Tega

Tega
Bab 256


__ADS_3

Setelah mencari selama dua hari, Richard akhirnya sampai pada kesimpulan jika Brian Kim memang bukan berasal dari Korea. Ada nama Brian Kim di sana, tapi ciri fisiknya sangat jauh berbeda dengan Brian Kim yang ada di negara mereka saat ini.


Meskipun seseorang berubah, tapi untuk merubah tinggi badan seseorang itu tidak mungkin bukan. Apalagi sampai 20 cm. Itu mustahil, dan Brian Kim yang pernah tingga di Korea tinggi badannya adalah 157 cm, pria itu bertubuh gendut memakai kacamata dan rambutnya keriting. Sedangkan Brian Kim yang mereka kenal sebagai salah satu artis terkenal di Jakarta punya tinggi badan 179 cm, dan jelas seperti apa dia. Rambutnya lurus dan tidak minus.


Setelah mendapatkan semua informasi tersebut, Richard segera menghubungi Tristan. Tristan yang memang sudah menduga kalau pria yang dijuluki dengan manusia plastik atau semoga plastik tersebut memang Jerry Alando lantas memutuskan untuk menghampiri Jerry Alando di apartemennya.


Sebagai seorang suami, Tristan tidak mau sampai istri dan anaknya keselamatannya terancam. Oleh karena itu sebelum pria bernama Brian Kim itu mencelakai atau berbuat buruk pada keluarganya. Tristan akan memperingatkannya dengan jelas.


"Mas, mau kemana?" tanya Sarah.


"Brian Kim itu Jerry Alando, Sarah tetap di rumah. Kunci pintunya, kalau memang tidak penting sekali jangan keluar dari rumah. Mengerti!" kata Tristan yang langsung di angguki oleh Sarah.


Tristan kemudian keluar dari apartemen. Sedangkan Sarah langsung duduk di sofa, dia cukup terkejut. Jerry Alando, pria itu kembali lagi mengusik kehidupannya. Sarah hanya bisa menghela nafas berat saja. Awalnya juga hubungan mereka baik-baik saja. Sarah sangat mencintai pria itu sampai Arumi saja bilang kalau Sarah sangat bucin pada Alan. Tapi sayang, semua yang Sarah lakukan, semua pengorbanan nya selama hubungan mereka yang sudah berjalan hampir empat tahun itu di sia-siakan Alan begitu saja karena terbujuk oleh mulut manis, bibir tebal dan tubuh obralan Hera.


Sekarang, saat dia sudah merasa bahagia dengan pria yang mencintainya setulus hatinya, dan Sarah juga sudah menyerahkan hatinya sepenuhnya pada Tristan. Alan kembali dan terus mengusik kehidupan Sarah yang sudah damai setelah segala kesulitan dan kesedihannya selama ini. Alan terus menerus mengganggunya dengan alasan ingin kembali bersamanya dan menebus semua kesalahannya. Sungguh pemikiran yang begitu picik menurut Sarah. Lagipula kalaupun Sarah masih sendiri, dia juga tidak akan menerima Alan. Karena seorang pria yang sudah pernah selingkuh satu kali, maka tidak akan pernah ada jaminan kalau dia tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut di kemudian hari.


Sarah juga bukan orang yang akan jatuh pada lubang yang sama dua kali. Apalagi sekarang dia sudah memiliki keluarga dan calon anaknya dengan Tristan.


Sementara itu Tristan sudah membunyikan bel apartemen Jerry Alando alias Brian Kim beberapa kali. Tapi tak terlihat ada yang membukakan pintu.


Tiba-tiba saja, ponsel Tristan berdering. Dan itu dari nomer yang tidak dia kenal.


"Halo!"

__ADS_1


"Kamu sedang mencari ku?"


Suara itu adalah suara Jerry Alando, suara Brian Kim memiliki aksen sedikit kagok, atau seperti orang yang baru belajar bahasa Indonesia dan belum begitu lancar. Tapi yang di dengar oleh Tristan ini, adalah benar-benar suara dari Jerry Alando. Logatnya yang terdengar seperti seorang yang sangat sombong membuat Tristan dengan cepat mengenali suaranya.


"Cih, ternyata benar ini kamu Jerry Alando!" kata Tristan tak senang.


"Kamu benar Tristan, aku pikir memang pasti kamu adalah orang yang pertama akan menyadarinya. Tapi sayangnya semua sudah terlambat, kita akan bertemu lagi saat aku menginginkan hal itu...ha ha ha!"


Dari perkataan Jerry Alando, Tristan tahu kalau pria itu akan kabur lagi. Tapi jika itu terjadi, artinya keluarganya tidak akan pernah merasa damai nantinya. Karena entah Jerry Alando akan kembali seperti apa lagi nanti.


"Ingin kabur seperti pengecut?" tanya Tristan terkekeh.


"Maka lari lah. Dan jangan lupa selalu cari tahu seperti apa bahagianya aku bersama Sarah dan anak-anak kami kelak. Dan nikmati hidupmu yang menyedihkan itu!"


"Diam kamu!" pekik Jerry Alando dari seberang telepon.


"Kenapa? bukankah kamu memang seperti itu. Kalau memang berani tidak usah seperti pengecut, kalau memang berani maka datanglah dan hadapi aku satu lawan satu!" seru Tristan menantang Jerry Alando.


"Kamu pikir aku takut? datanglah ke stasiun kota lama. Kita lihat siapa yang pengecut, kalau tidak mau di sebut pengecut maka datanglah sendirian!"


Setelah mengatakan itu, panggilan telepon langsung di akhiri oleh Jerry Alando.


"Jangan datang dengan siapapun, memangnya siapa kamu memerintahkan aku seperti itu! aku punya caraku sendiri, dasar!" gerutu Tristan yang sejak dulu kala memang tidak suka di perintah oleh siapapun.

__ADS_1


Tristan lantas menghubungi Rendra, dia minta agar Rendra membantunya untuk menjaga Sarah di apartemen. Lebih aman kalau Sarah berada di apartemen, selain penjaga keluarga Hutama, juga ada penjaga apartemen yang pasti datang kalau di mintai bantuan.


Tristan punya caranya sendiri, dia datang ke stasiun lama dengan mobilnya sendirian. Sejauh lima ratus meter, anak buah Jerry Alando meneropong. Namun mereka tidak menemukan satu orang pun mengikuti di belakang Tristan Hutama.


"Dia datang sendirian bos!" kata anak buah Jerry Alando.


"Awasi semua tempat ini, kalau ada yang mencurigakan langsung beritahu aku. Saat aku berkelahi dengan orang itu, jangan ada satu pun yang ikut campur. Mengerti!" kata Jerry Alando yang lantas di angguki dengan cepat oleh anak buahnya.


Jerry Alando lantas mendekati sebuah rel yang di lalui oleh Tristan untuk melihat ke sekeliling mencari keberadaan Jerry Alando.


Brukk


Jerry Alando turun dengan begitu bergaya di hadapan Tristan.


Tristan tidak terkejut sama sekali, Tristan malah terkekeh kecil.


"Kamu benar-benar seperti hantu ya? oh.. aku pernah dengar adik panti indah berkata tentang sesuatu yang datang dan pergi tanpa di undang atau permisi. Ck... apa namanya ya? oh ya... jailangkung!" kata Tristan membuat Jerry Alando yang mengerti kalau apa yang dikatakan oleh Tristan tadi adalah salah satu nama setan pun terlihat marah dan menatap tajam ke arah Tristan.


"Jangan banyak bicara, maju dan tunjukkan kalau kekuatan mu lebih besar dari omonganmu!" seru Jerry kesal.


"Tentu saja, tapi Jerry Alando ada yang ingin aku tanyakan padamu. Hal ini sangat menggangguku, apa kabar ibumu saat ini?" tanya Tristan yang memang ingin memperlama waktu.


Karena sebenarnya Tristan sudah melaporkan keberadaan Jerry Alando pada polisi. Saya Jerry Alando menghubunginya tadi, Tristan merekam percakapan mereka.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2