Tega

Tega
Bab 21


__ADS_3

Sarah sangat letih, sampai beberapa kali dia memukul-mukul lengan dan lehernya dengan sangat pelan. Seperti memij4t dirinya sendiri, kenapa tidak pakai jarinya saja? jangan ditanya kalau soal itu, jarinya benar-benar terasa sangat kebas apalagi tadi yang dipakai untuk memegang pena saat menyalin laporan. Sarah terus melakukan itu di dalam mobil yang dia pikir itu adalah taksi online yang dia pesan untuk mengurangi pegal di leher dan tangannya. Tanpa dia sadari masalah sedang ada di depannya.


Dan kenapa Sarah tidak curiga sama sekali? Masalahnya supir itu tahu namanya Sarah. Jadi dia pikir itu taksi online yang dia pesan. Padahal itu adalah mobil yang di siapkan oleh Hera untuk menjebak Sarah.


Setelah beberapa lama berlalu, Sarah yang masih sibuk memukul-mukul lengannya tiba-tiba menoleh bingung ke arah jendela mobil.


"Pak, pak... ini bukan jalan cendrawasih. Ini dimana pak?" tanya Sarah bingung.


Sarah mulai curiga saat di supir tak menjawab pertanyaannya.


'Aduh, ini jangan-jangan supir taksi mau ngerampok aku lagi. Mana ponsel mati, gimana ini?' batin Sarah yang sudah ketar-ketir tak karuan.


Sarah berusaha membuka kaca jendela, tapi tak bisa. Sepertinya sudah di kunci secara otomatis oleh si supir.


"Pak berhenti pak! kalau gak saya pecahin ini kaca jendela mobilnya ya!" gertak Sarah yang sudah melepas sepatu hal tinggi yang tidak seberapa tinggi itu dan mengarahkan sepatu itu di sisi runcingnya pada kaca mobil.


Tapi tetap saja si supir tak mau menghentikan mobil. Membuat Sarah panik, dan mencoba memukul kaca jendela mobil dengan sepatunya. Sarah sangat berusaha keras, tenaga nya memang tak terlalu kuat karena dia sudah kelelahan, namun dia tetap berusaha. Tapi bukan kacanya yang hancur, malah hak sepatu Sarah yang patah.


Sarah melepaskan sepatunya dan mengetuk kaca jendela mobil itu mobil itu dengan keras menggunakan kedua tangannya yang terkepal.


"Tolong... siapapun tolong! aku mau di culik. Tolong!!" teriak Sarah sepanjang jalan.


Namun sayangnya jalanan yang di lewati oleh Sarah itu sepi dan jarang sekali ada kendaraan yang lewat.


Hingga saat mobil itu lewat di sebuah taman, Sarah melihat ada seorang pria memakai mantel sedang berdiri di sana menatap ke arah sebuah baliho besar yang ada gambar model terkenalnya.


Mata Sarah melebar, pria itu adalah satu-satunya harapan Sarah. Sarah ingat ada botol parfum di dalam tasnya.


Dengan cepat dia meraih botol berisi parfum itu lalu dengan hati-hati mengarahkannya pada si supir dan langsung menyemprotkan parfum itu ke arah mata si supir.


Cittt


Merasa matanya pedih supir bayaran Hera itu pun menginjak pedal rem dengan cepat. Lalu dia mengusap matanya, bahkan menguceknya. Berbagai kata umpat4n keluar dari mulutnya untuk Sarah. Tapi Sarah tak perduli, dia langsung mencondongkan tubuhnya ke depan mencari tombol kunci pintu otomatis. Setelah menekan tombol itu dia langsung membuka pintu dan meraih tasnya untuk segera berlari keluar.

__ADS_1


Menyadari Sarah kabur, supir itu langsung mengejarnya. Meskipun matanya masih perih akibat semprotan parfum dari Sarah tadi.


Sarah melepas satu sepatunya yang tersisa, lalu berlari secepat yang dia bisa ke arah pria yang dia lihat di taman tadi. Sarah pikir pria itu tampan dan terlihat sedih, dia tidak mungkin penjahat kan.


"Berhenti kamu dasar perempuan menyusahkan!!" teriak supir itu.


Sarah makin panik, karena supir itu larinya sangat cepat. Jarak mereka bahkan kurang dari lima meter.


'Ya Tuhan, bantu aku. Aku janji kalau lepas dari penculik ini. Aku akan turuti apapun perkataan bunda Tiara nanti!'


Sarah terus berlari sambil berdoa dalam hatinya.


Begitu dirinya melihat pria bermantel abu-abu itu, Sarah langsung teriak.


"Tuan... tuan tolong!" teriak Sarah.


Teriakan Sarah itu membuat si supir bayaran berhenti, karena melihat pria tinggi dan tampan itu menoleh ke arah Sarah.


Pria tinggi nan tampan rupawan itu langsung melihat ke arah yang di tunjuk Sarah. Begitu pria tampan itu melihat ke arah supir, supir bayaran itu langsung lari terbirit-birit meninggalkan Sarah dan pria itu.


Sarah lega supir itu sudah meninggalkan nya. Dia langsung memegang lututnya dan mengatur nafasnya yang rasanya hampir putus.


Pria tampan itu langsung memperhatikan Sarah dari ujung kepala sampai kakinya yang tak pakai alas kaki. Melihat Sarah, ada rasa iba di hati pria tampan itu. Karena pria itu memang sifatnya baik dan penyayang.


"Bagaimana wanita seperti mu, masih keluyuran malam-malam begini?" tanya pria tampan itu.


Sarah kemudian membenarkan posisinya, dia berdiri dengan benar dan kembali mengatur nafasnya yang sempat tersengal-sengal tadi saat lari dari supir bayaran Hera yang akan menculiknya.


"Lihat aku, aku pakai setelan kantor tuan. Aku baru pulang lembur, bos baru di kantor ku otaknya sedikit bermasalah... oh tidak. Otaknya benar-benar bermasalah. Aku di suruh menyalin laporan empat tahun dengan tulisan tangan... eh!"


Sarah menjeda kalimatnya, dia merasa aneh kenapa dia malah curhat pada pria di depannya itu. Padahal kan dia tidak kenal dengan pria itu.


'Lah, kenapa aku malah curhat dong mah...?' tanya Sarah dalam hati.

__ADS_1


Pria tampan itu pun terkekeh melihat tingkah Sarah.


"Tidak apa-apa, kita tidak saling kenal. Aku yakin aku juga tidak kenal pada bos barumu yang otaknya sangat bermasalah itu. Aku Rendra!" ucap pria tampan itu sambil mengulurkan tangannya pada Sarah.


Sarah mengedipkan matanya, cukup heran dengan pria di depannya itu yang terlihat begitu percaya padanya.


"Sarah!" ucap Sarah menjabat tangan Rendra sekilas.


Benar, pria tampan nan rupawan yang baik hati dan penyayang itu adalah Rendra Hutama. Tentu saja kita tahu siapa dia, dia adalah kakak dari Tristan. Untung saja Rendra tidak tahu kalau yang barusan di maki oleh Sarah itu adalah adik kandungnya sendiri.


"Kenapa sampai pria itu mau menculik mu?" tanya Rendra penasaran.


Sarah langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak tahu, aku pesan taksi online dari kantor. Tapi tiba-tiba ponselku mati. Supir itu tahu namaku, ku pikir dia sulit taksi yang aku pesan online itu. Tapi ternyata dia malah bukan mengantarkan aku ke tujuan, malah di bawa ke sini!" jelas Sarah.


Rendra pun mengangguk paham.


"Dimana rumah mu?" tanya Rendra.


"Panti asuhan bunda Tiara!" jawab Sarah singkat.


"Kamu tinggal di panti asuhan?" tanya Rendra lagi.


"Aku yatim piatu, tuan!" jawab Sarah sambil menundukkan kepalanya.


Mendengar itu Rendra makin merasa kasihan pada Sarah.


"Aku akan mengantarmu, jangan takut. Aku pastikan aku bukan penjahat. Aku adalah Rendra Hutama, putra sulung dari Arya Hutama!" jelas Rendra yang membuat Sarah langsung membelalakkan matanya lebar nyaris lompat dari tempatnya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2