Tega

Tega
Bab 142


__ADS_3

Tristan menjelaskan semuanya pada Sarah, alasan kenapa dia sampai tidak memberitahu Sarah dia pergi ke Paris. Tristan memberitahu tentang semua yang di katakan Rendra pada Tristan malam itu.


Sampai larut malam Tristan benar-benar tidak bisa tidur. Dia benar-benar sangat gelisah, dia tidak percaya, bahkan sangat sulit percaya pada apa yang Rendra katakan padanya. Meskipun Rendra sudah memberikan bukti video itu pada Tristan.


Di tengah kebimbangan hatinya itu, yang dia ingin pastikan adalah Shanum tidak melakukan semua itu. Seperti dirinya yang berusaha menjaga hatinya, Tristan ingin memastikan kalau Shanum juga sama seperti dirinya. Seperti Tristan yang membangun tembok besar antara dirinya dan Sarah meskipun sudah menikah, Tristan juga ingin memastikan Shanum membuat tembok besar bagi setiap orang yang akan masuk ke dalam kehidupan mereka.


Namun sayang, 17 jam perjalanan itu malah membuat Tristan mendapatkan kekecewaan. Shanum bahkan tak mau mengatakan kalau di hatinya sudah ada seseorang. Dan masih bersikukuh untuk mengatakan dia wanita single yang memulai semuanya dari nol. Dari kerja kerasnya sendiri.


Tristan yang kecewa waktu itu sama sekali tidak mengetahui dia berada di mana. Saat dia ingin kembali, dia berbalik. Tapi sebuah sinar menyilaukan yang merupakan lampu depan sebuah mobil mendekat ke arahnya dengan cepat. Dan hantaman keras membuatnya terpental lalu jatuh. Dia hanya merasakan kesakitan yang luar biasa di seluruh tubuhnya. Selanjutnya semuanya gelap, dia tidak tahu apapun lagi setelah itu.


"Aku pikir kamu akan sangat membenciku setelah aku kembali, tapi apa yang kamu katakan di rumah sakit waktu itu. Membuat aku yakin kalau kamu memang wanita yang sangat baik, Sarah. Saat aku mendengar keputusan ayah yang memutuskan kita harus berpisah, aku merasa sangat berat menerima keputusan itu, bukan karena aku takut akan di coret dari kartu keluarga, tapi aku takut kehilangan kamu Sarah, sejak di pulau itu. Aku sudah mulai menyukai mu!" ungkap Tristan dengan mata berkaca-kaca.


Dia benar-benar mengungkapkan semuanya, tanpa ada satu hal pun yang dia tutupi lagi.


Richard yang mendengar pengakuan bosnya itu bahkan sudah berderaian air mata. Bagi Richard cerita bos nya itu lebih menyedihkan dan mengharukan daripada nonton film di bioskop.


Richard yang sadar kalau dia memang tak seharusnya berada di tempat itu pun diam-diam pergi dari sana. Tanpa Tristan dan Sarah sadari juga, karena keduanya tengah saling pandang dengan pemikiran mereka masing-masing.


"Sarah, apakah kamu mau memaafkan aku?" tanya Tristan penuh harap.


Meskipun Tristan sangat berharap Sarah memaafkannya, tapi dia juga sadar kalau dia memang salah. Tristan pun sudah menyiapkan seluruh hatinya untuk menerima apapun keputusan Sarah.


"Jadi kamu kembali karena dia mencampakkan mu?" tanya Sarah.

__ADS_1


Tristan terkejut dengan kata-kata yang di ucapkan Sarah. Tapi beberapa detik kemudian, Tristan menunduk. Apa yang Sarah katakan itu juga tidak salah.


Kenyataannya memang seperti itu, meskipun tadi Tristan berusaha menggunakan kalimat yang halus. Tapi memang kenyataannya begitu. Tristan memang baru datang pada Sarah setelah mengetahui kalau Shanum lebih memilih karirnya daripada Tristan. Dan kalimat yang di ucapkan oleh Sarah tadi juga tidak salah.


"Menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Sarah pada Tristan.


Tristan tertunduk, dia benar-benar menyesali sikapnya yang seolah hanya menjadikan Sarah tempatnya kembali setelah dia sakit hati pada Shanum.


"Apapun keputusan mu, aku akan terima itu Sarah...!"


"Tapi bagaimana dengan ayah? beliau sangat mencintaimu. Ayah melakukan semua ini untukmu, jika aku bilang akan berpisah denganmu. Aku yakin ayah pasti akan mengabulkan permintaan ku itu. Lalu setelah itu apa? kamu akan di usir dari rumah, di coret dari kartu keluarga. Kamu akan menderita, tapi apa kamu pikir ayah akan senang dengan semua itu. Dia akan bahkan akan lebih menderita. Lalu aku? apa kamu pikir aku juga akan tetap bisa hidup tenang setelah membuat seorang ayah melakukan semua itu pada anak kandungnya, anak yang sangat dia sayangi?" tanya Sarah yang sudah tak bisa menahan air matanya.


Sarah benar-benar sedih, kecewa dan marah pada Tristan. Sarah tak sanggup berkata-kata lagi. Dia benar-benar merasa Tristan terus dan terus saja menipunya dan memanfaatkan dirinya untuk kepentingan Tristan sendiri.


Tristan tahu Sarah sangat marah dan tak ingin bicara lagi padanya. Dia juga memadamkan lampu ruang tamu. Tapi Tristan tetap duduk di sana, sambil terus memandang ke arah sofa di ruang televisi itu.


Sarah masih terdiam dengan posisi tertidur, dia bahkan ingat belum membereskan meja makan. Karena sebenarnya mereka berdua tadi memang sedang makan malam.


Sarah tak ingin bicara lagi dengan Tristan, hatinya begitu kecewa. Dia benar-benar merasa di permainkan. Awalnya dia berniat mengingatkan Tristan tentang masa lalunya, tapi itu ternyata percuma. Tristan ternyata tidak amnesia. Itu saja, Tristan sama saja sudah menipunya. Sarah benar-benar kecewa, sedih dan marah.


***


Sementara itu di depan rumah sederhana Arumi. Mobil mewah tuan Rendra Hutama sudah terparkir di sana. Setelah mobil itu berhenti. Keluarlah dari sana seorang pria tampan dengan setelan jas berwarna Mil0. Rendra memilih gaya vintage yang sederhana, tidak terlalu berlebihan sesuai karakternya.

__ADS_1


Rendra terlihat tampan dengan kaca mata bulat yang membuatnya terkesan sangat manis.


Rendra pun mengetuk pintu rumah Arumi.


Tok tok tok


Beberapa saat kemudian pintu itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita yang membuat Rendra terkesan melihat penampilan yang seperti ini. Gaun yang entah bagaimana warnanya bisa senada dengan setelan jas Rendra padahal mereka tidak janjian, dengan aksen bunga-bunga. Rambut di Curly dengan pura besar di belakang kepalanya. Hanya sebuah kalung menjadi perhiasan yang di pakai Arumi. Tapi dari bentuk dan design nya Rendra bisa menebak harganya.


"Hei... mas Rendra. Bagaimana penampilan ku?" tanya Arumi yang langsung membuat Rendra tersadar dari segala pemikirannya.


"Luar biasa!" jawab Rendra cepat secara spontan.


Arumi pun tersenyum puas.


"Ya ampun, gak sia-sia dong ya. Aku berantem sama catokan keriting setengah jam lebih ha ha !" kata Arumi sambil terkekeh.


Rendra pun tersenyum, tapi saat Rendra mengulurkan sikunya agar Arumi bisa menggandengnya. Wanita itu malah jalan duluan ke arah mobil rendra.


"Ayo mas Rendra, sudah malam ini. Aku sudah lapar. Di sana pasti banyak makanan enak kan?" tanya Arumi yang bahkan sudah berusaha membuka pintu mobil Rendra.


'Wanita ini...!' batin Rendra yang langsung menyusul Arumi.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2