
Di sebuah apartemen mewah, ketika semua orang di sana pasti.sudah tertidur karena waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 dini hari. Seorang pria yang terlihat setengah mabuk, melemparkan sebuah koper besar dari dalam apartemen itu keluar dengan sangat keras.
Brakkkkk
"Pergi dari sini, masih bagus aku membiarkanmu membawa barang-barang mu! Dasar wanita tidak berguna, tidak tahu di untung!" kata pria itu dengan nada suara yang semakin lama semakin meninggi.
"Apa-apaan sih kamu Gilbert? kenapa malah mengusir aku, kamu yang salah. Kamu yang sudah selingkuh, kenapa malah menyalahkan aku dan mengusirku?" tanya wanita yang memakai gaun malam yang sangat mahal itu.
"Pergi atau ku tamp4r kamu Gisella. Kamu keterlaluan ya, lima tahun sudah cukup bagiku mengenal wanita seperti apa kamu itu. Maunya hidup enak, tapi memberikan anak saja tidak mau. Kalau aku ingin punya anak dari wanita lain itu wajar, kenapa membesar-besarkan, memanggil media, menangkap basah aku. Apa maksudnya itu? kamu sudah mempermalukan aku tahu!" kesal pria bernama Gilbert itu.
Pria yang dulu membuatnya meninggalkan Rendra dan Kevin demi bisa hidup bebas bersama pria itu.
Wajah Gisella tak terima karena Gilbert berkata seperti itu padanya.
"Kamu selingkuh Gilbert, bahkan sampai punya anak h4ram...!"
"Jaga mulutmu sebelum aku menamparmu ya Gisella, enak saja bilang anakku itu anak har4m. Aku ada Gloria sudah menikah. Kami sudah menikah di catatan sipil. Sudah pergi sana, kau sudah tidak membutuhkan mu lagi!" kata Gilbert yang semakin membuat harga diri Gisella terluka.
"Kamu sudah menikah dengannya di belakang ku, lihat saja Gilbert. Aku akan menuntut mu. Kamu pasti menyesal lebih memilih perempuan kampungan itu..!"
"Biar saja kampungan, tapi pintar masak dan menyenangkan suami. Aku bodoh mengira wanita cantik bisa menyenangkan pria, ternyata aku salah. Wanita cantik, hanya tahu menghamburkan uang. Kamu bahkan tak pernah memasak makanan untukku, percuma menikah denganmu. Kamu itu seorang istri, harusnya tahu tugasmu di rumah. Aku sudah lelah bertahan denganmu selama lima tahun. Sekarang pergi dan enyahlah dari hadapan ku. Aku akan urus surat perceraian kita secepatnya!"
Brakkkkk
__ADS_1
Dan setelah itu, setelah mengatakan semua kalimat kejam itu pada Gisella. Gilbert langsung menutup pintu apartemennya dengan cepat.
Gisella yang memang merasa rumah tangganya ini sulit di pertahankan pun memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu. Toh, dia masih punya apartemen lamanya sebelum dia menikah dengan Gilbert. Apartemen yang dia dapatkan dari harta gono-gini setelah berpisah dari Rendra dulu.
Gisella pergi dengan mobilnya menuju apartemen tersebut. Dia begitu kesal karena Gilbert lebih memilih wanita dari sebuah agensi kecil yang wajahnya kampungan dan hanya menjadi model iklan makanan ringan di pasar. Gisella tak habis pikir, bagaimana Gilbert bisa menyembunyikan pernikahan rahasianya dengan wanita itu selama hampir tiga tahun. Anak mereka bahkan sudah berusia dua tahun. Gisella benar-benar kesal.
"Pantas saja, selama ini jika liburan ke luar negeri, dia tidak pernah menghubungi ku seperti suami-suami temanku yang begitu khawatir dan terus menelepon menanyakan kapan akan pulang. Rupanya dia malah senang kalau aku tidak pulang karena bisa ke rumah istri mudanya itu. Sialll! ternyata selama ini aku di madu. Ini menyebalkan!" gerutu Gisella sepanjang perjalanan menuju ke apartemen lamanya.
Dan sialnya lagi, ketika Gisella sampai di apartemen lamanya. Dia lupa meletakkan kunci apartemen itu dimana sangking lamanya dia tidak pernah membuka apartemen itu.
"Astaga! sekarang bagaimana aku bisa masuk?" tanya Gisella menggerutu.
Gisella lantas menghubungi pihak apartemen, tapi karena ini sudah malam. Petugas malah menyarankan Gisella untuk menginap di hotel dulu, karena petugas yang ahli masalah itu sedang cuti.
"Mas Rendra kan masih punya kunci cadangannya, dia pasti masih menyimpannya. Sekalian aku rindu sekali pada Kevin. Ini akan jadi alasan yang bagus untuk aku bertemu dengan mas Rendra dan Kevin!" kata Gisella yang menarik kembali kopernya dan membawanya lagi ke dalam mobil.
Dini hari itu, Gisella sampai di kediaman Hutama. Dia langsung membunyikan klakson agar gerbang kediaman Hutama di buka. Para satpam dan penjaga gerbang lantas menghampirinya, beberapa dari satpam dan penjaga gerbang adalah orang baru. Dia tidak kenal dengan Gisella yang sudah pergi lima tahun yang lalu itu.
"Hei nona, kenapa membuat keributan di rumah orang malam-malam begini? pergilah? atau kami panggilkan polisi!" kata salah satu satpam yang bersikeras tidak mau membuka pintu gerbang karena ini memang sudah malam. Sudah bukan waktunya lagi untuk bertamu.
"Hei, apa kalian tidak mengenalku. Aku ini Gisella Priscilla, aku ini seorang super model. Cepat buka pintu gerbangnya. Aku mau bertemu dengan Rendra!" kata Gisella yang kembali membunyikan klaksonnya dan membuat semua yang ada di dalam kediaman Hutama terbangun.
Termasuk tuan Arya Hutama, Arumi dan Rendra. Di dalam kamarnya, Arumi terlihat bangun lalu duduk sambil menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya ampun, siapa sih malam-malam bikin ribut di rumah orang? Bikin kesal saja, lihat saja. Aku akan jadikan pembuat onar itu keripik! Menyebalkan!" Gerutu Arumi yang lantas turun dari atas tempat tidur lalu menuju kamar mandi.
Rendra yang juga bangun langsung melihat ke arah jendela, dia kemudian turun dari atas tempat tidur juga lalu berjalan ke arah jendela. Rendra membuka tirai yang menutupi jendela untuk mengetahui siapa yang sudah membuat keributan di luar itu. Dan begitu dia melihat siapa pembuat onar seperti yang di katakan oleh Arumi tadi. Mata Rendra yang awalnya sangat sulit terbuka menjadi terbuka lebar.
"Gisella, untuk apa dia malam-malam begini kemari?" tanya Rendra bergumam.
Arumi sudah selesai mencuci wajahnya. Baru setelah itu Arumi memakai jaket dan bergegas pergi ke luar kamar.
"Sayang!" panggil Rendra membuat Arumi lantas menghentikan langkahnya.
"Apa mas?" tanya Arumi yang terlihat masih agak mengantuk. Mukanya masih muka bantal meski sudah membasuh mukanya dengan air.
"Itu Gisella, apa kamu yakin akan menemuinya. Jika tidak, biar aku saja!" kata Rendra.
Arumi lantas memicingkan mata ke arah Rendra.
"Apa maksudmu mas? kamu ingin bertemu dengannya berdua saja. Aku pelintir ya bulu kakimu kalau sampai kamu bertemu dengan mantan istrimu itu berdua saja. Cuci mukamu, tapi tidak usah sisir rambutmu. Nanti kalau kamu terlihat tampan, dia suka padamu dan berusaha menggoda mu lagi! Aku tidak rela ya! kalau perlu acak-acak rambutmu saat menemuinya!" kata Arumi yang lebih dulu keluar dari kamar untuk menemui wanita dari masa lalu suaminya yang membuat keributan di malam-malam buta seperti itu.
"Lihat saja, dia bikin ribut malam-malam gini, gak tahu apa kalau di rumah ini ada gal gadot versi Asia. Ini tukang ronda perumahan pada kemana sih, ada soang lepas masak gak ada yang tahu! giliran ronda gak bener, giliran minta uang bulanan pagi-pagi buta sudah pada datang, emang dasar!" gerutu Arumi sambil menuju ke pintu utama.
***
Bersambung...
__ADS_1