. Kevin bahkan langsung di jemput tuan Arya Hutama dari sekolahnya.


Sarah dan Tristan juga datang bersama Zain, yang sudah berusia 5 bulan.


Yuliana juga datang dengan Renata yang tengah hamil besar juga.


Satu jam lamanya semuanya terlihat panik, hingga terdengar suara bayi menangis dari dalam ruang persalinan.


Rendra sampai bersujud sangking bersyukur anaknya telah lahir. Dia yang sejak tadi menemani Arumi, sampai di cakar, di cubit dan di pukul oleh Arumi yang kesakitan karena kontraksi. Lupa akan semua rasa sakitnya itu mendengar tangis dari bayi perempuannya.


"Alhamdulillah!" kata Rendra mengucap syukur.


Setelah bayi dan ibunya di pindahkan ke ruang rawat. Semua mengucapkan selamat pada Arumi dan Rendra.


Kevin mendekati sang bayi yang tangannya terlepas sebelah dari bedongnya.


"Bunda, adik bayi pegang tangan Kevin!" kata Kevin senang.


Semua yang melihat sangat terharu melihat ikatan antara Kevin dan adiknya itu. Meski bukan saudara kandung tapi pasti nanti hubungan mereka akan sangat dekat.


"Kevin mau kasih nama adik bayi?" tanya Arumi.


Kevin langsung mengangguk dengan cepat.


"Bintang bunda, Kevin kasih nama Bintang ya bunda!" kata Kevin yang langsung di angguki Arumi dan juga Rendra.


Sarah juga sangat senang, karena begitu mendengar Kevin memberi nama Bintang pada adik perempuannya. Zain juga terkekeh senang.


Sarah juga senang sahabatnya bisa hidup bahagia seperti dirinya. Bersama dengan orang yang dia cintai, lengkap dengan kehadiran anak dan keluarga yang selalu memberi support.


Sarah berharap semua wanita di dunia ini, baik yang pernah mengalami sakit hati dan kecewa seperti dirinya atau yang hidupnya lempeng-lempeng saja seperti Arumi. Bisa segera mendapatkan kebahagiaan mereka. Siapapun, dan dimanapun mereka berada.


***


Terimakasih untuk para readers yang baik hati dan selalu memberikan dukungan dan support untuk author selama ini. Semoga kalian selalu dalam keadaan segar dan bahagia dimana pun kalian berada, yang sedang dalam masalah, semoga cepat terselesaikan permasalahannya, yang sedang sakit semoga cepat di angkat penyakitnya.


Sekali lagi terimakasih banyak. See you di novel lain selanjutnya.


Love you all ♥️♥️♥️


***

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2