
Tika membuka pintu, dan ternyata memang yang datang ke apartemen Tristan itu adalah Rendra. Tika jadi salah tingkah, masak iya dia mau melakukan apa yang di perintahkan oleh Arumi tadi. Mana mungkin bisa begitu.
Untung saja, tak lama setelah itu terlihat tuan Arya Hutama berjalan mendekat ke arah Rendra dari arah belakang. Tika menjadi sangat lega, lantas dia pun menyerukan suaranya untuk memberitahu pada semua penghuni apartemen kalau yang datang adalah tuan Arya Hutama. Tentunya juga dengan Rendra.
"Selamat malam tuan Arya!" sapa Tika dengan suara yang sengaja nadanya agak keras.
Karena semua orang sedang berada di ruang tengah, maka mereka bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tika itu.
Tristan bahkan berdiri dan menoleh ke arah pintu.
"Ayah!" kata Tristan tak percaya ayahnya datang malam-malam seperti itu dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Maksud Tristan, kalau memang ayahnya membutuhkan sesuatu maka Tristan yang akan datang ke kediaman Hutama. Tidak perlu sang ayah yang harus repot-repot datang ke apartemennya.
Tuan Arya Hutama lantas masuk ke dalam, Sarah tentu saja segera berdiri dan menyambut kehadiran ayah mertuanya itu dengan menghampirinya, sebelum tuan Arya Hutama sampai ke ruang tengah kemudian menyalami dan mencium punggung tangan ayah mertuanya itu.
Tapi, karena Sarah berdiri dan menghampiri ayah mertuanya maka dia bisa melihat ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu, dan itu adalah kakak iparnya, Rendra.
"Mas, Rendra. Ayo masuk!" kata Sarah.
Mendengar nama Rendra di sebutkan oleh Sarah, tampaknya Arumi sangat malas.
Melihat ayah mertuanya datang, Arumi ingin bangun juga. Tapi dia kesulitan karena Kevin sudah tertidur di pangkuan Arumi.
Melihat Arumi yang kesulitan untuk bangun, tuan Arya Hutama menunjukkan telapak tangannya pada Arumi yang dia angkat sampai di depan dadanya. Itu mengisyaratkan agar menantunya itu tidak usah bangun untuk menyalaminya.
Tapi pemandangan yang tuan Arya Hutama lihat itu adalah pemandangan yang tidak biasanya maka dia pun menunjukkan raut wajah yang sedikit heran.
"Tumben, Kevin...!"
Sebelum tuan Arya Hutama selesai bicara, Sarah yang ada di samping ayah mertuanya itu lantas menyela sang ayah mertua. Karena sudah tidak sabar untuk menyampaikan kabar gembira tentang kehamilan Arumi.
"Ayah, Kevin sudah sejak siang tadi memanggil Arumi dengan sebutan bunda!" kata Sarah sangat senang.
__ADS_1
Tuan Arya Hutama masih mencerna apa yang dikatakan oleh menantu bungsunya tersebut. Karena bahasa yang di sampaikan oleh Sarah, membuatnya harus berpikir. Tuan Arya Hutama yang sudah tua itu berusaha untuk bisa mencerna dengan cepat apa yang Sarah katakan.
Tapi Rendra yang baru masuk ke dalam apartemen, yang malah sudah mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud oleh Sarah.
"Arumi, kamu hamil?" tanya Rendra yang menunjukkan ekspresi wajah sangat terkejut tapi juga sangat senang.
Tuan Arya Hutama yang mendengar itu tampak melebarkan matanya, kerutan di keningnya menghilang dan terlihat senyuman melingkar di wajah keriputnya.
"Alhamdulillah!" ucap syukur tuan Arya Hutama.
Rendra yang sangat senang berniat untuk menghampiri Arumi dan ingin memeluknya. Sangking senangnya Rendra mendengar kabar kehamilan Arumi, dia sampai lupa kalau istrinya itu sedang marah padanya.
Rendra yang sudah melewati tuan Arya Hutama dan ingin memeluk Arumi lantas di tarik lengannya oleh Tristan yang berdiri tak jauh dari Arumi.
"Heh, kakak. Mau apa?" tanya Tristan.
"Memeluk istriku, apalagi?" tanya Rendra.
"Tidak lihat? istrimu saja buang muka!" kata Tristan yang kembali mengingatkan Rendra akan kesalahannya.
Mereka pun bicara di ruang kerja Tristan. Sementara Widya yang merasa tak perlu ikut campur untuk hal ini memilih untuk menemani Kevin di kamar atas, takutnya Kevin terbangun dan mencari Arumi yang sedang bicara dengan tuan Arya Hutama. Sedangkan Tika, dia masih standby di dapur. Kalau tuan dan nyonya nya yang belum tidur itu membutuhkan sesuatu nanti, dia bisa segera menyiapkannya.
Sarah, Tristan dan Rendra masih menunggu di ruang tengah.
"Kamu sudah cerita pada ayah, kak?" tanya Tristan.
"Iya!" jawab Rendra yang matanya terus mengarah pada pintu ruang kerja Tristan yang terbuka sedikit.
Tapi meskipun pintu itu terbuka, Rendra tak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh ayah dan istrinya yang berada di dalam.
"Apa kata ayah?" tanya Tristan lagi.
"Ayah akan membantuku menjelaskan pada Arumi!" jawab Rendra lagi.
__ADS_1
"Kamu ceritakan semua dengan benar, tidak? atau ada yang kamu tutupi dari ayah? kamu cerita tidak, kalau kamu menemani mantanmu itu sarapan? dan memberinya uang?" tanya Tristan lagi.
"Aku suda ceritakan semuanya, menemaninya makan karena dia kelaparan, memberinya uang untuk pegangan dan memberinya pekerjaan. Aku sudah ceritakan itu semua pada ayah!" kata Rendra yang terlihat frustasi.
Terlihat jelas, kalau Rendra memang benar-benar menyesali apa yang sudah dia lakukan kemarin dan hari ini.
Tapi mendengar kata-kata terakhir pada kalimat yang kakak iparnya itu ucapkan. Sarah malah mengernyitkan keningnya.
"Jadi mas Rendra memberikan mantan mas itu pekerjaan? wah, Arumi pasti tambah kesal kalau dengar hal ini!" kata Sarah.
Dia saja merasa kesal saat mendengar Rendra memberi pekerjaan pada Gisella. Apalagi Arumi.
"Aku hanya kasihan padanya Sarah, tapi aku tidak memberinya pekerjaan di kantor ku atau yang berhubungan denganku. Aku memberinya pekerjaan yang sangat jauh dariku. Dia ibunya Kevin, aku pikir...!"
"Kalau dia ibunya Kevin, apa mungkin dia meninggalkan Kevin. Sudahlah kak, pokoknya setelah ini jangan pernah berhubungan lagi dengan makhluk bernama Gisella Pricula itu!"
"Pricilla mas!" ralat Sarah.
"Maaf sayang, aku emosi. Ya pokoknya wanita tidak tahu malu itu. Ingat kak, Arumi sedang hamil. Kamu tahu kan wanita hamil itu sangat rentan, memangnya kamu tidak takut kalau Arumi marah, dia darah tinggi, hayo...!" kata Tristan menakut-nakuti Rendra.
Wajah Rendra langsung pucat. Dia tidak mau sampai terjadi apa-apa pada Arumi dan calon anaknya.
Rasanya Rendra ingin sekali masuk ke dalam ruang kerja Tristan dan menjelaskannya pada Arumi.
Sementara itu di ruang kerja Tristan, tuan Arya Hutama sudah menjelaskan apa yang tadi dikatakan oleh Rendra padanya. Tuan Arya Hutama tahu, kalau Arumi pasti tidak mau mendengarkan penjelasan Rendra. Maka itu di yang menjelaskan. Karena sesungguhnya tuan Arya Hutama tidak mau anak dan menantunya membangun jarak, karena justru dengan jarak itu, seseorang bisa sama masuk dan mengusik rumah tangga mereka.
"Jadi begitu Arumi, selama ini Rendra belum pernah berbohong sama sekali pada ayah. Dan ayah percaya pada apa yang dia katakan. Ayah yakin kalau dia bahkan tidak akan ingat kalau dia punya kunci itu, kalau malam itu Gisella tidak menanyakannya. Dan kenapa dia tidak menyusulmu dan Sarah saat kalian pergi setelah menjemput Kevin. Dia memberi pekerjaan pada Gisella, agar tak lagi bergantung pada Rendra atau mengusiknya lagi. Setelah itu kamu tahu kan, kalau Rendra mencari mu. Jangan biarkan orang lain mengambil kesempatan atas jarak antara kamu dan Rendra, Arumi!" kata tuan Arya Hutama menjelaskan dengan baik pada menantunya itu.
Arumi hanya menghela nafas.
"Bagaimana kehamilan mu, ayah senang mendengar kabar ini. Kalau ingin apapun, jangan segan beritahu ayah ya!" kata tuan Arya Hutama membuat suasana menjadi lebih nyaman bagi Arumi.
***
__ADS_1
Bersambung...