
Brian Kim tersenyum menyeringai ketika melihat Hera sudah membuka mantel tebalnya dan memperlihatkan pakaian yang sangat tidak pantas yang dia pakai.
Brian Kim alias Jerry Alando sudah memasang kamera di dalam ruangan tamu yacht itu. Brian Kim sengaja mengunci semua pintu, bahkan kamar mandi yang ada di dalam yacht tersebut juga di kunci.
Dan siaran langsung itu bisa dia lihat dengan ponsel miliknya. Tentu saja bukan ponsel utama Brian Kim. Tapi ponselnya yang lain.
"Ha ha ha, sudah aku duga. Kamu memang sangat murah Hera. Tapi tidak masalah, kamu haus bel4ian bukan? aku kabulkan. Aku beri empat pria hidung bel4ng sekaligus untuk mu Hera. Selamat menikmati kejutan dariku!" kata Brian Kim yang langsung menyalakan live siaran atas nama akun orang lain.
Beberapa orang yang kebetulan online melihat cara Hera berpakaian sampai geleng-geleng kepala. Apalagi orang-orang yang mengenal dirinya sebagai anak Ari Ricardo.
Salah satu teman kerja Ari Ricardo yang mendapatkan informasi tentang siaran itu dari anaknya yang kebetulan sedang membuka media sosial langsung menghubungi Ari Ricardo.
Di ruang tamu yacht tersebut, Hera semakin lama semakin merasa panas. Brian Kim sudah menyalakan lilin aromaterapi, tapi di dalam lilin itu juga mengandung obat yang biasa dia pakai untuk menjebak para pria baik demi menang taruhan. Ibaratnya saat ini Hera sedang kena batunya, dia menghirup dan merasakan apa yang selama ini orang-orang baik itu rasakan saat Hera menjebaknya.
Hera kepanasan, dia terus bergerak dengan gelisah dan tidak tenang. Melihat Hera yang seperti itu dalam video membuat Brian Kim tertawa puas.
"Rasakan itu wanita ular. Karena mu aku kehilangan wanita yang begitu aku cintai. Kamu benar-benar akan hancur malam ini Hera. Benar-benar akan hancur!" geram Brian Kim meletakkan ponselnya.
Dia bahkan muak melihat wanita yang sudah menjebak dan merayunya itu, sampai Brian Kim alias Jerry Alando putus dengan Sarah. Brian Kim bahkan melanjutkan pekerjaannya lagi.
Ari Ricardo yang berada di luar negri begitu terkejut mendapatkan link kiriman dari rekan kerjanya.
"Astagfirullah Hera!" pekik Ari Ricardo sangat malu dan sangat kecewa.
Ari Ricardo segera menghubungi Hera. Namun beberapa kali dia menghubungi Hera, Hera sama sekali tidak mengangkat panggilan telepon darinya. Ari Ricardo bahkan jijik melihat video itu, dimana ke empat pria dengan topeng di wajah mereka sudah masuk ke dalam scene dan melakukan tugas mereka masing-masing.
__ADS_1
Ari Ricardo benar-benar sudah tak punya muka lagi rasanya. Tapi dia tidak mungkin memperlihatkan video live itu pada Fitria istrinya yang sedang tidur.
Sementara live video itu begitu meres4hkan, pihak yang berwajib yang juga sudah mendapatkan laporan terkait video itu langsung mencari tahu keberadaan video itu di buat.
Di salah satu dinding, terdapat tulisan dermaga dan nomor yacht tempat video itu di buat. Malam itu juga para petugas polisi datang dan langsung mengepung yacht itu.
Begitu pintu di dobrak, empat pria itu sudah membuat Hera kelelahan dan nyaris pingsan. Tapi Hera sama sekali tidak sadar, dia masih terus minta di masuki oleh para pria itu. Benar-benar membuat para petugas wanita yang ikut datang menggeleng kepalanya melihat apa yang dilakukan Hera.
"Dia anak orang kaya kan? bikin malu saja. Entah empat orang ini punya penyakit atau tidak. Menjijik4n!" kata salah satu petugas wanita yang meraih sebuah gorden untuk menutupi Hera.
Karena dalam pengaruh obat itu, Hera sama sekali tidak mau di tutupi tubuhnya dengan kain apapun. Dia berusaha melepaskan nya. Membuat para petugas wanita terpaksa mengikat tangan Hera agar tidak melepaskan balutan gorden atau tirai yang di lilitkan ke seluruh tubuhnya saat akan di bawa ke kantor polisi.
Empat orang tersebut juga di bawa. Sedangkan polisi memeriksa yacht itu dan menemukan kamera yang di gunakan untuk menyiarkan siaran langsung.
"Habis sudah kamu Hera, orang tua angkat mu bahkan tidak akan pernah mau menemui mu lagi. Kamu akan berakhir di penjara!" gumam Brian Kim meninggalkan dermaga.
Beberapa jam setelah itu, tepatnya hampir jam lima dini hari. Hera baru sadar dan membuka matanya. Dia merasa seluruh tubuhnya sakit. Tidak di sangka, saat dia bangun dia melihat sekeliling hanya dinding penuh coretan dan juga besi seperti di sebuah...
"Penjara... hah... aku di penjara?" tanya Hera bingung.
Hera bahkan merasa seluruh tubuhnya sakit. Lebih parah lagi, dia pakai baju yang sangat jelek. Sebuah daster yang entah milik siapa, baunya juga sangat apek dan tidak enak.
"Hei... siapapun. Lepaskan aku, kenapa aku di sini?" tanya Hera berteriak kebingungan.
Di ruang sempit itu hanya ada dia sendirian. Di depannya ada sebuah rak yang berisi banyak dokumen dan sebuah meja kosong.
__ADS_1
Hera bingung, dia pikir ini pasti bukan penjara. Tapi mungkin dia berada di kantor polisi. Hera begitu bingung, seingatnya dia datang ke dermaga, masuk ke dalam yacht, melepaskan mantelnya dan dia duduk di sofa. Beberapa saat setelah duduk di sofa dia tidak ingat apapun lagi. Tapi dia merasakan bagian bawahnya sangat sakit, perih, seperti sobek.
"Apa yang terjadi, Brian Kim. Apa dia menjebakku?" tanya Hera bingung.
Tapi satu-satunya orang yang Hera curigai memang pria itu. Sebab dia tidak menghubungi siapapun hari itu selain Brian Kim.
Tuk tuk tuk
Terdengar suara sepatu mendekat ke arah Hera.
"Hera Ricardo, astaga. Kamu benar-benar sedang dalam masalah besar!" kata seorang petugas polisi wanita.
"Apa maksudmu? masalah apa? aku tidak membuat masalah apapun!" kata Hera bersikeras.
"Apa menurut mu menyebarkan secara live yang kamu lakukan dengan empat pria bayaran itu bukan masalah besar? kamu ini wanita kan? setidaknya punya malu lah sedikit! apa tidak kasihan pada nama baik ayah dan ibumu?" tanya petugas wanita itu terlihat kecewa pada apa yang di lakukan oleh Hera.
"Apa maksudmu? apa yang aku lakukan? aku tidak ingat apapun!" kata Hera.
"Kamu akan lihat buktinya nanti, saat interogasi. Dan satu hal lagi, aku yakin kamu akan mendekam dalam waktu yang sangat lama di dalam tahanan. Karena ini, lihat... hasil tes darahmu, kamu positif menggunakan obat terl4rang!" kata petugas itu memperlihatkan hasil tes pada Hera.
Hera tercengang, Hera terduduk lemas di lantai, dia tak bisa berkata-kata lagi. Habislah dia kali ini, jika orang tua angkatnya tahu. Habislah dia, dia pasti akan di usir dan di coret dari keluarga Ricardo.
***
Bersambung...
__ADS_1