Tega

Tega
Bab 251


__ADS_3

Di kantor Rendra, para karyawan juga sedang sibuk membicarakan apa yang terjadi pada Hera. Karyawati yang ada di sana kebanyakan sangat senang melihat apa yang menimpa Hera.


Karena perlakuan Hera saat menjalin kerja sama dengan perusahaan Rendra juga sangat buruk pada mereka. Pokoknya sudah seperti yang punya perusahaan saja.


Dan pada akhirnya tuan Ari Ricardo dan juga Fitria sudah kembali dan tiba di perusahaanya untuk konferensi pers. Meski Ari Ricardo bersikeras mengatakan pada istrinya agar istirahat saja di rumah. Fitria bersikeras untuk ikut.


Rendra sebagai salah satu pihak yang bekerja sama dengan tuan Ari Ricardo turut mendampingi Ari Ricardo, tuan Arya Hutama juga menyarankan hal itu. Tuan Arya Hutama sedang berada di luar kota dengan Samsudin. Jadi dia tidak dapat hadir.


Konferensi pers itu sebenarnya bukan untuk mengklarifikasi apa yang di lakukan oleh Hera. Tapi lebih kepada permohonan maaf tuan Ari Ricardo dan Fitria atas apa yang menimpa keluarganya hingga mengakibatkan perusahaan terkena imbasnya. Tuan Ari Ricardo menjamin kalaupun terjadi kerugian atas berita ini, maka dia siap menanggung semua kerugian. Dan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada perusahaan.


Rendra yang mendengar apa yang dikatakan oleh tuan Ari Ricardo merasa sangat simpati, sangat iba pada pria paruh baya yang terlihat sangat malu dan sedih di sampingnya itu. Rendra bahkan ikut menyampaikan pada semuanya, kalau dia juga bersedia menanggung semua kerugian bersama dengan tuan Ari Ricardo jika itu memang sampai terjadi.


"Lalu bagaimana dengan anak tuan Ricardo sendiri? bagaimana bisa dia menjadi wanita separah itu? apakah karena Hera itu hanya anak angkat jadi tuan Ricardo dan nyonya tidak mengurusnya dengan benar?" tanya salah satu wartawan julid yang ada di konferensi pers itu.


Mendengar pernyataan itu, tuan Ari Ricardo sampai mengepalkan tangannya. Tapi Fitria langsung memegang tangan suaminya itu dan melihat ke arah wartawan wanita yang bertanya padanya tadi.


"Tuhan memberikan aku suami yang sangat baik, jangan pernah mengatakan hal buruk tentang suamiku. Yang salah di sini adalah aku, aku justru terlalu memanjakan anak itu. Ini sebuah pelajaran bagiku, teguran yang begitu keras. Bahwa terlalu memanjakan anak, menutupi kesalahan anak dari suami, itu adalah perbuatan yang sangat tidak baik. Aku merasakannya sendiri. Aku tulus menyayangi Hera, jika dia sampai berperilaku seperti ini, aku mengaku aku yang salah mendidiknya. Aku minta maaf pada kalian semua, tapi aku sebagai ibunya juga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini, aku akan menyerahkan semuanya pada pihak berwajib, tidak akan mencoba membelanya, hanya akan mendampinginya melewati semua ini, memberinya efek jera dengan hukuman yang sepantasnya dia terima atas perbuatannya!" kata Fitria begitu diplomatis.


Wartawan wanita itu terdiam, karena semua yang ada di sana menatapnya dengan tajam. Semua yang hadir di sana, mereka semua mengerti kalau Hera memang adalah anak angkat yang tidak tahu diri dan tidak tahu di untung.


Di sebuah apartemen, seorang pria tengah melihat acara konferensi pers itu sambil tertawa puas.


"Drama yang menyedihkan, ck... sayangnya aku tidak perduli!" kata Brian Kim yang langsung mematikan layar televisi nya.


Brian Kim berjalan dengan langkah pasti, dia terlihat sangat senang karena sudah berhasil membuat Hera masuk ke dalam penjara. Dan Brian Kim yakin itu akan berlangsung sangat lama.


***


Sementara itu Arumi sedang menjemput Kevin di sekolahnya.

__ADS_1


Saat Arumi tiba, Kevin belum keluar dari kelas.


Karena tidak senang berkumpul dengan orang tua murid yang lain yang hobinya ghibah. Arumi pun menunggu di dalam mobil saja.


Namun saat Arumi berada di dalam mobil, ponselnya berdering. Begitu Arumi melihat siapa yang menghubungi dirinya, ternyata itu adalah Renata.


"Apa lagi?" tanya Arumi.


"Kamu dimana? cepat datang ke butik! baju seragam keluarga untuk kamu sudah jadi, kamu coba dulu!" kata Renata.


"Aku sedang di sekolah Kevin, aku akan kesana nanti, punya mas Rendra dan Kevin juga sudah jadi belum?" tanya Arumi.


"Sudah, maka datanglah dan coba bersama Rendra dan Kevin!" kata Renata.


"Aku akan datang dengan Kevin. Mas Rendra sedang ada urusan penting. Ya sudah, aku tutup dulu. Kevin sudah mau keluar?" kata Arumi yang mendengar bel pulang berbunyi.


"Oke!"


Kevin yang melihat Arumi datang pun langsung menghampirinya. Melihat anak lain yang memanggil ibunya dan memeluknya. Arumi juga merentangkan kedua tangannya saat Kevin datang.


"Tante mau ngapain? mau jadi Spiderman, atau mau cosplay terbang?" tanya Kevin dengan wajah polosnya.


Jleb


Rasanya hati Arumi hancur berkeping-keping. Dia hanya ingin Kevin memeluknya seperti anak lain memeluk ibunya ketika keluar dari gerbang.


"Hah, tidak apa-apa sayang. Kevin capek tidak? kita ke butik yuk, Kevin harus coba baju seragam yang sama dengan Raja dan Ratu?" tanya Arumi.


"Aku tidak capek, tapi seharusnya Tante tawarkan aku makan siang dulu. Baru ke butik!" kata Kevin membuat Arumi tercengang.

__ADS_1


"Oh, oke. Mau makan dimana?" tanya Arumi.


"Ikut saja, nanti aku beritahu di jalan!" kata Kevin yang mendahului Arumi masuk ke dalam mobilnya.


Arumi rasanya ingin menangis di perlakukan seperti itu oleh anak sambungnya. Mau bagaimana lagi, dia sedang tidak ingin ribut dengan Kevin. Kalau Kevin ngambek dan tidak mau ikut ke butik, bisa repot nanti kalau bajunya tidak pas atau ada yang kurang.


Arumi dan Kevin makan siang bersama, setelah itu mereka pergi ke butik untuk fitting baju seragam keluarga untuk pernikahan Renata tiga hari lagi. Setelah itu Kevin dan Arumi kembali ke apartemen Sarah.


Melihat Kevin datang Sarah sangat senang.


"Mama Sarah!" panggil Kevin yang langsung merentangkan tangannya dan memeluk Sarah begitu dia melihat Sarah.


Tika yang membukakan pintu tersenyum melihat Kevin begitu dekat dengan Sarah. Arumi yang melihat Tika tersenyum pun mendekati asisten rumah tangga Sarah itu.


"Lihat anakku Tika, dia panggil aku tante sementara memanggil Sarah, mama! ck... betapa menyedihkannya hidupku ya Tika?" tanya Arumi pada Tika.


Tika bingung dia mau jawab apa, sebenarnya dia mau tertawa tapi takut Arumi marah. Kata Sarah Arumi kan jago bela diri, jadi Tika berusaha keras untuk menahan tawanya.


"Maaf nona, saya tidak mengerti. Saya masuk dulu ya!" kata Tika yang langsung pergi ke dapur.


Saat Arumi akan menutup pintu, tiba-tiba saja ada yang datang dengan buket buah di tangannya.


"Selamat siang.. boleh aku masuk?" tanya Brian Kim yang datang sambil tersenyum ramah.


Arumi tidak langsung mempersilahkan masuk. Tapi memperhatikan Brian Kim dari atas sampai bawah.


"Siapa kamu? kurir buah ya?" tanya Arumi santai tapi berhasil membuat Brian Kim dongkol setengah mati di dalam hatinya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2