Tega

Tega
Bab 216


__ADS_3

Widya melihat wajah tak percaya Mulya. Dia lantas menunjukkan ekspresi yang begitu benci pada Mulya.


"Aku kurang baik apa padamu, suamimu bahkan baru bekerja di pabrik, hanya karena kamu hamil sama seperti aku saat itu. Aku membawamu ke rumah, memberi mu tempat tinggal yang layak, bahkan harga pakaian kita pun sama. Seekor 4njing bahkan tidak akan pernah mengigit manusia yang memberinya makan. Dari situ saja kamu harusnya sudah bisa mengartikan seperti apa kelakuan mu itu Mulya!" kata Widya tegas.


Damar Adhikara hanya diam, itu adalah ungkapan hati istrinya. Dia membiarkan Widya mengungkapkan apa yang dia rasakan pada Mulya. Karena sebenarnya itu juga mewakili dirinya. Mungkin bahkan kalau Damar yang bicara, dia akan segera mencekik wanita jahat itu.


"Tapi lihat sekarang, anak kami. Yang kamu tukar dengan anakmu agar mendapatkan segalanya. Sekarang bahkan dia sangat bahagia, dia menjadi menantu salah satu pengusaha terkaya di Jakarta. Dan asal kamu tahu, suaminya Tristan Hutama sangat mencintai Sarah. Tristan begitu memanjakan Sarah. Begitu menyayanginya, bahkan tak satupun nyamuk boleh menggigit kulit Sarah. Dia bahkan menjadi wanita mandiri, kuat, jujur dan penuh kasih sayang. Kamu tahu apa artinya itu Mulya...?"


Widya menjeda kalimatnya sejenak dan menatap Mulya dengan sangat tajam.


"Jika seseorang memang di gariskan untuk hidup bahagia dan mendapatkan segalanya, maka meskipun tempatnya sudah di ambil dengan cara curang oleh orang lain. Maka dia akan mendapatkan tempat di tempat lain yang lebih baik lagi!" tegas Widya.


Apa yang dikatakan Widya itu membuat Mulya lantas menundukkan kepalanya. Dia teringat pada apa yang terjadi pada Inka. Anaknya itu memang hidup bergelimang harta, tapi dia sangat menderita karena suaminya. Di siksa oleh Alan sampai keguguran dan saat ini harus hidup menumpang di tempat pria yang sejak dulu dia tolak cintanya. Sementara Tari, yang dia buang di panti asuhan. Hidupnya terdengar begitu bahagia saat ini, sampai seekor nyamuk tidak boleh mengigit nya. Hidupnya benar-benar akan menjadi ratu.


"Dan aku akan beritahu satu hal padamu, Jerry Alando kabur. Kamu tahu artinya? artinya semua harta Steven tidak akan pernah kembali. Itu artinya lagi, mereka akan hidup miskin. Dan Raes adalah keponakan Steven yang bahkan sudah tidak punya ayah ibu atau saudara lagi. Seharusnya kamu tahu, akan seperti apa hidup anak kandungmu setelah ini!"


Perkataan Widya itu membuat Mulya yang tadinya menundukkan kepalanya lantas menegakkan kembali kepalanya dan memandang Widya dengan tak percaya.


"Tidak mungkin, mana mungkin Jerry tidak tertangkap!" kata Widya panik.


"Benar, Jerry Alando melarikan diri. Seseorang mengatakan dia sudah ke luar negeri. Steven dan Anika benar-benar sudah jatuh bangkrut, mereka bahkan tinggal di rumah susun!" kata Damar Adhikara menambahkan.


"Inka!" lirih Mulya sambil matanya berkaca-kaca.


Mulya lantas menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Inka tidak boleh hidup susah. Inka...!"


Mulya begitu histeris, hingga pada akhirnya para sipir penjara membawanya kembali ke penjara.

__ADS_1


Dan apa yang dikatakan Widya dan Damar Adhikara itu memang benar. Steven Kusuma Wijaya memang sudah jatuh bangkrut. Mereka benar-benar tinggal di rumah susun yang sempit dan Raes juga Inka juga ikut tinggal di sana. Tidak ada lagi kehidupan mewah yang apapun tinggal tunjuk. Benar-benar sudah hidup sangat sederhana yang yang belanja perhari bahkan tidak lebih dari 50 ribu saja.


Widya dan Damar Adhikara lalu meninggalkan tempat itu. Tempat yang tidak akan pernah mereka datangi lagi seumur hidup mereka. Mereka sudah mengikhlaskan apa yang terjadi pada Mulya dan Inka. Karena Sarah pun sudah melakukan hal yang sama.


Sarah pernah mengatakan kepada Widya, kalau memang semua ini mungkin memang sudah takdirnya. Kalau tidak mana mungkin dia bertemu dengan bunda Tiara yang begitu baik. Lalu kalau memang dia adalah jodoh Alan, mana mungkin saat hubungan mereka sudah mengarah ke hubungan yang lebih serius, Alan malah selingkuh dan mereka putus.


Bukankah seharusnya kalau Alan tetap setia, Sarah yang akan menikah dengan Alan. Tapi yang terjadi tidak seperti itu. Dan Alan pun menikah dengan Inka, jika tidak mana mungkin kedok Mulya terbongkar.


Damar Adhikara dan Widya juga tidak akan pernah mengetahui kebenaran kalau Inka bukan anak kandung mereka jika Alan tidak menikahi Inka. Karena semua hal itu, Sarah mengatakan pada Widya. Dia ikhlas dengan apa yang sudah Mulya lakukan padanya.


Tadinya kalau Mulya mau menyesal dan meminta maaf. Widya akan mengatakan semua itu. Namun kelihatannya, Mulya sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Itulah yang membuat Widya akhirnya malah meluapkan apa yang dia rasakan pada Mulya.


***


Di kediaman Hutama, Arumi bersorak paling keras ketika mendengar kabar kehamilan Sarah.


Arumi memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat sangking bahagianya.


"Bukannya kamu juga sudah di panggil Tante oleh Kevin?" tanya Tristan menyela Arumi.


Wajah Arumi langsung cemberut.


"Hei, adik ipar. Jangan sembarang bicara ya. Aku bilang kan aunty bukan Tante!" protes Arumi.


"Apa bedanya, aunty itu dalam bahasa Indonesia artinya Tante kan?" balas Tristan tak mau kalah.


Arumi yang kesal tapi Rendra tidak ada di sana untuk tempatnya mengadu. Akhirnya memperlihatkan wajah sedihnya pada Sarah.


"Sarah, lihat suamimu. Mentang-mentang suamiku tidak ada. Dia menindas ku begitu!" kata Arumi mengadu pada Sarah.

__ADS_1


Dan apa yang di katakan Arumi itu membuat Sarah dan Arya Hutama terkekeh. Arumi memang selalu bisa membuat suasana menjadi sangat ramai dan ceria. Untung saja, Kevin sudah berangkat sekolah kalau tidak, dia pasti akan ikut-ikutan uncle nya menindas ibu sambungnya itu.


Tuan Arya Hutama juga memeluk Sarah dan mengusap kepala menantunya itu dengan sayang.


"Selamat ya nak, kalau kamu ingin apapun, butuh apapun. Jangan sungkan bilang pada ayah!" kata tuan Arya Hutama.


Arumi yang melihat ayah mertuanya berkata seperti itu pada Sarah langsung berpikir hal yang memang antimainstream.


"Sarah, sebentar ya. Aku mau ambil ponsel di kamar. Mau kasih kabar mas Rendra!" kata Arumi yang langsung di balas anggukan kepala oleh Sarah.


Arumi lantas pergi ke kamarnya dan memang benar, dia mengambil ponselnya. Dan dia juga menghubungi Rendra.


"Halo sayang, ada apa?" tanya Rendra di ujung telepon.


"Halo mas, mas ada kabar baik!" kata Arumi sangat antusias.


"Kabar baik apa?" kata Rendra bertanya.


"Mas, Sarah hamil. Kita akan jadi uncle dan aunty!" kata Arumi.


"Alhamdulillah, wah itu benar-benar kabar yang baik sayang. Akhirnya Tristan akan menjadi seorang ayah!"


"Iya mas, kamu cepat pulang ya...!"


"Loh, kan aku bisa ucapkan selamat di telepon!" kata Rendra.


"Bukan itu, aku juga ingin jadi ibu. Kamu pulang ya, kita harus tempur lagi, jangan kalah sama Sarah dan Tristan!"


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2