Tega

Tega
Bab 77


__ADS_3

Di Paris, tepatnya di sebuah apartemen elite yang pasti hanya orang-orang yang punya banyak uang saja yang tinggal di tempat itu.


Shanum sedang menyiapkan dirinya untuk peresmian produk barunya, dia meluncurkan sebuah merek dagang untuk scraft yang dia design.


Setelah beberapa bulan di Paris, nama Shanum Margaretha mulai terkenal, meski masih dalam ruang lingkup yang terbatas, atau bisa di bilang. Shanum ya terkenal masih sebatas satu kota itu saja. Namun di kota itu juga sudah banyak perusahaan yang sepertinya mulai melirik Shanum untuk bekerja sama.


Parasnya yang semakin cantik setelah tinggal di luar negeri dan tentu saja melakukan treatment terbaik. Membuat beberapa pengusaha muda mulai mendekati Shanum dan mulai berusaha mendapatkan simpati dan hati dari designer muda yang cantik dan sedang naik daun itu. Apalagi pada wawancara beberapa hari lalu, Shanum mengatakan kalau dirinya masih single.


Sayang Tristan tidak mendengar hal itu, mungkin kalau dia dengar. Tristan akan sangat kecewa pada jawaban Shanum ketika wartawan setempat bertanya padanya apakah ada pria yang dia suka atau tidak saat itu. Saat itu Shanum menjawab, tidak ada dan dia masih single.


Sejak wawancara itu mulai banyak DM yang masuk ke akun Instagr4m Shanum. Dari yang hanya penggemar biasa, sampai ada yang mengatakan kalau dia adalah pengusaha ternama di kota tempat Shanum berada tersebut.


Leni yang memang bertugas memeriksa dan mengawasi setiap komen dan DM di ponsel umum milik Shanum langsung menghampiri Shanum yang tengah merias dirinya di depan cermin.


"Kak, ini ada yang DM lagi. Katanya dia adalah salah satu pengusaha paling terkenal di kota ini. Tuan Derryl Aberald. Kak, kalau ini sih aku pernah dengar, dia punya sepuluh pabrik di kota ini. Pabrik parfum, minuman, kain, waralaba... wah kak apa ini benar-benar dia ya?" tanya Leni yang kelihatan takjub sekali ketika mengetahui salah satu pengusaha muda terkaya di kota itu men-DM kakak sepupunya itu.


Shanum yang melihat reaksi Leni yang begitu senang pun jadi tertarik mengetahui apa isi pesan dari pengusaha yang namanya Derryl itu.


Shanum berbalik dan berdiri mendekati Leni.


"Apa katanya?" tanya Shanum penasaran.


*Une erreur car je viens de le découvrir, il s'avère que dans ma ville il y a une femme très attirante comme un beau diamant.


(Sebuah kesalahan karena aku baru mengetahui, ternyata di kotaku ada seorang wanita yang sangat menarik seperti berlian).


Membaca kalimat yang di tulis pengusaha muda itu, Shanum lantas berdecak kesal.


"Tidak usah di tanggapi Len, dari kata-katanya. Dia jelas adalah seorang playboy!" kata Shanum.

__ADS_1


Leni bingung malah, dia pikir Shanum akan memintanya membalas pesan pria itu.


"Kak, tapi ini pengusaha muda yang katanya salah satu yang paling kaya loh di sini!" kata Leni lagi memastikan kalau Shanum tidak akan mengubah keputusan nya.


"Memangnya kenapa kalau pria muda yang kaya, aku sudah punya seorang pria muda yang kaya dan sukses dengan usahanya, ingat tujuan kita kemari Leni. Kita harus pulang dengan penghargaan itu, dan menunjukkannya pada keluarga yang sudah bertahun-tahun mengatakan aku ini hanya sampah!" seru Shanum dengan mata yang merah dan berkaca-kaca.


Melihat Shanum menjadi emosional, Leni pun akhirnya mengerti kesalahannya. Tidak seharusnya dia meragukan Shanum. Sejak datang ke kota ini, ke negeri ini, Shanum memang terus bekerja keras untuk menjadi salah satu designer yang namanya harus sangat di perhitungkan di manapun dia berada nanti. Dan membuktikan pada keluarganya yang sangat meremehkan keberadaan anak perempuan. Kalau seorang anak perempuan juga bisa sukses.


"Maafkan aku kak, baiklah. Akan aku abaikan!" ucap Leni.


Tapi baru dia akan kembali ke meja kerjanya, DM dari Derryl kembali masuk ke ponselnya.


*I heard you are not from this country, forgive me for using this country's native language. may I know you closer?


(Aku dengar kamu memang bukan dari negara ini, maafkan aku karena aku sudah menggunakan bahasa asli negara ini. Dapatkah aku mengenalmu lebih dekat?)


Leni yang sudah membaca pesan itu lantas berbalik dan menghadap ke arah Shanum yang kembali melanjutkan riasan wajahnya.


"Abaikan saja Len, fokus pada pekerjaan mu!" sahut Shanum tanpa menoleh ke arah Leni.


"Baik kak!" jawab Leni.


Tapi entah kenapa, saat Leni akan kembali ke meja kerjanya. Dia meredakan sedikit firasat yang tidak baik. Tapi karena dia masih punya banyak sekali pekerjaan. Dia tidak menghiraukan itu dan kembali fokus pada pekerjaannya.


***


Sementara itu di pulau, dimana Sarah dan Tristan sedang liburan pasca mereka menikah dan menjadi sepasang pengantin baru.


Keributan kembali saat mereka baru bangun tidur. Sarah yang terbiasa memakai kamar mandi selama lima belas menit setiap paginya untuk segala macam urusannya.

__ADS_1


Menjadi sangat tidak nyaman, ketika Tristan terus menggedor pintu kamar mandi itu dari luar.


Dok Dok Dok


"Hei wanita freak, apa saja yang kamu lakukan di dalam hah? lama sekali. Aku sudah tidak sanggup menahannya lagi ini!" kata Tristan yang juga ingin menuntaskan urusannya yang sudah sampai di pangkalannya.


Sarah yang jadi tidak fokus dengan apa yang dia lakukan pun menjadi kesal.


"Bisa diam tidak, aku butuh konsentrasi!" seru Sarah yang sedikit berani berseru seperti itu pada Tristan karena memang dia merasa sangat terganggu dengan apa yang Tristan lakukan di luar pintu.


Sementara Tristan yang mendengar Sarah berani membantahnya malah semakin kesal. Dia semakin menggedor pintu dengan kuat.


Dok Dok Dok


"Berani-beraninya kamu meneriaki aku begitu. Aku ini suamimu. Mau durhaka kamu!" bentak Tristan dari luar.


'Hais, pakai bawa-bawa status sebagai suami segala sih. Ngeselin!' batin Sarah yang tak senang mendengar hal itu.


Sarah pun akhirnya kembali mengalah, dia pun membersihkan dirinya lalu secepatnya membuka pintu kamar mandi tersebut.


Ceklek


Dan tanpa basa-basi, Tristan langsung nyelonong masuk bahkan sempat bahunya mengenai bahu Sarah yang akan keluar dari kamar mandi.


'Ish, awas saja. Aha.. aku punya ide!' batin Sarah yang punya sebuah ide untuk membalas Tristan.


Sarah pun segera bergegas ke arah dapur untuk membuatkan nasi goreng untuk sarapan mereka berdua. Karena Sarah tahu Tristan tidak bisa makan pedas, Sarah sengaja menambahkan banyak bubuk cabai ke dalam nasi goreng buatannya.


"Rasakan ini pria menyebalkan, ini adalah masakan istri durhaka! ha ha ha !" gumam Sarah sambil terus mengaduk nasi goreng yang ada di atas wajan yang masih dia masak di atas kompor.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2