Tega

Tega
Bab 235


__ADS_3

Sarah dan Tristan sedang saling memandang selama beberapa saat setelah Tristan mendapatkan jatahnya.


Sarah lantas tersenyum dan memalingkan wajahnya karena merasa malu di tatap Tristan seperti itu.


"Sudahlah, tidurlah mas. Kamu pasti lelah!" kata Sarah yang ingin menarik selimut untuk menutupi wajahnya tapi di hentikan oleh Tristan.


"Sayang, jangan kamu tutupi wajahmu kalau tidur. Aku tidak akan bisa melihatnya kalau aku terbangun malam hari nanti!" kata Tristan langsung memeluk erat Sarah ke dekapannya.


Sarah lantas melihat ke arah Tristan lagi.


"Memangnya kamu suka terbangun kalau malam?" tanya Sarah pada Tristan.


Tristan pun mengangguk perlahan.


"Iya, sejak tahu kamu hamil. Aku pikir aku harus banyak terjaga. Agar saat kamu membutuhkan sesuatu, aku ada dan segera bisa memberikannya padamu!" kata Tristan jujur dengan apa yang dia katakan.


Tristan memang merasa seperti itu, jadi dia memang selalu ingin memastikan kalau Sarah tidak terbangun di malam hari sendirian. Beberapa malam ini selalu begitu.


Sementara Sarah memandang suaminya itu dengan sedih dan perasaan tidak enak hati. Sarah yakin pasti belakangan ini Tristan tidak nyenyak tidurnya.


"Mas!" ucap Sarah sambil menyentuh pipi Tristan.


"Tidurlah dengan nyenyak, jangan seperti itu. Kalau aku terbangun di malam hari, dan aku membutuhkan sesuatu, aku akan membangunkan mu!" kata Sarah dengan suara yang sangat lembut.


"Benarkah? kamu kan sangat mandiri sayang, apapun kamu selalu ingin lakukan dan kerjakan sendiri. Aku tidak yakin kamu akan membangunkan aku nanti!" kata Tristan.


Sarah lantas tersenyum.


"Jadi kamu mau aku jadi wanita yang manja?" tanya Sarah.


"Aku kan suamimu sayang, manja pada suami tidak ada salahnya kan?" tanya Tristan.


Sarah pun mengangguk paham.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan menjadi istri yang sangat manja untukmu. Mas, aku di nyanyiin Nina bobo sebelum tidur dong!" kata Sarah sambil memeluk suaminya, Sarah menyandarkan kepalanya di dada Tristan dan memeluk pinggang suaminya itu.


Mata Tristan lantas membulat sempurna. Lagu Nina Bobo? mana dia tahu lagu itu. Dia sudah di tinggal ibunya sejak dia masih kecil, tidak ada yang menyanyikan lagu itu untuknya. Jadi dia memang benar-benar tidak tahu lagi itu.

__ADS_1


"Sayang, kalau lagu itu aku sama sekali tidak tahu..!"


Sarah lansung mendongak ke arah wajah Tristan.


"Kamu tidak tahu mas? yang benar saja. Adik panti yang usianya satu setengah tahun saja hafal loh mas sama lagi itu!" kata Sarah yang agak heran, bukan agak lagi sih sebenernya.


Sarah benar-benar heran, kenapa sampai Tristan tidak tahu lagi yang begitu terkenal, fenomenal dan familiar di telinga masyarakat Indonesia tercinta ini.


Tristan lantas menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


"Ya, itu memang benar. Bagaimana kalau twinkle twinkle little star?" tanya Tristan.


Kalau lagu itu Tristan tahu, sebab dia sering mendengar Rendra menyanyikan lagu itu untuk menidurkan Kevin saat dia juga tinggal di kediaman Hutama.


Sarah pun tersenyum dan kembali memeluk Tristan.


"Baiklah, nyanyikan lagu itu!" kata Sarah sambil memejamkan matanya perlahan.


"Twinkle... twinkle.. little star...!"


Sarah melukiskan senyum di bibirnya ketika mendengar suaminya menyanyikan lagu itu untuk mengantarkan dirinya ke alam mimpi. Sarah begitu bahagia, karena dia mendapatkan suami yang begitu baik, menyayanginya dan sangat lembut serta perhatian.


Tapi itu sungguh lebih baik daripada beberapa bulan yang lalu. Seseorang yang begitu tidak perduli pada perasaan orang lain, yang penting kepentingannya tidak terganggu. Yang penting keinginannya terpenuhi, atau bahasa kasarnya 'I don't care if it doesn't benefit me'


Seperti itulah Tristan beberapa bulan yang lalu, jangankan menyapa karyawan yang menegurnya. Dia bahkan tidak menganggap mereka ada.


Namun sekarang manusia kutub itu telah berubah menjadi pria yang di begitu bucin pada istrinya. Bos yang mau mendengar apa kata dan pendapat dari para sekertaris nya. Dan menantu yang sangat penurut serta perhatian pada mertuanya. Perubahan yang menurut Sarah sangat baik, dia bahkan tidak pernah menyangka, dulunya yang selalu di anggap masalah, atau dulunya Tristan adalah orang yang sangat senang kalau Sarah dalam masalah. Kini Tristan menjadi orang yang pertama pasang badan, ketika Sarah dalam masalah.


Dulu Tristan selalu ingin Sarah menjauhinya, kini Tristan tak akan bisa satu malam saja tidak tidur bersama dengan Sarah, satu hari saja tidak bertemu, melihat senyuman dan mendengar suara Sarah.


Tristan mencium kening Sarah dengan sangat lembut, ketika dia yakin istrinya itu sudah tertidur karena pelukan Sarah merenggang. Dan nafas istrinya itu sudah sangat teratur.


Perlahan Tristan membenarkan posisi Sarah dan mengusap lembut kepala istrinya itu.


"Selamat malam sayang, mimpi yang indah. Aku beruntung kamu hadir di hidupku, jika tidak mungkin aku masih menjadi pria yang menurut banyak orang menyebalkan. Terimakasih sayang!" ucap Tristan lalu sekali lagi mengecup kening Sarah. Kemudian perlahan memejamkan matanya di samping Sarah.


***

__ADS_1


Sementara itu di dermaga, ini sudah sangat larut malam untuk seorang gadis masih berada di luar rumah dengan dress tipis dan sendirian, apalagi di sebuah dermaga.


Tapi di sinilah Hera. Di sebuah dermaga yang baru saja selesai di gunakan sebagai tempat sebuah syuting iklan minuman ringan dengan bintang iklan utama Brian Kim.


"Wah, cewek cakep bener. Cari siapa neng?" tanya salah satu kru, lebih tepatnya tukang gulung kabel yang sedang merapikan perkakas yang tadi di pakai untuk syuting.


Tapi Hera berlalu begitu saja tanpa menghiraukan orang yang menyapanya dan sedikit memujinya cakep tadi.


Tujuan Hera adalah ke sebuah tenda yang menjadi tempat istirahat artis.


"Maaf nona, anda siapa? ini hanya untuk artis dan kru!" kata salah seorang petugas keamanan.


"Aku Hera Ricardo. Minggir sana sebelum kamu kehilangan pekerjaan mu!" kata Hera sombong.


Petugas keamanan itu kemudian melihat teman yang ada di depannya.


"Heh, kamu kenal?" tanya nya oada temannya.


Dan temannya mengangkat bahunya sekilas.


"Gak tahu, gak pernah lihat di televisi!" kata temannya itu.


Tentu saja Hera sangat marah dan begitu kesal mendengar percakapan dua orang itu.


"Heh, minggir gak? aku telepon bos kalian ya! biar kalian di pecat!" kata Hera dengan nada tinggi.


Sontak saja keributan di luar tenda itu membuat Brian Kim dan asistennya merasa terganggu.


"Ada apa di luar?" tanya Brian Kim pada asisten nya.


"Bos, ada yang pengen ketemu bos. Katanya namanya Hera Ricardo!" jawab Oliv, asisten Brian Kim.


Rahang Brian Kim mengeras mendengar nama yang di sebutkan oleh Oliv.


'Bagus, kamu benar-benar wanita g4tal Hera. Begitu melihat pria tampan, kamu benar-benar seperti cacing kepanasan. Aku masih belum melupakan apa yang sudah kamu lakukan sampai aku putus dengan Sarah. Lihat apa yang akan aku lakukan padamu wanita licik!' batin Brian Kim alias Jerry Alando.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2