
Dan di kediaman Hutama, pagi ini Arumi sudah mendandani Kevin dengan sangat tampan. Bahkan Arumi menambahkan sebuah topi jenis flat cap yang membuat Kevin tampak seperti bangsawan pada abad pertengahan.
"Kamu memang tampan Kevin, persis seperti papamu!" kata Arumi tersenyum senang sambil memegang kedua pipi Kevin.
"What are you doing? Tante... untuk apa Tante pakaikan rambutku Pomade kalau Tante pakaikan aku topi?" tanya Kevin yang merasa Arumi melakukan pekerjaan yang sia-sia untuk penampilan paripurna Kevin.
Mendengar anak sambungnya berkata seperti itu, Arumi lantas menirukan cara bicara Kevin.
"What are you say? Kevin... kita akan naik mobil dulu, setelah sampai di rumah Grandma, baru kamu buka topi mu!" kata Arumi tak mau di salahkan.
"No!"
"Yes, Kevin!"
"Tante!"
"Kevin!"
"Arumi!" panggil Rendra yang juga sudah siap.
Arumi dan Kevin lantas menoleh ke arah pintu kar Kevin.
"See! papa juga pakai topi yang sama denganmu, kalian memang tampan. Ya ampun, aku beruntung sekali di kelilingi pria-pria tampan. Sebentar aku ambil tas dulu, mas bawa Kevin ke mobil. Aku akan ambil tas ku dulu!" kata Arumi meninggalkan kamar Kevin dan pergi ke kamarnya untuk mengambil tasnya.
"Hai, boy! bagaimana? kamu suka penampilan papa?" tanya Rendra pada Kevin.
Rendra yang biasanya hanya pakai kemeja atau jas dengan celana jeans atau celana dasar, sekarang dia sedikit berbeda. Kemejanya bukan lagi kemeja polos, dia pakai kemeja flannel seperti yang di pakai Kevin. Dengan celana model yang berbeda. Press body gitu modelnya ala-ala vintage.
Kevin melihat ayahnya dan melihat dirinya sendiri di depan kaca.
"Kita seperti orang jaman dulu papa, kenapa kita harus menuruti Tante Arumi sih?" tanya Kevin yang tidak suka gayanya. Rambutnya benar-benar tidak akan bergerak atau bergeser sedikit pun meski angin kencang meniupnya.
Rendra tersenyum lantas berjongkok di depan Kevin.
"Sayang, anak papa. Mama Arumi ingin yang terbaik untuk kita, apa salahnya kita membuatnya senang. Kamu dengarkan tadi apa yang mama Arumi bilang, dia sangat senang karena di kelilingi pria-pria tampan seperti kita!" kata Rendra.
"Tapi kenapa kita di kelilingi wanita aneh seperti Tante Arumi?" tanya Kevin.
Rendra tak bisa menjawab pertanyaan anaknya itu. Dia juga tidak tahu, tapi dia bahagia Arumi seperti itu. Arumi bukan aneh menurut Rendra, tapi dia adalah wanita yang unik. Dan Rendra bersyukur bertemu dengan Arumi. Dia menjadi lebih bahagia, menjadi orang yang lebih terbuka.
"Kenapa Kevin tidak mau panggil Tante Arumi dengan sebutan mama?" tanya Rendra.
__ADS_1
"Kan sudah ada mama Sarah?" tanya Kevin cepat.
"Kevin tahu tidak, Tante Arumi itu sangat berharap Kevin panggil dia mama. Tante Arumi kan sudah jadi ibu sambung Kevin sekarang, kalau papa minta tolong pada Kevin untuk panggil tante Arumi mama, Kevin mau kan?" tanya Rendra dengan lembut pada putranya itu.
Kevin diam sejenak, sepertinya anak kecil tampan yang menggemaskan itu sedang berpikir. Apakah dia akan menuruti permintaan papanya atau tidak.
"Kevin akan panggil Tante Arumi bunda, tapi kalau Tante Arumi sudah kasih adik baru buat Kevin!" kata Kevin membuat Rendra menjadi bersemu merah wajahnya.
"Oke, janji ya!" kata Rendra mengangkat tangannya mengajak Kevin Hi-fi.
"Janji!" kata Kevin kemudian melakukan Hi-fi juga dengan Rendra.
Setelah itu Rendra mengajak Kevin menuju ke mobil mereka. Rencananya hari ini, untuk pertama kalinya Kevin akan bertemu dengan Yuliana. Mami Arumi.
Kemarin-kemarin Kevin sibuk sekolah, pas libur, Rendra yang sibuk, jadi batu kali ini mereka free bersama. Maka mereka pun akan mengajak Kevin ke rumah lama Arumi yang sudah di berikan pada Yuliana.
Lagipula di sana juga ada Raja dan Ratu anak Arista yang usianya juga tidak beda jauh dari Kevin. Mereka pasti bisa berteman baik.
Begitu Arumi keluar dari kediaman Hutama dia langsung menuju mobil. Tapi ketika Arumi membuka pintu depan, Kevin sudah duduk disana.
"Tante, duduk di belakang saja. Di depan khusus para pria tampan!" kata Kevin membuat rahang Arumi nyaris jatuh.
"Oke, baiklah pria tampan. Tapi bisa kan, pria tampan ini bukakan pintu mobil untuk wanita cantik ini?" tanya Arumi.
Kevin yang memang sangat gentleman pun langsung turun dan membuka pintu penumpang bagian belakang. Tapi saat Kevin membukanya, Arumi malah masuk ke dalam bagian kursi penumpang bagian depan dan langsung menutup pintu.
"Selamat, anda kena prank!" kata Arumi terkekeh.
Kevin mendengus kesal. Tapi karena Rendra sudah memintanya untuk bergegas maka Kevin pun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang bagian belakang.
"Kamu mau melawan Tante Arumi sayang, kamu harus banyak belajar lagi!" kata Arumi masih sambil terkekeh melihat wajah Kevin yang cemberut.
Sementara Rendra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua orang yang sangat dia sayangi itu.
Selama perjalanan ke rumah Yuliana, Kevin dan Arumi terus adu argumen. Rendra benar-benar hanya bisa mendengar dan menyaksikan saja. Dia bahkan tak bisa menyela ucapan keduanya.
Hingga tiba di depan rumah Yuliana, Kevin turun lebih dulu di susul Arumi.
"Aku akan mengadukan kelakuan mu pada ibumu, dasar wanita aneh!" kata Kevin yang lantas berlari menuju pintu rumah Yuliana lalu mengetuknya.
Tapi Arumi malah terkekeh.
__ADS_1
"Dia mau mengadukan aku, mami ku sudah pasti tahu kelakuan ku dong!" kata Arumi yang lantas mengikuti Kevin.
Sementara Rendra menurunkan beberapa makanan kecil dan buah-buahan yang memang sengaja dia bawa untuk bertemu ibu mertuanya.
"Kevin! apa kabar sayang?" tanya Arista yang membukakan pintu untuk Kevin.
"Tante Arista, Grandma mana?" tanya Kevin.
"Ada di dalam, ada apa sayang?" tanya Arista lagi.
"Aku mau bertemu grandma, aku akan mengadukan kelakuan menyebalkan Tante Arumi!" kata Kevin yang langsung masuk ke dalam rumah.
Arista yang melihat kedatangan Arumi dan Rendra lantas menyambut mereka.
"Apa kabar kak?" tanya Arumi memeluk Arista.
"Baik Arumi, kenapa dengan Kevin? kamu apakan dia?" tanya Arista yang paham betul adiknya itu sangat nakal dan jahil.
"Biasalah, ini antara ibu dan anak!" kata Arumi memberi alasan.
"Benarkah? lalu kenapa dia masih memanggilmu Tante?" tanya Arista membuat Arumi garuk-garuk kepala karena bingung menjawabnya.
"Kata Kevin, kalau Arumi sudah memberinya adik. Baru dia akan panggil Arumi dengan sebutan bunda!" sela Rendra yang baru datang dengan barang-barang di tangannya.
Arumi terkejut mendengar hal itu. Dia lantas menoleh ke arah Rendra.
"Yang benar mas? Kevin bilang begitu?" tanya Arumi antuasias dan di balas anggukan kepala oleh Rendra.
Arumi lantas meraih barang-barang yang ada di tangan Rendra dan memberikannya pada Arista.
"Kak ini untuk kalian disini. Titip Kevin ya!" kata Arumi yang langsung menarik tangan Rendra.
"Eh, kamu mau kemana?" tanya Arista bingung.
"Kami harus pulang, aku mau cepat di panggil bunda oleh Kevin. Jadi aku harus cepat juga kasih adik buat Kevin!" kata Arumi yang lantas menarik Rendra menuju mobilnya.
Untung saja kedua tangan Arista penuh dengan barang-barang. Kalau tidak dia pasti tepuk jidat atas kelakuan adiknya itu.
***
Bersambung...
__ADS_1