
Brian Kim pun sampai di kediaman Hutama. Jika dulu dia di usir saat menjadi Jerry Alando dari perusahaan Arya Hutama grup. Kini dia di sambut baik dan hangat oleh tuan Arya Hutama sebagai Brian Kim.
Dia memarkirkan motor besarnya di samping mobil tuan Arya Hutama.
"Tuan, aku parkir di sini tidak masalah kan? atau ada yang akan menempati tempat itu nanti?" tanya Brian Kim benar-benar seperti orang yang sangat menghargai orang lain.
Dia sengaja bertanya seperti itu untuk menarik perhatian tuan Arya Hutama. Alasannya adalah agar tuan Arya Hutama merasa dirinya orang yang sangat tidak enak hatian. Sangat menghargai tempat orang lain, dan tak ingin merebutnya, atau membuat masalah dengan orang lain. Kesannya seperti itu.
Mendengar pertanyaan dari Brian Kim, tuan Arya Hutama lantas tersenyum kecil.
"Tentu saja tidak nak, ayo masuk. Tapi di rumah sedang sepi, hanya ada aku dan Samsudin. Kamu paling hanya bisa makan siang dengan aku dan Samsudin!" kata tuan Arya Hutama berusaha untuk bersikap terbuka pada Brian Kim.
Sambil berjalan masuk dengan tuan Arya Hutama, sementara Samsudin terus berjaga di belakang tuan Arya Hutama. Brian Kim pun menjawab sambil tersenyum lebar.
"Tidak apa-apa tuan, di ajak makan siang bersama saja aku sudah sangat senang. Oh ya, apa anggota keluarga tuan banyak sebenarnya? sampai tuan bilang saat ini sepi? biasanya ramai ya?" tanya Brian Kim pura-pura tidak tahu.
"Alhamdulillah, aku punya dua putra. Dan sekarang keduanya sudah menikah. Rendra, anak sulungku tinggal di sini dengan anak dan istrinya. Tapi Tristan, anak bungsu ku tinggal di apartemennya dengan istrinya...!"
"Tristan ya, apa istrinya itu bernama Sarah?" tanya Brian Kim benar-benar terus berakting.
Tuan Arya Hutama lantas menghentikan langkahnya mendengar nama Sarah di sebutkan oleh Brian Kim.
"Loh, darimana kamu tahu. Aku belum cerita padamu nama menantuku?" tanya tuan Arya Hutama mulai waspada.
"Jadi begini tuan, kebetulan aku tinggal di apartemen yang sama dengan mereka. Aku baru pindah, dan kebetulan aku belum punya asisten rumah tangga. Saat makan malam kemarin, aku hampir membakar dapur apartemen ku. Beruntung ada Tristan dan Sarah, dan ibunya Tante Widya yang baik. Tante Widya mengajakku makan malam bersama, kalau tidak aku pasti kelaparan kemarin malam. Ponselku ikut hangus!" jelas Brian Kim sambil terkekeh.
__ADS_1
Dia benar-benar berusaha keras untuk akrab dengan tuan Arya Hutama.
Dan setelah mendengar penjelasan dari Brian Kim. Tuan Arya Hutama pun mengangguk paham.
"Jadi begitu, kebetulan yang tidak di sangka ya. Kalau boleh tahu bagaimana kamu bisa mengenal tuan Cakra?" tanya tuan Arya Hutama yang mencoba untuk tidak sampai salah mengenali orang.
Tuan Arya Hutama cukup banyak pengalaman, dia pikir kalau kemungkinan seperti ini hanya bisa terjadi dengan persentase yang sangat kecil. Jadi dia bertanya apa hubungan Brian Kim dengan tuan Cakra. Karena kalau tuan Cakra, Tuan Arya Hutama mengenalnya cukup baik.
"Kebetulan aku baru pulang dari Korea tuan, dan di undang secara langsung oleh tuan Cakra untuk menjadi brand ambassador perusahaannya!" jelas Brian Kim.
Dan hal itu juga termasuk ke dalam rencananya. Dia tahu tuan Cakra Abiyasa memang sedang mencari brand ambassador produk perusahaannya yang terbaru. Dan Brian Kim menggagalkan semua pesaingnya dengan curang. Ada yang di buat alergi saat audisi, ada yang di culik dan di lepaskan setelah audisi. Ada juga yang di singkirkan dengan cara yang kejam. Tergantung situasi dan kondisi saat itu.
Lalu, Brian Kim membayar anak buah Cakra Abiyasa yang tidak setia. Hingga memperlihatkan profil Brian Kim dengan akun yang menipu. Sebenarnya followersnya juga hasil kecurangan. Dan setelah menjadi brand ambassador, baru Brian Kim jadi benar-benar terkenal.
"Di undang secara khusus, anak muda jaman sekarang sungguh berbakat ya!" kata tuan Arya Hutama.
Setelah berada di luar pagar, Brian Kim memakai melihat ke arah rumah besar kediaman Hutama.
"Ini baru awal!" gumamnya sebelum memacu motor besarnya meninggalkan kediaman Hutama.
***
Sementara itu di rumah Yuliana. Raja dan Ratu seperti biasa akan bermain dengan Kevin di kamar Raja dan Ratu. Sementara Arumi sedang membantu ibunya dan juga Arista membereskan semua peralatan karena mereka juga baru saja makan siang.
Sementara Rendra, terlihat sedang mengobrol dengan tetangga Yuliana yang menyapanya.
__ADS_1
"Jadi kak Renata sedang melihat rumah dengan tuan Hamdan? yang benar saja, dia gak kapok kemarin habis di jambak sama calon anak tirinya?" tanya Arumi pada Arista.
Yuliana yang mendengar itu lantas terkejut dan menghampiri Arumi.
"Di jambak? siapa yang di jambak sama siapa?" tanya Yuliana cemas.
Arumi lantas melihat ke arah Arista. Sepertinya kakaknya itu belum menceritakan apa yang terjadi saat di kafe waktu itu.
Arista juga bingung, dia lantas meletakkan lap tangan yang dia pegang untuk menyeka piring. Lalu menghadap ke arah Arumi.
"Calon anak tiri? maksudnya apa sih?" tanya Arista bingung juga.
"Emang kak Renata belum cerita ya, masalah di kafe waktu itu?" tanya Arumi yang sepertinya keceplosan bicara.
"Arumi, ngomongnya jangan sepotong-sepotong dong nak. Mami jadi cemas ini. Sebenarnya ada apa? calon anak tiri jambak Renata, maksudnya anaknya pak Hamdan gitu? yang jelas dong kalau cerita!" Yuliana benar-benar panik.
Masalahnya Yuliana tahu kalau Renata itu memang judes dan galak orangnya. Tapi dia sama sekali tidak pandai berkelahi atau bela diri. Itulah yang membuat Yuliana cemas. Dia takut, anak sulungnya itu kenapa-napa. Setelah Renata mengalami hal sulit selama delapan tahun ini.
"Iya jadi gini ceritanya, waktu itu kan aku sama mas Rendra lagi makan di kafe. Nah, kayaknya kak Renata itu mau nyamperin aku, tapi dia di jambak sama perempuan muda, pakai seragam SMA, beneran masih pakai seragam SMA. Terus perempuan itu namanya... Rani. Kata mas Rendra namanya Rani, dia anaknya pak Hamdan. Dan dia marah-marah gitu sama kak Renata, dia teriak-teriak kalau gak akan pernah biarin kak Renata yang katanya cuma mau hartanya papanya doang itu jadi mama tirinya. Dia bilang gitu, tadinya aku mau ajak berantem dia, aku bilang sama si Rani itu kalau kamu Renata itu dulu les balet jadi dia gak bakalan bisa berantem. Aku yang kes taekwondo, tapi di larang sama mas Rendra. Kalau enggak, huh... aku bikin perkedel tuh si Rani!" kata Arumi panjang lebar menceritakan kejadian saat di kafe.
Yuliana langsung cemas.
"Ya ampun, terus gimana dong. Pasti nanti Renata juga terus di ganggu itu sama anak tirinya, mana ada tiga lagi ya? kasihan banget sih Renata! lagian kenapa kamu gak cerita sih Arumi, tahu gitu mami larang Renata pergi sama pak Hamdan!" kata Yuliana yang terlihat sangat khawatir pada Renata.
***
__ADS_1
Bersambung...