Tega

Tega
Bab 249


__ADS_3

Sementara keadaan perusahaan Ricardo company benar-benar gonjang-ganjing karena peristiwa yang terjadi pada putri angkat dari CEO perusahaan itu. Sementara tuan Ari Ricardo dan Fitria belum kembali.


Para klien, investor, vendor dan perusahaan yang bekerja sama dengan Ricardo company sudah sangat gusar terhadap kerugian yang akan mereka terima akibat berita ini. Karena berita ini begitu viral dan begitu membuat heboh kalangan pebisnis.


Masalahnya Ricardo company adalah perusahaan yang begitu besar, tentu saja apapun yang berhubungan dengan CEO nya akan mempengaruhi naik turunnya saham perusahaan tersebut. Dan tentu saja itu akan mempengaruhi pendapatan para investor yang memang hanya akan berpikir tenteram keuntungan semata.


Rendra juga sudah berada di Perusahaan milik Ari Ricardo tersebut. Namun Rendra di sana lebih pada ingin menenangkan para investor. Karena Rendra mengenal baik tuan Ari Ricardo, orang baik seperti beliau tidak pantas menanggung akibat perbuatan buruk seseorang yang bahkan tidak ada hubungan darah sama sekali dengannya.


"Pak Rendra bisa bicara begitu karena pak Rendra anak tuan Arya Hutama, kerugian satu atau dua triliun tidak akan terasa bagi keuangan perusahaan pak Rendra. Saya sudah investasikan semua dana saya, properti saya jadi agunan. Tidak bisa kalau sampai perusahaan ini nantinya akan merugi bahkan bangkrut karena masalah ini, saya masih harus tenang begitu? ya tidak bisa lah pak Rendra?" tanya Pak Jauhari, salah satu investor di Ricardo company.


"Iya saya sependapat dengan pak Jauhari, saya juga cuma punya satu perusahaan. Berbeda dengan pak Rendra yang merupakan anak dari pemilik gurita bisnis di kota ini. Kita lihat saja ke depannya pak Rendra, saya tidak bisa katakan sekarang. Saya mendukung atau tidak pak Ari Ricardo, karena mendidik anaknya saja tidak bisa, bagaimana bisa memimpin kami semua?" tanya Pak Abas yang sepertinya sangat kecewa pada apa yang di perbuat anak satu-satunya Ari Ricardo itu.


Rendra juga tidak bisa membantah lagi terkadang apa yang dikatakan oleh pak Abas. Kenyataannya memang apa yang dilakukan oleh Hera, benar-benar telah mencoreng bahkan menjatuhkan wibawa ayah angkatnya sendiri.


Rendra jadi semakin kesal saja pada Hera. Menurutnya wanita itu benar-benar tidak tahu berterima kasih, tidak tahu malu, tidak tahu di untung dan tidak tahu rasa bersyukur. Rendra sama sekali tidak meragukan didikan Ari Ricardo, namun Rendra pikir. Karena dia anak angkat yang juga adalah anak satu-satunya yang selalu di turuti keinginannya oleh Fitria, Hera jadi salah arah seperti itu.


Pada dasarnya Ari Ricardo baik, dan Fitria juga baik. Tapi sikap Fitria yang selalu memanjakan Hera, dan menutupi kesalahannya di depan Ari Ricardo yang menjadikannya seperti ini.


Sementara itu di dalam perjalan menuju perusahaan. Ari Ricardo sudah berulang kali meminta Fitria agar tidak ikut dengannya untuk menghadiri konferensi pers. Tapi Fitria bersikeras untuk tetap ikut. Penyesalan Fitria begitu mendalam. Seandainya saja dia tidak menutupi kesalahan-kesalahan yang di lakukan Hera dan membiarkan suaminya bersikap tegas pada Hera. Semua pasti tidak akan sampai seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah jadi bubur. Tidak ada yang bisa di rubah.


"Aku minta maaf ya pa, semua ini juga gara-gara aku. Kalau aku tidak terlalu memanjakan Hera, pasti semua tidak akan seperti ini!" sesal Fitria pada suaminya.


"Sudahlah ma, mau menangis sampai seperti apa juga tidak ada gunanya. Sekarang kita hadapi saja akibat perbuatan anak angkat kesayangan mu itu!" kata Ari Ricardo yang pikirannya benar-benar sudah sangat penuh dengan berbagai kemungkinan yang akan dia hadapi begitu tiba di perusahaan nanti.

__ADS_1


Sementara di apartemennya, Brian Kim tampak puas dengan apa yang sudah dia lakukan pada Hera. Beritanya benar-benar meledak seperti boom. Tidak ada satu pun pemberitaan positif tentang Hera, semuanya negatif.


"Rasakan itu wanita licik. Kamu sudah habis!" kata Brian Kim tersenyum menyeringai.


Dan di tempat lain juga sama seperti itu, beberapa orang yang menonton berita itu, yang pernah di rusak hubungannya oleh Hera tampak sangat senang. Mereka bahkan menyump4hi Hera, agar wanita itu mendekam sangat lama di penjara.


Ada juga yang berharap kalau Hera akan mengalami sakit kel4min yang sangat parah, dan hidupnya menderita selama sisa hidupnya itu.


Ada yang bahkan sampai sukuran dengan tumpeng dan segala macamnya karena bersyukur wanita licik dan jahat itu akhirnya kena batunya. Ada yang memposting mereka sedang makan besar, bahkan saweran atas rasa syukurnya. Wanita perusak hubungan orang itu di tahan.


Arumi juga sudah pergi ke apartemen Sarah. Tapi Arumi heran, kenapa Sarah hanya diam saja.


"Haruskah kita adakan syukuran juga seperti mereka?" tanya Arumi pada Sarah.


"Bunda Tiara pasti sedih ya?" tanya Sarah membuat Arumi tertegun.


"Iya, bunda Tiara pasti sedih. Dulu aku dan Hera adalah anak yang pertama kali bunda asuh dari kecil, dari bayi. Kakak senior yang sudah pergi dari panti rata-rata masuk panti umur 7 sampai 12 tahun. Dari kami belum lancar bicara, bunda Tiara mengajari kami bicara, menggendong kami bergantian, menyuapi kami makan, menidurkan kami, mengajarkan kami berdua banyak hal... kami bertumbuh bersama, bermain bersama, membagi makanan dan hadiah dari donatur panti bersama...!" Sarah menitihkan air matanya saat dia mengatakan semua itu.


"Sarah!" lirih Arumi yang langsung memeluk Sarah.


Arumi memang mengenal baik sahabatnya itu, Sarah memang tidak pernah menyimpan dendam pada siapapun. Bahkan pada Hera yang sudah pernah menyakitinya.


"Tapi dia itu sama sekali tidak punya sisi baik Sarah. Jangan kasihan padanya!" seru Arumi.

__ADS_1


"Iya sih Arumi, tapi tetap saja aku merasa bunda Tiara pasti sangat sedih mendengar berita ini. Bagaimanapun Hera adalah anak yang di besarkan dengan tangan bunda sendiri!" kata Sarah menjelaskan.


"Apa perlu kita ke tempat bunda? tapi Tristan bilang, kamu tidak boleh kemana-mana?" tanya Arumi.


Sarah langsung terdiam.


"Iya, mas Tristan masih khawatir masalah aku di dorong orang kemarin itu!" kata Sarah.


"Ih, kok bisa? gimana ceritanya?" tanya Arumi yang belum tahu masalah itu.


"Jadi kemarin di supermarket, aku sama Tika mau beli sayuran. Masuklah kami ke toko sayuran, kamu tahu kan di supermarket dekat kantor kita dulu itu toko sayurannya ada tangga. Aku di dorong pakai pintu...!"


"Whatt!" pekik Arumi terkejut.


"Untung aku gak jatuh, untung aja pas ada Tano lewat situ dan lihat aku, tadinya dia mau tegur sapa aku. Tapi begitu dia lihat aku mau jatuh, langsung dia cepat tangkap aku. Kalau gak? aku gak tahu deh!" kata Sarah menggelengkan kepalanya perlahan.


Wajah Arumi terlihat serius.


"Kayaknya ada yang mau celakai kamu deh Sarah...!"


Arumi menjeda kalimatnya sejenak, lalu dia mengernyitkan alisnya.


"Atau mungkin, sebenarnya yang mau di celakai itu bayi kamu?" tanah Arumi membuat Sarah langsung terkejut dan merasa takut.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2